Gubernur Lemhannas: Angkatan Keempat TNI Bidang Siber Sedang Berevolusi

Gubernur Lemhannas, Andi Widjajanto saat bincang-bincang dalam Patra Channel Youtube, Kamis (12/1/2023) di Jakarta. FOTO: dok.

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Gubernur Lemhannas Andi Widjajanto mengungkapkan bahwa TNI sedang melakukan evolusi pembentukan angkatan keempat, yakni membentuk angkatan di bidang digital dan siber.

“Salah satu lompatan strategis yang saat ini sedang dilakukan Pemerintah Indonesia adalah membentuk angkatan keempat di bidang digital dan siber,” katanya dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Sabtu (14/1/2023).

IMG-20220125-WA0002

Disebutkan pernyataan itu disampaikan pada bincang-bincang dalam Patra Channel Youtube, Kamis (12/1).

Saat ini, kata dia, Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di masing-masing angkatan sudah mempunyai pusat siber yang komandannya adalah perwira bintang satu.

Menurut dia ke depannya yang dibutuhkan untuk membentuk pasukan khusus ini adalah struktur organisasi yang lebih besar sehingga kemampuan kapasitas siber pertahanan meningkat secara signifikan.

Ia mencontohkan Singapura yang baru saja membentuk angkatan keempat digital dan intelijen pada 28 oktober 2022 lalu.

Singapura perlu membentuk angkatan ini setara dengan angkatan darat, laut dan udara karena negara ini secara progresif membangun kemampuan di empat bidang utama dalam komando, kontrol, komunikasi, dan komputer dan intelijen.

BACA JUGA  Rayakan HPN 2022, PWI Papua Barat Bertekad Hasilkan Karya Jusnalistik Terbaik

Organisasi Siber Pertahanan yang didirikan pada tahun 2017 itu berfungsi untuk mengoordinasikan upaya keamanan siber di sektor pertahanan.

Tidak hanya Singapura, ia mencontohkan Amerika Serikat (AS) dan China yang juga sudah membentuk pasukan khusus yang juga khusus konsentrasi khusus ke siber.

AS memiliki 5 Angkatan pertahanan, darat, udara, laut, antariksa, dan “Cyber War”. Salah satu badan keamanan di AS adalah National Security Agency (NSA).

Saat ini dan ke depan, menurut dia, kekuatan intelijen digital diperlukan untuk secara efektif menangani ancaman digital dari pelaku ancaman eksternal yang diperkirakan akan tumbuh dalam jumlah, kecanggihan, dan organisasi. Beruntungnya tingkat kematangan teknologi di dunia sudah membaik.

Meski diakui oleh Andi, masalah utama sekarang ini teknologi digital berkembang lebih cepat dibandingkan arsitektur keamanannya.

BACA JUGA  Babinsa Koramil 1626-04/Kintamani Terus Kawal Vaksinasi

“Tapi itupun tidak lamban. Saat Presiden Joko Widodo berkuasa pertama kali belum ada badan siber sama sekali. Pada 2018 kemudian dibentuk badan siber, lembaga sandi negara diubah menjadi badan siber. Hanya dalam waktu empat tahun saja di setiap angkatan ada pusat siber termasuk di kepolisian dan badan intelijen. Tingkat adaptasinya ternyata lebih cepat,” katanya.

Di Indonesia, kerusakan yang terjadi belum sistematis. Padahal menurutnya selama 2020-2021 saja terjadi 240 juta kali anomali seperti malware, phishing, ransomware, pencurian data hingga gangguan server.

“Artinya satu bulan 20 juta kali, hampir 1 juta per hari atau ratusan ribu dalam waktu 24 jam saja. Tapi belum ada kan serangan yang merusak secara sistematis dan struktural,” katanya.

Karena itu, kata dia, tantangan terbesar untuk membentuk angkatan keempat ini adalah menyiapkan sumber daya manusia yang khusus mempelajari dunia siber.

BACA JUGA  DK PBB Sahkan Resolusi Tentara Wanita yang Digagas Indonesia

Ia optimistis penyediaan sumber daya ini akan terpenuhi karena pemerintah sekarang menyediakan banyak fasilitas beasiswa kepada anak-anak muda untuk mempelajari dunia siber.

Ia mencontohkan salah satu mahasiswanya di Universitas Indonesia baru saja menyelesaikan studi di bidang keamanan siber di Australia. Tidak hanya itu, belum lama ini seorang anak muda lulusan Binus dan ITB juga baru menyelesaikan studinya di Korea Selatan di bidang alogaritma. “Baru saja lulus, anak muda ini sudah mendapat tawaran magang bekerja di Hyundai,” katanya.

Kehadiran Andi di kanal Youtube tersebut didampingi sejumlah kerabat dekat sesama alumni SMA 39 Cijantung Jakarta yang tergabung dalam Paguyuban 3989.

Perkumpulan ini sendiri digagas oleh Andi Widjajanto yang kemudian didapuk sebagai Ketua Dewan Pembina Paguyuban 3989. Paguyuban 3989 fokus pada aktivitas sosial, pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya alumni SMA 39 Cijantung Jakarta. (Red/02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *