ASAHAN-SUMUT-SUDUTPANDANG.ID – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Asahan terus bergerak aktif menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal melalui program pemagangan dan persiapan kerja internasional ke Jepang pada tahun 2026.
Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui kunjungan kerja ke dua lokasi penting, yakni PT Bakrie Sumatera Plantations dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Shin-Meguumi.
Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Asahan dalam menciptakan tenaga kerja yang kompeten, siap pakai, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Kunjungan pertama dilakukan ke PT Bakrie Sumatera Plantations untuk meninjau langsung pelaksanaan Program Pemagangan yang saat ini sedang berjalan.
Dalam peninjauan tersebut, Disnaker Asahan memastikan seluruh peserta memperoleh pengalaman kerja industri yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Program pemagangan tersebut dinilai menjadi salah satu solusi konkret dalam mengurangi angka pengangguran, khususnya di kalangan usia produktif.
Selain mendapatkan pengalaman kerja secara langsung, peserta juga memperoleh keterampilan teknis dan kedisiplinan kerja yang dibutuhkan perusahaan.
Disnaker Asahan menilai kerja sama antara pemerintah daerah dan sektor swasta memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal.
Dengan adanya sinergi tersebut, lulusan pelatihan maupun pencari kerja dapat lebih mudah beradaptasi dengan kebutuhan industri modern yang terus berkembang.
Dalam pelaksanaan program itu, Disnaker Asahan juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi kerja yang sesuai dengan standar industri.
Hal tersebut dilakukan agar para peserta tidak hanya memiliki kemampuan dasar, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.
Selain meninjau program pemagangan di sektor industri, Disnaker Asahan turut memperluas peluang kerja masyarakat hingga ke pasar internasional.
Upaya itu dilakukan melalui kunjungan ke LPK Shin-Meguumi yang fokus memberikan pelatihan bahasa dan budaya Jepang bagi calon tenaga kerja asal Asahan.
Di lokasi tersebut, Disnaker Asahan memantau langsung proses pelatihan yang diberikan kepada para peserta.
Pemantauan dilakukan untuk memastikan seluruh program berjalan optimal, mulai dari peningkatan kemampuan bahasa Jepang hingga pembentukan karakter kerja sesuai budaya industri di Negeri Sakura.
Program pelatihan kerja ke Jepang tersebut mendapat perhatian serius karena dinilai mampu membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat Asahan.
Jepang sendiri menjadi salah satu negara tujuan tenaga kerja Indonesia yang membutuhkan banyak pekerja terampil di berbagai sektor.
Melalui pelatihan intensif tersebut, peserta diharapkan memiliki kesiapan mental, keterampilan komunikasi, serta pemahaman budaya kerja Jepang sebelum diberangkatkan.
Bekal tersebut dianggap penting agar para peserta mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja internasional secara cepat dan profesional.
Disnaker Asahan menilai penguasaan bahasa asing menjadi salah satu faktor utama dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal di pasar global.
Karena itu, program pelatihan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan komunikasi internasional.
Langkah aktif yang dilakukan Disnaker Asahan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas SDM sekaligus mengurangi tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Asahan.
Pemerintah berharap program tersebut mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain itu, program pemagangan dan kerja internasional juga diharapkan mampu menciptakan generasi muda yang mandiri dan memiliki pengalaman kerja berstandar global.
Dengan pengalaman tersebut, para peserta nantinya dapat menjadi tenaga kerja profesional yang mampu bersaing di berbagai sektor industri.
Keberadaan program kerja ke Jepang juga diharapkan membuka motivasi baru bagi generasi muda di Kabupaten Asahan untuk terus meningkatkan kemampuan diri.
Tidak hanya mengandalkan ijazah formal, masyarakat didorong untuk memiliki keterampilan tambahan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional.
Disnaker Asahan menegaskan bahwa pengembangan kualitas tenaga kerja akan terus menjadi prioritas utama pada tahun 2026.
Melalui berbagai program pelatihan, pemagangan, dan kerja sama lintas sektor, pemerintah daerah optimistis mampu menciptakan SDM unggul yang siap menghadapi persaingan global.
Dengan langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Asahan berharap masyarakat memiliki kesempatan kerja yang lebih luas dan kesejahteraan ekonomi yang semakin meningkat.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan Kabupaten Asahan sebagai daerah yang mandiri, produktif, dan berdaya saing tinggi di masa mendatang. (MA).




