JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan Moskow siap membantu Iran mengakhiri konflik regional. Pernyataan itu disampaikan saat bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di Turkmenbashi, Turkmenistan.
Dilansir dari keterangan Kremlin, Sabtu (10/10/2026), Putin menilai Iran telah mengambil langkah konkret untuk mengakhiri konflik dan mengajukan usulan baru guna mencapai penyelesaian damai.
Putin juga menyoroti perkembangan hubungan bilateral Rusia dan Iran yang dinilai terus meningkat sejak kedua negara menandatangani perjanjian kemitraan strategis komprehensif pada awal 2025.
Ia menyebutkan, perdagangan bilateral Rusia dan Iran tumbuh lebih dari 21 persen pada tahun lalu. Tren pertumbuhan tersebut, menurut Putin, berlanjut selama tujuh bulan pertama tahun ini.
Selain perdagangan, kerja sama kedua negara di bidang kemanusiaan juga disebut berlangsung aktif.
Iran Berupaya Akhiri Perang
Pezeshkian menyampaikan apresiasi atas dukungan Rusia terhadap Iran. Ia mengatakan, hubungan kedua negara terus berkembang dalam bidang perdagangan, ekonomi, dan kemanusiaan.
Menurut Pezeshkian, Rusia dan Iran memiliki kemauan politik untuk memperluas kerja sama berdasarkan perjanjian kemitraan strategis yang telah disepakati.
Terkait konflik yang berlangsung, Pezeshkian mengatakan Iran berupaya mengakhiri perang sesegera mungkin dengan tetap memastikan hak-haknya dihormati.
Ia mengungkapkan, Iran telah bertukar inisiatif dengan Amerika Serikat dan melakukan revisi terhadap proposal yang diajukan Washington.
Pezeshkian menambahkan, pembahasan antara kedua pihak akan dilanjutkan melalui mediator setelah penyusunan inisiatif tersebut selesai.
Pertemuan Putin dan Pezeshkian memperlihatkan upaya kedua negara mempertahankan hubungan strategis di tengah konflik regional. Selain dukungan diplomatik, perkembangan perdagangan dan kerja sama ekonomi menjadi bagian dari hubungan bilateral yang disoroti kedua pemimpin.
Meski demikian, pernyataan mengenai kesiapan Rusia membantu Iran dan upaya Teheran mengakhiri perang belum dengan sendirinya menunjukkan tercapainya kesepakatan damai. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada pembahasan antarpihak yang terlibat serta proses diplomasi melalui mediator.(red)











