ASAHAN, SUDUTPANDANG.ID – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Asahan terus memperkuat upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus memperluas peluang kerja bagi generasi muda.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah memberikan pembekalan kepada siswa melalui Program Penguatan Kewirausahaan dan Persiapan Keberangkatan Kerja ke Jepang Tahun 2026 yang digelar bekerja sama dengan SMKS As Syifa Kisaran.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SMKS As Syifa Kisaran pada Senin (8/6/2026) tersebut menghadirkan Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja Disnaker Kabupaten Asahan sebagai narasumber utama.
Program ini diikuti oleh para siswa yang dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Melalui kegiatan tersebut, Disnaker Asahan memberikan berbagai materi yang dirancang untuk meningkatkan kesiapan kerja para peserta.
Pembekalan tidak hanya berfokus pada peluang kerja internasional, khususnya di Jepang, tetapi juga mencakup penguatan karakter, etos kerja, kemampuan adaptasi, serta pengembangan jiwa kewirausahaan.
Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja Disnaker Kabupaten Asahan menjelaskan bahwa kebutuhan tenaga kerja kompeten semakin meningkat seiring perkembangan dunia industri global.

Karena itu, para calon pekerja harus memiliki keterampilan yang memadai, disiplin tinggi, serta kesiapan mental dalam menghadapi tantangan di lingkungan kerja yang berbeda.
Menurutnya, Jepang menjadi salah satu negara tujuan yang menawarkan peluang kerja cukup besar bagi tenaga kerja Indonesia.
Namun, untuk dapat bersaing dan bertahan di negara tersebut, para calon pekerja harus dipersiapkan secara matang sejak dini.
“Persiapan kerja ke luar negeri tidak hanya soal keterampilan teknis, tetapi juga menyangkut kesiapan mental, etos kerja, kemampuan beradaptasi dengan budaya baru, serta pengelolaan keuangan yang baik,” ujarnya dalam kegiatan tersebut.
Dalam sesi pembekalan, peserta mendapatkan informasi mengenai berbagai peluang kerja yang tersedia di Jepang, prosedur resmi penempatan tenaga kerja, hingga tahapan yang harus dipenuhi sebelum keberangkatan.
Edukasi tersebut diberikan agar para siswa memahami pentingnya mengikuti jalur resmi dan legal dalam mencari pekerjaan di luar negeri.
Disnaker Asahan menegaskan bahwa pemerintah memiliki komitmen kuat untuk melindungi masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri.
Oleh karena itu, sosialisasi terkait prosedur resmi menjadi bagian penting dalam setiap kegiatan pembinaan tenaga kerja.
Selain membahas peluang kerja internasional, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya kemampuan mengelola keuangan selama bekerja di luar negeri.
Para siswa didorong untuk memiliki perencanaan finansial yang baik agar pendapatan yang diperoleh dapat dimanfaatkan secara produktif.
Menurut narasumber, banyak pekerja migran yang berhasil meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga karena mampu mengelola penghasilannya dengan bijak.
Karena itu, pengelolaan keuangan menjadi salah satu materi yang mendapat perhatian khusus dalam program tersebut.
Tidak hanya fokus pada kesiapan bekerja, kegiatan ini juga menanamkan mindset kewirausahaan kepada para peserta. Disnaker berharap para siswa tidak hanya berpikir untuk menjadi pekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan di masa depan.
Konsep tersebut menjadi bagian penting dari strategi pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Asahan. Para siswa didorong untuk memanfaatkan pengalaman, keterampilan, serta modal yang diperoleh selama bekerja di luar negeri sebagai bekal untuk membangun usaha mandiri ketika kembali ke tanah air.
“Penanaman jiwa kewirausahaan sangat penting agar setelah selesai bekerja di luar negeri, mereka memiliki visi untuk membuka usaha sendiri dan turut menggerakkan perekonomian daerah,” jelasnya.
Program kolaboratif antara Disnaker Asahan dan SMKS As Syifa Kisaran ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Asahan dalam menciptakan SDM yang kompeten, berakhlak, siap kerja, serta memiliki daya saing global.
Melalui pendekatan yang terintegrasi antara pendidikan, pelatihan, dan pembinaan, pemerintah berharap para lulusan sekolah kejuruan mampu lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.
Selain memberikan pembekalan langsung, Disnaker Asahan juga memastikan dukungan berkelanjutan bagi masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri melalui jalur resmi.
Dukungan tersebut mencakup kemudahan akses informasi, pendampingan proses administrasi, validasi dokumen yang transparan, hingga perlindungan hukum bagi calon pekerja migran.
Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah masyarakat menjadi korban praktik penempatan tenaga kerja ilegal yang dapat merugikan secara ekonomi maupun sosial.
Pemerintah Kabupaten Asahan menilai sinergi antara instansi pemerintah dan lembaga pendidikan menjadi kunci penting dalam menyiapkan generasi muda yang siap bersaing di pasar kerja global.
Melalui kerja sama seperti yang dilakukan bersama SMKS As Syifa Kisaran, diharapkan semakin banyak lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.
Selain membantu menekan angka pengangguran, program ini juga diharapkan mampu melahirkan generasi muda Asahan yang mandiri, produktif, dan berdaya saing tinggi.
Para peserta diharapkan tidak hanya sukses berkarier di luar negeri, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah ketika kembali ke kampung halaman.
Dengan pembekalan yang komprehensif mengenai peluang kerja internasional, etos kerja, pengelolaan keuangan, serta kewirausahaan, Disnaker Kabupaten Asahan optimistis dapat mencetak SDM unggul yang siap menghadapi tantangan global sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah di masa depan. (MA/09)





