JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Suasana Kejaksaan Agung (Kejagung) RI pada Kamis (23/10) pagi tampak berbeda dari biasanya. Kompleks kantor utama di Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, dipenuhi ratusan karangan bunga ucapan selamat yang berjejer rapi mulai dari gerbang utama hingga koridor gedung. Momen istimewa ini menandai pelantikan 17 Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) serta sejumlah pejabat struktural baru oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin.
Pelantikan tersebut dilaksanakan di Gedung Utama Kejagung dan didasarkan pada Keputusan Jaksa Agung (Kep-JA) Nomor 854 Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Struktural Pegawai Negeri Sipil Kejaksaan RI.
Dalam pelantikan kali ini, sejumlah pejabat senior dan jaksa ahli utama mendapat kepercayaan untuk menduduki posisi strategis. Beberapa di antaranya adalah Chaerul Amir, Jaksa Ahli Utama di JAM Pidana Militer (Pidmil), kini menjabat Sekretaris JAM Pidmil, Rina Virawati, sebelumnya Kajati Kalimantan Selatan, kini menjadi Sekretaris JAM Pembinaan, Ahelya Bustam, mantan Kajati Kalimantan Barat, dilantik sebagai Sekretaris JAM Datun, Andi Muhammad Taufik, eks Kajati Sulawesi Utara, kini menjabat Sekretaris JAM Pengawasan.
Yulianto, dari Kajati Sumatera Selatan, kini menjadi Sekretaris Badan Diklat Kejaksaan, Yuni Daru Winarsih, sebelumnya Kajati Sumatera Barat, kini dipercaya sebagai Direktur Tata Usaha Negara pada JAM Datun, Zet Tadung Allo, dari Kajati Nusa Tenggara Timur, kini menjabat Direktur Penuntutan pada JAM Pidmil.
Selain itu, sejumlah Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) juga memperoleh promosi ke jabatan struktural di berbagai bidang strategis, termasuk Direktorat, Biro, dan Pusat di Kejagung.
Beberapa di antaranya meliputi Dwi Antoro (Wakajati DKI Jakarta) kini menjabat Kepala Biro Perencanaan pada JAM Pembinaan, Sofyan Sele (Wakajati Sumatera Utara) menjadi Kepala Pusat Pemulihan Aset pada Badan Pemulihan Aset Kejaksaan, Sumurung Pandapotan Simaremare kini menjabat Direktur I pada JAM Intelijen, Dedie Tri Hariyadi (Wakajati Riau) diangkat menjadi Direktur Pelanggaran HAM pada JAM Pidsus.
Transiswara Adhi (Wakajati Lampung) kini menjabat Kapusdaskrimti pada JAM Pembinaan, Muhammad Yusfidli A kini dipercaya sebagai Kepala Biro Hukum dan Hubungan Luar Negeri pada JAM Pembinaan, Ikhwan Nul Hakim menjadi Direktur Perdata pada JAM Datun, Zullikar Tanjung (Wakajati Kalimantan Timur) diangkat menjadi Direktur B pada JAM Pidum.
Selain pejabat struktural, 17 Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) juga resmi dilantik. Berikut daftar lengkapnya.
- Muhibuddin – Kajati Sumatera Barat.
- Roch Adi Wibowo – Kajati Nusa Tenggara Timur.
- Emilwan – Kajati Kalimantan Barat.
- Tyas Widiarto – Kajati Kalimantan Selatan.
- Sureng Hariadi – Kajati Jambi.
- Rudy Irwawan – Kajati Maluku.
- Bernadeta Maria Erna Elastiyani – Kajati Banten.
- Sutikno – Kajati Riau.
- I Gde Ngurah Sriada – Kajati DIY Yogyakarta.
- Yudi Indra Gunawan – Kajati Kalimantan Utara.
- Supari – Kajati Maluku Utara.
- Chatarina Muliana – Kajati Bali.
- Jacop Hendrik Pattipeilohy – Kajati Sulawesi Utara.
- Ketut Sumedana – Kajati Sumatera Selatan.
- Didik Farkhan Alisyahdi – Kajati Sulawesi Selatan.
- Siswanto – Kajati Jawa Tengah.
- Hermon Dekristo – Kajati Jawa Barat.
Pelantikan ini sekaligus menjadi bagian dari restrukturisasi besar di tubuh Kejaksaan Agung, guna memperkuat efektivitas, integritas, dan profesionalisme aparat penegak hukum di seluruh Indonesia.
Langkah rotasi dan promosi pejabat ini merupakan bagian dari strategi Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam memperkuat reformasi birokrasi dan penegakan hukum berintegritas.
Dalam setiap pelantikan, Burhanuddin selalu menekankan pentingnya etos kerja, loyalitas, dan tanggung jawab moral terhadap rakyat serta negara.
Kehadiran wajah-wajah baru di jajaran Kajati dan pejabat eselon I-II Kejaksaan RI diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan berbagai program prioritas, termasuk penanganan kasus korupsi, pemulihan aset negara, dan optimalisasi pelayanan hukum publik.(PR/04)









