TANGERANG, SUDUTPANDANG.ID – Bupati Tangerang, Banten, Moch Maesyal Rasyid menyatakan nilai kejujuran, budi pekerja dan adab harus ditanamkan kepada anak sejak dini, bukan hanya di sekolah tapi juga di lingkungan sekitar serta keluarga.
“Anak didik kita tidak hanya mendapatkan pengetahuan dari kurikulum sekolah tapi juga pengalaman dari lingkungan dan masyarakat,” kata Maesyal, Senin (10/5/2026).
Ia mengatakan hal tersebut saat menghadiri peluncuran Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan AntiKorupsi yang digelar di Sasana Bhakti Praja Kementerian Dalam Negeri, di Jakarta, hadir juga Ketua KPK Setyo Budiyanto dan Menteri Prof Abdul Mu’ti.
Pemkab Tangerang, ia menjelaskan mendukung penuh dan siap menyukseskan program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjadikan pendidikan sebagai salah satu instrumen dalam pembentukan karakter dan kepribadian generasi penerus bangsa sejak dini.
Adanya buku tersebut, ia bilang dapat membantu para tenaga pendidik di jenjang pendidikan dasar dan menengah dalam memberikan arah dan metode mengajar yang lebih jelas terhadap penanaman nilai-nilai kejujuran, bersih dan anti korupsi kepada para anak didiknya.
Namun pihaknya mendukung penuh dan siap menyukseskan program Kemendikdasmen yang menjadikan pendidikan sebagai bagian untuk menguatkan pembentukan karakter dan kepribadian bangsa di jenjang sekolah dasar dan menengah.
Sementara itu, Mendikdasmen Prof. Abdul Mu’ti mengatakan pihaknya berusaha menjadikan sekolah sebagai role model (contoh teladan) pembentukan karakter dan kepribadian bangsa yang kuat dan tangguh di semua jenjang pendidikan.
Menurutnya, panduan pendidikan antikorupsi tersebut bukan sekedar buku semata, melainkan peta jalan strategis dalam membangun generasi bangsa yang berintegritas dan dirancang secara sistematis dan berjenjang.
Bahkan panduan ini menjadi acuan nasional bagi satuan pendidikan dan pemangku kepentingan dalam menanamkan nilai antikorupsi sejak usia dini hingga menengah.
Di tempat yang sama Ketua KPK, Setyo Budiyanto berharap buku panduan itu bisa semakin memperkuat penanaman budaya bersih dan anti korupsi sejak dini kepada para peserta didik.
Untuk hari Ini, esok dan masa depan, tambah Setya bahwa antikorupsi tidak dimulai dari ruang persidangan tapi dari ruang kelas.
“Anak cucu kita sejak dini sudah bisa memahami budaya hidup jujur dan bersih serta bagaimana proses pencegahannya,” demikian Setyo Budiyanto.(WAR)










