Cagar Alam Cycloop Dipantau Tim Gabungan Mitigasi Bencana Kabupaten Jayapura

Cycloop
JAYAPURA-PAPUA, SUDUTPANDANG.ID - Guna memastikan kondisi terkini di lokasi longsor yang berpotensi membentuk bendungan alami, tim gabungan pemantauan mitigasi bencana Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua mulai melakukan analisis kawasan Cagar Alam Cycloop dan Sungai Kemiri."Misi dari tim gabungan ini sangat penting, karena hasil dari pemantauan yang dilakukan akan menjadi dasar pemerintah daerah dalam menentukan langkah mitigasi bencana," kata Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Jayapura, Derek Timotius Wouw dalam taklimat media yang dikutip di Jayapura, Selasa (28/7/2026).Ia menjelaskan tim gabungan tersebut meliputi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), Basarnas, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Memberamo, Dinas Lingkungan Hidup, dan WWF Indonesia, serta Pramuka Saka Wanabakti."Kami mendukung penuh apa yang dilakukan tim ini karena kegiatan ini memiliki satu tujuan, yaitu melihat dan mengamati secara langsung kondisi di kawasan Gunung Cycloop," katanya.Pihaknya berharap hasil analisis yang disampaikan kepada pemerintah daerah harus benar-benar akurat, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan."Kami menekankan pentingnya ketelitian dalam menyusun hasil kajian, sebab kesalahan dalam menganalisis kondisi alam dapat berdampak terhadap keselamatan masyarakat, terutama jika potensi bencana tidak teridentifikasi secara tepat," katanya.Wilayah Sentani, kata dia, merupakan kawasan yang memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi. Dengan demikian, upaya mitigasi harus dilakukan secara maksimal agar risiko terhadap masyarakat dapat diminimalkan.Kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah antisipatif pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan untuk memperoleh data di lapangan yang akurat tentang kondisi titik longsor sekaligus mengumpulkan data sebagai dasar penyusunan langkah mitigasi bencana di kawasan pegunungan Cycloop, demikian Derek Timotius Wouw. (Red/Ant/02)

JAYAPURA-PAPUA, SUDUTPANDANG.ID – Guna memastikan kondisi terkini di lokasi longsor yang berpotensi membentuk bendungan alami, tim gabungan pemantauan mitigasi bencana Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua mulai melakukan analisis kawasan Cagar Alam Cycloop dan Sungai Kemiri.

“Misi dari tim gabungan ini sangat penting, karena hasil dari pemantauan yang dilakukan akan menjadi dasar pemerintah daerah dalam menentukan langkah mitigasi bencana,” kata Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Jayapura, Derek Timotius Wouw dalam taklimat media yang dikutip di Jayapura, Selasa (28/7/2026).

Ia menjelaskan tim gabungan tersebut meliputi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), Basarnas, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Memberamo, Dinas Lingkungan Hidup, dan WWF Indonesia, serta Pramuka Saka Wanabakti.

BACA JUGA  Pesawat Cargo Smart Air Kecelakaan

“Kami mendukung penuh apa yang dilakukan tim ini karena kegiatan ini memiliki satu tujuan, yaitu melihat dan mengamati secara langsung kondisi di kawasan Gunung Cycloop,” katanya.

Pihaknya berharap hasil analisis yang disampaikan kepada pemerintah daerah harus benar-benar akurat, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami menekankan pentingnya ketelitian dalam menyusun hasil kajian, sebab kesalahan dalam menganalisis kondisi alam dapat berdampak terhadap keselamatan masyarakat, terutama jika potensi bencana tidak teridentifikasi secara tepat,” katanya.

Wilayah Sentani, kata dia, merupakan kawasan yang memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi. Dengan demikian, upaya mitigasi harus dilakukan secara maksimal agar risiko terhadap masyarakat dapat diminimalkan.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah antisipatif pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan untuk memperoleh data di lapangan yang akurat tentang kondisi titik longsor sekaligus mengumpulkan data sebagai dasar penyusunan langkah mitigasi bencana di kawasan pegunungan Cycloop, demikian Derek Timotius Wouw. (Red/Ant/02)