Dies Natalis ke-32, FIKOM UMB Tekankan Adaptasi dan Inovasi di Era AI

Avatar photo
Dies Natalis ke-32, FIKOM UMB Tekankan Adaptasi dan Inovasi di Era AI
Foto: Dok. FIKOM UMB

“Usia 32 tahun bukan sekadar angka. Ini adalah perjalanan panjang yang dipenuhi dedikasi, pengabdian, dan kerja keras. Sebuah perjalanan bagaimana gagasan tumbuh menjadi institusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.”

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Mercu Buana (UMB) menekankan pentingnya adaptasi dan inovasi di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI). Pesan tersebut menjadi fokus dalam peringatan Dies Natalis ke-32 FIKOM UMB yang mengusung tema “Evolving Through Communication: Adapt, Collaborate and Innovate” sebagai respons terhadap perubahan lanskap komunikasi dan teknologi digital yang terus berkembang.

Siaran pers FIKOM UMB yang diterima Kamis (11/6/2026), menyebutkan, pesan tersebut mengemuka dalam peringatan Dies Natalis ke-32 FIKOM UMB di Jakarta pada 2 Juni 2026 lalu. Perayaan hari jadi fakultas itu diisi dengan berbagai forum ilmiah yang melibatkan dosen, peneliti, mahasiswa, dan pemangku kepentingan di bidang komunikasi.

Dekan FIKOM UMB Dr. Ahmad Mulyana, M.Si., mengatakan, usia ke-32 tahun menjadi momentum untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat arah pengembangan fakultas di tengah berbagai tantangan yang muncul akibat perubahan teknologi.

BACA JUGA  Bupati Sidoarjo Lepas Jamaah Haji Kloter 93

“Usia 32 tahun bukan sekadar angka. Ini adalah perjalanan panjang yang dipenuhi dedikasi, pengabdian, dan kerja keras. Sebuah perjalanan bagaimana gagasan tumbuh menjadi institusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Ahmad dalam pidato Dies Natalis.

Menurut Ahmad, perkembangan teknologi digital, media sosial, dan AI telah mengubah cara manusia berkomunikasi, bekerja, belajar, hingga memahami realitas sosial. Karena itu, dunia pendidikan tinggi dituntut mampu menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut.

Ahmad menilai pemanfaatan AI dalam aktivitas akademik maupun organisasi dapat menjadi instrumen pendukung selama tetap mengedepankan integritas dan etika.

“Pemanfaatan AI dalam kegiatan organisasi bukanlah sesuatu yang naif selama integritas tetap terjaga,” katanya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tujuan pendidikan tinggi tidak semata-mata untuk memenuhi kebutuhan industri atau menghasilkan lulusan dengan kemampuan teknis tertentu. Perguruan tinggi juga memiliki tanggung jawab membentuk individu yang berpikir kritis, memiliki kepekaan sosial, dan mampu menghadapi perubahan.

“Di tengah perubahan yang sangat cepat, tugas perguruan tinggi adalah melahirkan generasi yang adaptif tanpa kehilangan integritas dan nilai kemanusiaan,” ujarnya.

BACA JUGA  Cetak Kreator Digital, Fikom UMB Dorong Siswa SMK Jadi Produsen Konten

Perkuat Budaya Riset dan Kolaborasi

Dies Natalis ke-32, FIKOM UMB Tekankan Adaptasi dan Inovasi di Era AI
Foto: Dok. FIKOM UMB

Sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis, FIKOM UMB menyelenggarakan Bunga Rampai Webinar yang menjadi wadah diseminasi hasil riset doktoral enam dosen yang baru menyelesaikan studi doktor.

Forum tersebut membahas berbagai isu komunikasi kontemporer, mulai dari digital parenting, migrasi media televisi, pemberdayaan masyarakat melalui media baru, hingga perkembangan komunitas virtual di Indonesia.

Selain itu, FIKOM UMB juga menggelar Sarasehan Akademik bertajuk “Merawat Ekosistem Akademis, Menumbuhkan Kolaborasi Tanpa Batas”. Dalam forum tersebut, Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana, Prof. Nurhayani Saragih, M.Si., menekankan pentingnya kolaborasi riset lintas disiplin untuk menjawab kompleksitas persoalan sosial dan komunikasi masa kini.

Melalui berbagai kegiatan ilmiah tersebut, FIKOM UMB berupaya memperkuat budaya riset sekaligus memperluas ruang kolaborasi akademik. Upaya ini dinilai penting agar perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat pembelajaran, tetapi juga menjadi ruang lahirnya gagasan dan solusi bagi berbagai tantangan masyarakat.

BACA JUGA  Mikom Universitas Mercu Buana Sukses Gelar Diskusi Publik

Menutup pidatonya, Ahmad mengajak seluruh sivitas akademika dan mitra strategis untuk terus memperkuat kolaborasi serta menjaga semangat inovasi yang telah dibangun selama lebih dari tiga dekade.

“Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana harus terus tumbuh, terus berdampak, dan terus memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat,” katanya.

Pada usia ke-32 tahun, FIKOM UMB menempatkan adaptasi, kolaborasi dan inovasi bukan sekadar tema perayaan, melainkan fondasi dalam menjaga relevansi pendidikan komunikasi di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.(PR/01)