ASAHAN, SUDUTPANDANG.ID — Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Asahan menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pengawalan ketat terhadap program pelatihan kerja berbasis kompetensi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pendampingan intensif terhadap tim Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan dalam agenda visitasi pra-uji sertifikasi di sejumlah desa di Kabupaten Asahan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh peserta pelatihan kerja mendapatkan kompetensi sesuai standar nasional serta memiliki daya saing di dunia kerja maupun sektor usaha mandiri. Disnaker Asahan juga menilai sertifikasi kompetensi menjadi bagian penting dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
Kegiatan visitasi pra-uji sertifikasi dilaksanakan pada dua program unggulan, yakni Pelatihan Pengolahan Sampah di Desa Tanjung Asri dan Pelatihan Budidaya Tanaman Hidroponik di Desa Hessa Air Genting. Kedua program tersebut menjadi fokus pengembangan keterampilan masyarakat berbasis ekonomi kreatif dan ramah lingkungan.
Disnaker Asahan bersama BBPVP Medan melakukan monitoring secara menyeluruh terhadap pelaksanaan pelatihan, mulai dari proses pembelajaran, praktik lapangan, hingga kesiapan peserta menghadapi uji kompetensi resmi. Pendampingan tersebut dilakukan agar kualitas lulusan benar-benar memenuhi standar industri modern dan dapat diterapkan secara nyata di tengah masyarakat.

Kepala Disnaker Asahan menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya berfokus pada pelaksanaan pelatihan semata, tetapi juga memastikan keberlanjutan manfaat program bagi masyarakat. Menurutnya, pelatihan berbasis kompetensi harus mampu melahirkan tenaga kerja terampil yang mandiri dan produktif.
“Disnaker Asahan berkomitmen mengawal mutu pelatihan agar peserta benar-benar memiliki kemampuan yang terstandarisasi dan siap bersaing. Sertifikasi ini menjadi bukti kompetensi mereka,” ujarnya.
Pada program Pelatihan Pengolahan Sampah di Desa Tanjung Asri, peserta dibekali keterampilan mengelola limbah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomis. Program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat, tetapi juga menjadi solusi dalam mengurangi persoalan sampah di lingkungan sekitar.
Peserta diajarkan berbagai metode pengolahan sampah organik dan anorganik, termasuk teknik daur ulang yang dapat menghasilkan produk kreatif serta bernilai jual. Dengan keterampilan tersebut, masyarakat diharapkan mampu menciptakan peluang usaha baru berbasis ekonomi sirkular.
Sementara itu, program Budidaya Tanaman Hidroponik di Desa Hessa Air Genting difokuskan pada pengembangan pertanian modern yang efisien dan ramah lingkungan. Dalam pelatihan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai teknik penanaman hidroponik, manajemen nutrisi tanaman, hingga strategi pemasaran hasil panen.
Disnaker Asahan menilai budidaya hidroponik memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena mampu menghasilkan produk pertanian berkualitas dengan lahan terbatas. Selain menjadi alternatif usaha masyarakat, sistem pertanian modern tersebut juga dinilai mampu mendukung ketahanan pangan lokal.
Kolaborasi antara Disnaker Asahan dan BBPVP Medan menjadi bagian dari upaya menciptakan tenaga kerja mandiri yang inovatif dan berwawasan lingkungan. Kedua pihak optimistis program pelatihan berbasis kompetensi dapat menjadi solusi dalam menekan angka pengangguran di Kabupaten Asahan.
Sertifikasi resmi yang nantinya diterima para peserta diharapkan menjadi nilai tambah ketika memasuki dunia kerja maupun membuka usaha secara mandiri. Dengan adanya pengakuan kompetensi secara nasional, para alumni pelatihan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dan bersaing di pasar kerja.
Disnaker Asahan juga berharap para peserta tidak hanya berhenti pada tahap pelatihan dan sertifikasi, tetapi mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk menciptakan peluang ekonomi baru di lingkungan masing-masing.
“Program ini diharapkan melahirkan wirausahawan baru yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga peduli terhadap kelestarian lingkungan,” kata pihak Disnaker.
Selain meningkatkan kualitas tenaga kerja, program pelatihan tersebut dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Disnaker Asahan meyakini pengembangan keterampilan yang tepat sasaran akan memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat.
Ke depan, Disnaker Kabupaten Asahan mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk terus mendukung keberlanjutan program pemberdayaan tersebut. Dukungan berbagai pihak dinilai penting agar pelatihan kerja berbasis kompetensi dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
Disnaker juga berharap para alumni pelatihan mampu menjadi motor penggerak ekonomi di daerahnya masing-masing dengan membuka lapangan pekerjaan baru dan mengembangkan usaha berbasis lingkungan.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, BBPVP Medan, dan masyarakat, Disnaker Asahan optimistis visi Kabupaten Asahan yang sejahtera, religius, maju, dan berkelanjutan dapat diwujudkan secara nyata melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia yang kompeten dan produktif. (MA)










