Dua Insiden Tanker Terjadi dalam Sehari, Risiko Pelayaran di Selat Hormuz Meningkat

Avatar photo
Dua Insiden Tanker Terjadi dalam Sehari, Risiko Pelayaran di Selat Hormuz Meningkat
Ilustrasi

SUDUTPANDANG.ID – Dua kapal tanker dilaporkan mengalami insiden dalam sehari di sekitar Selat Hormuz, Sabtu (3/10/2026). Rangkaian kejadian tersebut kembali menyoroti risiko keamanan pelayaran di jalur yang menjadi salah satu rute penting perdagangan energi dunia.

Dilansir dari Media Iran, Tasnim, melaporkan sebuah kapal tanker mengalami ledakan setelah memasuki Selat Hormuz. Menurut laporan tersebut, kapal mematikan sistem pelacak ketika memasuki selat sebelum ledakan terjadi.

Tasnim juga melaporkan kapal tersebut diduga melanggar aturan pelayaran yang berlaku di Selat Hormuz. Namun, informasi mengenai penyebab ledakan dan pihak yang bertanggung jawab belum diketahui secara pasti.

Insiden tersebut menjadi kejadian kedua yang melibatkan kapal tanker pada hari yang sama.

BACA JUGA  Konflik Memanas, 42 WNI Terjebak di Israel dan Iran

Sebelumnya, Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) menerima laporan sebuah kapal tanker minyak terkena proyektil tak dikenal sekitar empat mil laut di sebelah timur Oman.

Menurut UKMTO, nakhoda kapal melaporkan bagian sisi kiri kapal terkena proyektil yang belum teridentifikasi. Seluruh awak kapal dilaporkan selamat dan hingga laporan tersebut disampaikan tidak ada dampak lingkungan yang dilaporkan.

UKMTO menyatakan pihak berwenang masih melakukan penyelidikan dan mengimbau kapal-kapal yang melintas di kawasan tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan serta melaporkan aktivitas mencurigakan.

Selat Hormuz Jalur Penting Energi Dunia

Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi perdagangan energi internasional. Sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia biasanya melewati jalur tersebut, sehingga gangguan terhadap pelayaran di kawasan itu berpotensi berdampak pada perdagangan energi global.

BACA JUGA  Serangan Iran ke Nevatim: Puluhan Tentara Israel Jadi Korban

Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah kapal di kawasan Selat Hormuz dan sekitarnya dilaporkan terkena proyektil tak dikenal. Catatan UKMTO menunjukkan beberapa insiden serupa terjadi sepanjang September hingga awal Oktober 2026, dengan status awak kapal dan dampak terhadap lingkungan yang berbeda-beda.

Rangkaian insiden tersebut membuat keselamatan kapal komersial menjadi perhatian dalam aktivitas pelayaran di kawasan tersebut.

Hingga kini, informasi mengenai penyebab ledakan pada tanker yang dilaporkan media Iran serta pihak yang berada di balik sejumlah serangan terhadap kapal masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut. (Red)