Hemmen

Bank Muamalat-BTN Syariah Bakal Disinergikan Jadi Bank Syariah Besar

Ilustrasi Bank Muamalat dan BTN Syariah: FOTO: Sumber: Youtube/Hadi Eksyar

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Untuk dijadikan sebagai bank syariah besar di Indonesia, Bank Muamalat dan BTN Syariah direncanakan bakal disinergikan.

“Penggabungan Bank Muamalat dan BTN Syariah diharapkan bisa masuk 16 besar bank syariah dunia, bahkan bisa menyaingi Bank Syariah Indonesia (BSI),” kata Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Jakarta, Selasa (19/12/2023).

Idul Fitri Kanwil Kemenkumham Bali

Berdasarkan data, saat ini komposisi pemegang saham Bank Muamalat adalah Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sebanyak 41,34 miliar saham (82,65 persen), Andre Mirza Hartawan 2,56 miliar saham (5,19 persen), Apliani sebanyak 1,24 miliar saham (2,48 persen), Reza Rhenaldi Sayaiful sebanyak 1,09 miliar saham (2,19 persen), Dewi Monita sebanyak 1,09 miliar saham (2,18 persen), Bank Pembangunan Islam (IsDB) sebanyak 1,02 miliar saham (2,04 persen), dan masyarakat sebanyak 1,63 miliar saham (3,26 persen).

BACA JUGA  Wabup Asahan Ikuti Rakor Penguatan Sinergi KPK-Kemendagri-BPKP-Pemda

Sedangkan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Bank BTN) Syariah adalah Unit Usaha Syariah di bawah BUMN.

Ia menjelaskan telah berdiskusi dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Menteri Agama, mungkin enggak kita bersinergi dengan Bank Muamalat dengan BTN Syariah untuk menjadikan alternatif bank syariah yang besar.

Penggabungan Bank Muamalat dan BTN Syariah, katanya, diharapkan bisa masuk 16 besar bank syariah dunia bahkan bisa menyaingi Bank Syariah Indonesia (BSI).

BSI sendiri saat ini menempati posisi kelima dalam bank syariah terbesar di dunia, di mana sebelumnya berada pada urutan ketujuh.

Ia mengatakan saat ini finansial syariah menjadi bisnis perbankan yang menarik.

“Finansial syariah menarik pada saat ini. Sedang dalam proses pembicaraan, kalau lancar Maret 2024 bisa,” kata Erick.

BACA JUGA  BMKG: Curah Hujan di Indonesia Masuk Tiga Besar Dunia

Sebelumnya, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) Nixon L.P. Napitupulu mengatakan unit usaha syariah (UUS) perseroan setelah aksi “spin off” akan menjadi Bank Umum Syariah (BUS) dengan aset terbesar kedua di Indonesia.

Pihaknya akan mengeluarkan UUS dari induk BTN dan digabungkan dengan bank syariah yang akan diakuisisi, dengan target selesai pada semester II-2024 mendatang.

Nixon menjelaskan, saat ini BTN sedang dalam tahap pengajuan letter of interest (LOI) kepada dua bank syariah di Tanah Air untuk diakuisisi, yang belum bisa disebutkan nama maupun nilai asetnya.

Nantinya, UUS BTN yang sudah ada akan digabungkan dengan bank syariah yang diakuisisi tersebut, dengan ditargetkan proses akan selesai pada April atau Juni 2024. (02/Ant)

BACA JUGA  Kemilau HUT ke-33, FIFGROUP Resmikan Pemasangan Solar Panel ke-6

 

 

Barron Ichsan Perwakum