Ekspor Sepeda Motor Utuh Indonesia Lesu, Sektor Komponen Justru Melonjak

Avatar photo
Ekspor Sepeda Motor
Ilustrasi

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Kinerja ekspor sepeda motor Indonesia dalam bentuk utuh atau Completely Built Up (CBU) pada 2025 menunjukkan penurunan signifikan. Alih-alih menguat seperti pasar domestik, pengiriman sepeda motor utuh ke luar negeri justru merosot ke angka terendah dalam lima tahun terakhir, yakni 544.133 unit.

Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), capaian ekspor sepeda motor menurun sekitar 4,95 persen dibandingkan 2024 yang masih mencapai 572.506 unit.

Tren penurunan ekspor sepeda motor utuh sebenarnya sudah terjadi sejak 2021, ketika volume pengiriman sempat menyentuh 803.931 unit.

“Ekspor motor utuh saat ini memang menunjukkan tren melandai, seiring tantangan di pasar global dan strategi produsen yang mulai berfokus pada produksi komponen,” kata salah satu pengurus AISI dalam keterangannya, Ahad (11/1).

BACA JUGA  Korlantas Polri Akan Kawal Pemudik Motor

Menariknya, meski ekspor kendaraan utuh menurun, sektor komponen kendaraan menunjukkan pertumbuhan signifikan.

Motor dalam bentuk Completely Knocked Down (CKD) mencapai 8.139.894 unit, sementara pengiriman suku cadang atau part by part bahkan menembus angka 138.455.487 unit.

Data ini mengindikasikan permintaan global terhadap komponen buatan Indonesia tetap tinggi.

AISI tidak lagi menampilkan data segmentasi motor yang diekspor. Namun, tren serupa dengan pasar domestik tampak jelas, motor matic menjadi favorit pasar internasional.

Hanya lima merek sepeda motor yang tercatat dalam data AISI, yakni Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, dan TVS, sementara merek di luar keanggotaan tidak masuk perhitungan resmi.

Berikut data ekspor motor CBU Indonesia dalam enam tahun terakhir menunjukkan tren penurunan:

  • 2025: 544.133 unit
  • 2024: 572.506 unit
  • 2023: 570.004 unit
  • 2022: 743.551 unit
  • 2021: 803.931 unit
  • 2020: 700.392 unit
BACA JUGA  IPC TPK Teluk Bayur Catat Pertumbuhan Kinerja 15,65%, Dorong Efisiensi Logistik Sumatera Barat

Penurunan tersebut menjadi catatan bagi industri otomotif dalam menghadapi dinamika pasar global, sekaligus menunjukkan potensi besar bagi pengembangan sektor komponen dan suku cadang.(01)