Erick Thohir Apresiasi Komitmen Prabowo untuk Olahraga

Menpora Erick Thohir menyebut komitmen Presiden Prabowo Subianto terhadap pembinaan olahraga melalui pelatnas jangka panjang mulai terbukti dengan dukungan anggaran berkelanjutan. (Foto: AGF/SP).

JAKARTA | SUDUTPANDANG.ID – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyebut komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam membangun prestasi olahraga nasional melalui program pemusatan latihan nasional (pelatnas) jangka panjang mulai menunjukkan hasil.

Salah satu indikatornya adalah dukungan anggaran berkelanjutan untuk persiapan atlet menghadapi berbagai ajang olahraga internasional.

Erick mengatakan pembinaan atlet berprestasi tidak dapat dilakukan secara instan. Menurutnya, persiapan atlet membutuhkan perencanaan dan dukungan anggaran dalam jangka panjang agar program latihan, kompetisi, hingga pembinaan dapat berjalan secara berkesinambungan.

Ia bahkan menilai persiapan menuju Olimpiade 2032 seharusnya sudah dimulai sejak sekarang. Langkah tersebut diperlukan agar Indonesia tidak tertinggal dari negara lain yang telah menyiapkan atletnya jauh sebelum ajang olahraga terbesar dunia tersebut berlangsung.

“Kami senang diskusi yang dilakukan bersama Presiden di Hambalang mengenai membangun olahraga harus didukung dengan anggaran multiyears pelatnas. Persiapan atlet itu harus tahunan, bahkan untuk Olimpiade 2032 mestinya harus dilakukan hari ini. Negara lain sudah melakukan,” kata Erick di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Konsep pendanaan multiyears dinilai penting karena pembentukan atlet berprestasi membutuhkan proses panjang.

Atlet harus menjalani program latihan, mengikuti berbagai kejuaraan, mendapatkan evaluasi, serta memperoleh dukungan kebutuhan lain sebelum mencapai puncak prestasi.

BACA JUGA  Erick Targetkan Miliano Jonathans Ikut Laga Uji Coba Timnas

Erick juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa atas dukungan terhadap arahan Presiden Prabowo terkait kesinambungan anggaran pelatnas.

Menurutnya, dukungan tersebut menjadi langkah positif dalam memperkuat sistem pembinaan olahraga nasional.

“Tahun ini kita sudah mulai mendapatkan anggaran untuk Olimpiade 2028. Ini hal positif bagi kita. Anggaran SEA Games juga sudah ada untuk pelatnas dan tahun depan angkanya jauh lebih besar,” ujar Erick.

Dukungan anggaran juga terlihat dalam persiapan Indonesia menghadapi Asian Games 2026. Erick menyebut anggaran pelatnas untuk ajang tersebut mengalami peningkatan setelah dilakukan penyisiran dan penambahan anggaran.

Semula, anggaran pelatnas Asian Games 2026 berada di angka Rp81 miliar. Setelah dilakukan penyisiran anggaran, jumlah tersebut meningkat menjadi Rp127 miliar.

Pemerintah kemudian memberikan tambahan Rp95 miliar sehingga total anggaran pelatnas Asian Games 2026 mencapai Rp222 miliar.

Erick menegaskan angka Rp222 miliar tersebut khusus diperuntukkan bagi kebutuhan pelatnas. Anggaran itu belum termasuk dana sebesar Rp61 miliar yang disiapkan untuk kebutuhan pengiriman kontingen Indonesia ke Asian Games 2026.

BACA JUGA  Belum Terkalahkan di Liga Champions 2024-2025, Liverpool Taklukkan Lille 2-1

Menurut Erick, pemisahan antara anggaran pelatnas dan pengiriman kontingen dilakukan agar penggunaan anggaran lebih jelas dan terukur.

Meski demikian, kedua komponen tersebut tetap menjadi bagian dari keseluruhan pembiayaan keikutsertaan Indonesia dalam Asian Games 2026.

“Sudah final karena tinggal satu bulan (Asian Games 2026). Jadi, persiapan cabang olahraga yang selama ini mungkin sudah berjalan tetapi masih ragu-ragu, kembali kami bantu,” jelasnya.

Erick menilai tambahan anggaran tersebut juga menjadi bentuk kepercayaan pemerintah terhadap kementerian, atlet, dan cabang olahraga.

Karena itu, ia meminta seluruh pihak menggunakan anggaran secara transparan, bertanggung jawab, dan sesuai peruntukan.

Ia bahkan meminta atlet atau pihak cabang olahraga segera melaporkan apabila menemukan dugaan pemotongan anggaran.

Pemerintah, kata Erick, tidak ingin persoalan penyalahgunaan dana mengganggu program pembinaan maupun kesejahteraan atlet.

“Kita tak boleh menyalahgunakan. Kalau para atlet disunat anggarannya, lapor kita. Nanti kita lapor ke BPKP atau ke BPK. Kita harus tuntaskan hal korupsi. Kita harus bersih dan perlindungan atlet jadi yang utama,” tegas Erick.

Di sisi prestasi, Erick meminta seluruh atlet dan cabang olahraga memanfaatkan dukungan tersebut dengan bekerja maksimal.

BACA JUGA  Tim Voli Putri Indonesia Menang 'WO' Atas Kazakhstan

Pemerintah menargetkan Indonesia mampu meraih empat medali emas pada Asian Games 2026.

Sejumlah cabang olahraga yang menjadi tumpuan antara lain bulu tangkis, angkat besi, dan panjat tebing.

Selain tiga cabang tersebut, Erick membuka peluang bagi cabang olahraga lain untuk menyumbangkan medali.

“Kita minta atlet dan cabor berjibaku mempersiapkan target medali empat emas, dari bulu tangkis, angkat besi, dan panjat tebing. Kemudian ada cabang olahraga lain yang berpotensi meraih perak, siapa tahu bisa menjadi emas,” pungkasnya.

Kebijakan pelatnas jangka panjang tersebut diharapkan menjadi fondasi pembinaan olahraga Indonesia secara berkelanjutan.

Dengan dukungan anggaran yang lebih terencana, pemerintah ingin memastikan persiapan atlet tidak lagi bersifat jangka pendek, tetapi diarahkan untuk mencapai prestasi pada berbagai ajang internasional, termasuk Olimpiade 2028 dan 2032. (09/AGF).