Iran Terbuka Berdamai dengan AS, Kepercayaan Jadi Syarat

Avatar photo
Iran Terbuka Berdamai dengan AS, Kepercayaan Jadi Syarat
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (Foto: Dok. Al Jazeera)

SUDUTPANDANG.ID – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa negaranya tetap terbuka untuk menyelesaikan konflik dengan Amerika Serikat (AS), tetapi kepercayaan antara kedua negara harus terlebih dahulu dibangun kembali.

Pezeshkian menyampaikan pernyataan tersebut setibanya di New York, Amerika Serikat, untuk menghadiri Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dalam wawancara dengan CBS News, Jumat (25/9), Pezeshkian mengatakan, Iran dan AS perlu mematuhi kesepakatan yang telah dibuat secara tertulis.

Ia juga meminta AS menunjukkan bahwa negara tersebut tidak bermaksud menggulingkan pemerintahan Iran.

Menurut Pezeshkian, masyarakat AS perlu mempertimbangkan sudut pandang Iran dalam melihat konflik kedua negara.

“Cobalah menempatkan diri Anda pada posisi kami. Bayangkan ada seseorang yang datang dan membunuh pemimpin tertinggi Anda. Lalu, tidak mematuhi semua yang telah Anda sepakati. Apa reaksi Anda? Ini bukanlah sesuatu yang bisa diselesaikan dengan begitu mudah,” kata Pezeshkian.

BACA JUGA  Update Gempa Bumi Dahsyat di Maroko Menewaskan 1.037 Orang

Pezeshkian juga mempertanyakan apakah AS benar-benar ingin mencapai penyelesaian dengan Iran.

Ia menilai tindakan AS dan Israel menunjukkan tujuan yang berbeda dari upaya negosiasi.

“Tujuan Amerika adalah menggulingkan pemerintahan kami. Israel sendiri mengatakannya dalam pidato mereka, apa yang mereka lakukan adalah melumpuhkan pemerintah, bukan bernegosiasi,” katanya.

Ia kemudian mempertanyakan kembali keseriusan AS untuk menyelesaikan persoalan melalui pembicaraan dengan Iran.

“Lalu, mengapa mereka membom kami di tengah-tengah negosiasi? Mengapa mereka datang dan membunuh para ilmuwan, pejabat, dan rakyat kami? Selama mereka tidak berhenti melakukan apa yang mereka paksakan kepada kami setiap hari, sulit untuk mempercayai mereka,” tegasnya.

Pezeshkian juga menyebut sanksi, ancaman, dan serangan yang menurut dia masih berlangsung setiap hari di Iran. Ia menilai AS tidak menjalankan kesepakatan yang telah dituliskan sebelumnya.

BACA JUGA  Dubes RI untuk Jepang Apresiasi Jurnalis Senior

“Jadi, jika mereka terlibat dalam pembicaraan, maka apakah mereka benar-benar akan menepatinya?” katanya menanyakan.

Kendati demikian, Pezeshkian mengatakan Iran tetap berharap perdamaian dapat terwujud di kawasan tersebut.

Ia juga menyerukan AS menghentikan dukungan terhadap Israel yang disebutnya sedang melakukan “genosida”.

Selain itu, Pezeshkian meminta AS bertindak berdasarkan prinsip keadilan dan kesetaraan.

Ia menyoroti tindakan yang menurutnya mencakup pengusiran masyarakat dari rumah mereka, pembunuhan warga sipil, serta serangan terhadap anak-anak, rumah sakit dan ilmuwan.(Red)