BOJONEGORO, JATIM | SUDUTPANDANG.ID – Kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak selalu dilakukan melalui kegiatan besar dan seremonial. Di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, pendekatan sederhana justru menjadi cara efektif untuk membangun kedekatan dan kepercayaan warga.
Hal itu dilakukan Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kesongo, Serka Lasmidi, saat menyambangi rumah warga pada Rabu (5/8/2026) pagi.
Dengan suasana santai tanpa jarak formal, ia duduk bersama warga di teras rumah sambil berdialog mengenai pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026.
Momen tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana komunikasi dari hati ke hati mampu memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat.
Serka Lasmidi memilih berbincang langsung dengan warga, termasuk menyapa seorang ibu yang sedang menggendong bayinya, untuk menyampaikan informasi sekaligus mendengarkan harapan masyarakat terkait pembangunan desa.
Melalui obrolan sederhana, Babinsa Kesongo menjelaskan bahwa program TMMD bukan hanya tentang pembangunan fisik seperti jalan, fasilitas umum, maupun sarana pendukung lainnya.
Lebih dari itu, TMMD merupakan gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan desa yang lebih maju dan mandiri.
Menurut Serka Lasmidi, keberhasilan program TMMD sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat. Dukungan warga menjadi faktor penting agar pembangunan yang dilakukan dapat memberikan manfaat jangka panjang.
“TMMD adalah program bersama. Keberhasilannya sangat bergantung pada sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kami berharap warga dapat ikut mendukung, menjaga hasil pembangunan, serta memanfaatkan seluruh fasilitas yang dibangun demi kemajuan Desa Kesongo,” ujar Serka Lasmidi.
Ia menambahkan, pembangunan yang dilakukan melalui TMMD harus dirawat bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam waktu yang panjang.
Dengan adanya kepedulian masyarakat, berbagai fasilitas yang telah dibangun dapat menjadi aset penting bagi kemajuan desa.
Pendekatan humanis yang dilakukan Babinsa Kesongo menjadi bagian dari upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Melalui komunikasi yang terbuka dan penuh keakraban, berbagai informasi mengenai program TMMD dapat tersampaikan dengan lebih mudah kepada masyarakat.
Warga pun menyambut positif kehadiran Babinsa yang aktif turun langsung ke lingkungan masyarakat.
Suasana akrab yang tercipta menunjukkan bahwa hubungan antara aparat dan warga tidak hanya terjalin dalam kegiatan pembangunan, tetapi juga melalui interaksi sosial sehari-hari.
Program TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro di Desa Kesongo sendiri mencakup berbagai sasaran pembangunan, baik fisik maupun non-fisik.
Pembangunan jalan cor beton, peningkatan fasilitas umum, pelayanan kesehatan, hingga berbagai kegiatan penyuluhan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui kegiatan sosialisasi yang dilakukan secara langsung dari rumah ke rumah, TNI berharap masyarakat semakin memahami tujuan dan manfaat program TMMD.
Selain itu, warga juga diharapkan ikut berperan aktif dalam setiap tahapan pembangunan.
Bagi Serka Lasmidi, membangun desa tidak hanya membutuhkan tenaga dan material, tetapi juga membutuhkan kedekatan emosional antara TNI dan masyarakat.
Kepercayaan yang tumbuh dari komunikasi yang baik menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Langkah sederhana di teras rumah warga tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian dan kebersamaan mampu menjadi kekuatan besar dalam membangun desa.
Dari Desa Kesongo, semangat gotong royong terus tumbuh. Melalui TMMD ke-129, TNI bersama masyarakat merajut harapan baru menuju desa yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera. (ACZ/09)










