PASURUAN, JATIM | SUDUTPANDANG.ID – SMP Negeri 4 Pasuruan kembali menghadirkan inovasi pembelajaran yang berorientasi pada penguatan karakter, budaya, dan keterampilan abad 21 melalui penyelenggaraan Bazar Kokurikuler SPANPA tahun pelajaran 2025/2026. Puncak kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 8 November 2025, sebagai output pembelajaran berbasis projek kokurikuler yang dilaksanakan sepekan penuh di setiap jenjang kelas. Program ini dirancang sebagai bagian dari strategi sekolah dalam menguatkan dimensi profil lulusan sekaligus menanamkan jiwa kewirausahaan berbasis budaya lokal pada peserta didik.
Pelaksanaan kokurikuler SPANPA mengacu pada kerangka Delapan Profil Lulusan yang menjadi arah kompetensi lulusan SMP Negeri 4 Pasuruan, meliputi: (1) Keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME, (2) Kewargaan, (3) Penalaran kritis, (4) Kreativitas, (5) Kolaborasi, (6) Kemandirian, (7) Kesehatan, dan (8) Komunikasi. Delapan profil lulusan ini menjadi fondasi pembelajaran sehingga siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan kemampuan hidup yang kontekstual dengan kebutuhan zaman.
Untuk memperkuat identitas lokal dan semangat kewirausahaan, sekolah menetapkan tiga tema utama sesuai jenjang kelas.
Pertama, Kelas 7 mengusung tema “Aku Cinta Indonesia — Jajanan Tradisional (JATRI) Warisan Negeri)”. Melalui tema ini, siswa diajak mengenal lebih dekat kuliner Nusantara. Mereka menelusuri ragam jajanan tradisional, memahami latar budaya, menyiapkan resep, hingga praktik proses produksi. Proses ini bukan sekadar memasak, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga pada kekayaan tradisi bangsa.
Kedua, Kelas 8 mengangkat tema “Pengolahan Makanan Berbahan Dasar Ikan” sebagai bagian dari penguatan kewirausahaan. Siswa melakukan observasi ke lingkungan edukasi perikanan, termasuk fish edupark, untuk memahami potensi ikan sebagai bahan pangan lokal berkualitas. Dari situ, siswa menciptakan produk olahan yang memiliki nilai ekonomis. Tema ini mengasah kreativitas, manajemen produksi, hingga pengambilan keputusan berbasis perhitungan sederhana.
Ketiga, Kelas 9 mengolah tema “Minuman Tradisional (MINAL)” berbasis herbal. Siswa belajar mengenali rempah Nusantara, manfaat kesehatan herbal, serta teknik pengolahan yang higienis. Selain menjaga tradisi, kegiatan ini menanamkan kesadaran hidup sehat dan pemanfaatan kekayaan alam secara bijak.
Puncaknya, seluruh produk sejumlah 144 jenis dari ketiga tema ditampilkan, dipromosikan, dan dijual dalam Market Day SPANPA 2025. Siswa menjadi produsen, pemasar, dan pelayan pelanggan. Mereka menentukan harga jual, mendesain kemasan, membuat poster promosi, hingga menghitung laba rugi. Proses ini mengajarkan keterampilan sosial, komunikasi, tanggung jawab, serta etika berwirausaha yang santun.Marketday SPANPA ini juga disiarkan secara live tik tok: https://www.tiktok.com/@smpn4pasuruan_official/live?enter_from_merge=pc_share&enter_method=pc_share&is_from_webapp=1&sender_device=pc
Keberhasilan kegiatan kokurikuler ini tidak lepas dari peran aktif guru, komite sekolah, orang tua, serta dukungan kemitraan eksternal, termasuk Dinas Perikanan Kota Pasuruan.
Melalui Market Day SPANPA, SMPN 4 Pasuruan telah menjadikan pembelajaran lebih hidup, bermakna, kontekstual, dan berdampak — bukan hanya untuk hari ini, tetapi sebagai bekal keterampilan masa depan.(ACZ)

