Hemmen
Bali  

Imigrasi Ngurah Rai Detensi WNA Aljazair yang Sering Bikin Onar

Imigrasi Ngurah Rai Detensi WNA Aljazair yang Sering Bikin Onar
SAB (38) WNA asal Aljazair diamankan Imigrasi Ngurah Rai (Foto:Humas Kanim Ngurah Rai)

BADUNG-BALI, SUDUTPANDANG.ID – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai mengamankan dan melakukan pendetensian terhadap seorang pria Warga Negara Asing (WNA) asal Aljazair berinisial SAB (38) yang selalu membuat onar dan melanggar izin tinggal atau overstay.

SAB diamankan oleh tim Inteldakim Imigrasi Ngurah Rai di sebuah penginapan wilayah Legian, pada Rabu (17/4/2024).

Kemenkumham Bali

Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai Suhendra mengatakan penindakan terhadap SAB berawal dari laporan masyarakat yang masuk melalui kanal WhatsApp resmi terkait keresahan akibat keberadaan dan kegiatan WNA di lingkungan tersebut.

“Kami menerima pesan WhatsApp dari masyarakat yang melaporan mengenai adanya WNA yang sering berbuat onar serta diduga overstay. Tim pengaduan masyarakat kemudian mengumpulkan informasi lebih lanjut dari pelapor serta pengecekan pada database keimigrasian. Setelah informasi dirasa cukup, kemudian bekoordinasi dengan bidang Inteldakim yang ditindaklanjuti dengan cepat dengan melakukan pengawasan keimigrasian,” jelas Suhendra dalam keterangannya, Jumat (3/5/2024).

BACA JUGA  Wayan Koster Targetkan Juli Nanti Bali Siap Dikunjungi Wisman

Berdasarkan pemeriksaan, diketahui bahwa SAB terakhir kali masuk ke wilayah Indonesia melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada 17 Mei 2022 menggunakan visa kunjungan indeks B211 dan memiliki Izin tinggal yang sudah habis masa berlaku sejak 15 September 2023.

Suhendra menambahkan, saat ini telah dilakukan pendetensian terhadap SAB di ruang detensi Imigrasi Ngurah Rai sembari menunggu proses pendeportasian.

SAB telah melakukan pelanggaran keimigrasian sebagaimana pasal 78 ayat (3) UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. WNA Aljazair itu akan Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK) berupa deportasi dan namanya akan diusulkan masuk dalam daftar penangkalan

Menurutnya, partisipasi masyarakat dalam pengawasan keberadaan WNA sangat diharapkan untuk menjaga keamanan, ketertiban serta mendukung ekosistem pariwisata di Bali.

BACA JUGA  Polres Tabanan Kembali Ungkap Kasus Narkoba

“Oleh karena itu apabila terdapat WNA yang dicurigai atau diduga melanggar aturan keimigrasian, masyarakat dapat melaporkannya melalui kanal-kanal media sosial resmi Imigrasi Ngurah Rai,” ujar Suhendra.(One/01)