Tharisa Optimistis Indonesia Bersinar di Sanda World Cup 2026

Tiga atlet sanda Indonesia siap memulai perjuangan pada ajang 11th Sanda World Cup 2026 yang berlangsung di Tap Seac Multisport Pavilion, Macao, mulai Rabu (13/5/2026). (Foto: PB WI).
Tiga atlet sanda Indonesia siap memulai perjuangan pada ajang 11th Sanda World Cup 2026 yang berlangsung di Tap Seac Multisport Pavilion, Macao, mulai Rabu (13/5/2026). (Foto: PB WI).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Tiga atlet sanda Indonesia siap memulai perjuangan pada ajang 11th Sanda World Cup 2026 yang berlangsung di Tap Seac Multisport Pavilion, Macao, mulai Rabu (13/5/2026). Ketiga atlet tersebut akan menghadapi lawan-lawan tangguh dari sejumlah negara dalam turnamen dunia yang mempertemukan atlet-atlet terbaik pilihan International Wushu Federation (IWUF).

Tiga wakil Indonesia yang turun pada ajang tersebut adalah Tharisa Dea Florentina di kelas 52 kilogram putri, Nasya Aulia Zahra Wahana di kelas 48 kilogram putri, dan Fereddy Sinaga di kelas 52 kilogram putra.

Keikutsertaan mereka menjadi bukti perkembangan positif pembinaan cabang olahraga sanda Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir terus menunjukkan peningkatan prestasi di level internasional.

Pada pertandingan perdana, Tharisa Dea Florentina akan menghadapi atlet Vietnam Thi Phuong Nga Ngo di kelas 52 kilogram putri. Sementara Nasya Aulia Zahra Wahana akan berhadapan dengan atlet tuan rumah China, Du Yuxia, pada kelas 48 kilogram putri.

Sedangkan Fereddy Sinaga dijadwalkan menghadapi wakil Vietnam Van Tam Dinh di kelas 52 kilogram putra.

Bagi Tharisa, lawan yang dihadapinya bukan sosok asing. Atlet andalan Indonesia itu mengaku pernah bertemu dan mengalahkan Thi Phuong Nga Ngo pada pertandingan sebelumnya. Pengalaman tersebut membuatnya optimistis mampu kembali meraih kemenangan di ajang Sanda World Cup 2026.

BACA JUGA  Sesmenpora Lepas Tim Pelajar Garuda ke Bangkok

“Saya sudah pernah mengalahkannya. Saya optimistis bisa mengulanginya kembali. Mudah-mudahan saya bisa meraih prestasi di World Cup 2026,” ujar Tharisa.

Optimisme Tharisa cukup beralasan mengingat dirinya memiliki pengalaman dan prestasi internasional yang mentereng. Atlet sanda putri Indonesia itu tercatat sebagai peraih medali emas SEA Games Kamboja 2023 dan SEA Games Thailand 2025.

Selain itu, Tharisa juga berhasil meraih medali perunggu pada Kejuaraan Dunia Wushu Brasil 2025 bersama Fereddy Sinaga.

Bagi Tharisa dan Fereddy, tampil di ajang kejuaraan dunia bukan pengalaman pertama. Keduanya sudah beberapa kali tampil di level internasional sehingga memiliki pengalaman bertanding menghadapi atlet-atlet elite dunia.

Sementara itu, Nasya Aulia Zahra Wahana diharapkan mampu memanfaatkan kesempatan tampil di Sanda World Cup sebagai ajang menambah pengalaman dan jam terbang internasional.

Pelatih nasional sanda Indonesia Victor mengatakan kondisi para atlet saat ini dalam keadaan prima dan siap menghadapi pertandingan. Ia memastikan persiapan telah dilakukan secara maksimal, baik dari sisi teknik, fisik, maupun mental bertanding.

“Kondisi anak-anak cukup fit dan siap menjalani pertandingan,” kata Victor.

Menurut dia, tampil di ajang sekelas World Cup menjadi kesempatan penting bagi atlet Indonesia untuk mengukur kemampuan sekaligus meningkatkan pengalaman menghadapi lawan-lawan berkualitas dari berbagai negara.

BACA JUGA  Barcelona Kalahkan Atlético Madrid 1-0

Victor juga berharap para atlet mampu tampil percaya diri dan mengeluarkan kemampuan terbaik mereka di arena pertandingan.

Selain Victor, tim Indonesia juga didampingi pelatih nasional Laksamana Pandu Pratama. Mantan atlet nasional tersebut mengaku bangga mendapat kepercayaan menjadi bagian dari tim pelatih nasional Indonesia di ajang internasional.

Bagi Pandu, kesempatan mendampingi atlet di Sanda World Cup menjadi pengalaman baru setelah dirinya memutuskan pensiun sebagai atlet.

“Saya sangat bersyukur dan sangat bangga setelah pensiun jadi atlet langsung dipercaya untuk menjadi pelatih nasional. Semoga saya bisa menjalankan tugas dengan maksimal. Ini adalah pengalaman baru dan tantangan baru,” ujarnya.

Laksamana Pandu Pratama sendiri merupakan mantan atlet sanda Indonesia yang sukses meraih medali perunggu Asian Games Jakarta 2018. Pengalaman bertanding di level internasional menjadi modal penting bagi dirinya dalam membimbing atlet-atlet muda Indonesia.

Keikutsertaan tiga atlet Indonesia di Sanda World Cup 2026 menjadi bagian dari program pembinaan jangka panjang Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) dalam mempersiapkan atlet menghadapi berbagai kejuaraan internasional, termasuk Asian Games Nagoya 2026.

Ajang World Cup juga dinilai strategis untuk melihat perkembangan kemampuan atlet Indonesia dibandingkan negara-negara kuat di cabang olahraga sanda seperti China, Vietnam, dan Iran.

PB WI berharap pengalaman bertanding di Macao dapat meningkatkan mental serta kualitas teknik para atlet sehingga mampu tampil lebih baik pada kejuaraan berikutnya.

BACA JUGA  Ketum PSSI Sambut Antusias BODF Fokus Pemassalan Sepak Bola Putri KU-10-KU-12

Selain itu, pencapaian atlet Indonesia di ajang internasional diharapkan mampu meningkatkan motivasi atlet-atlet muda lainnya untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama bangsa.

Sanda World Cup 2026 menjadi salah satu turnamen paling bergengsi dalam kalender olahraga wushu dunia karena hanya diikuti atlet-atlet terbaik hasil seleksi ketat IWUF berdasarkan prestasi internasional.

Karena itu, tampilnya tiga atlet Indonesia di Macao menjadi pencapaian penting sekaligus bukti bahwa atlet sanda Indonesia kini mulai diperhitungkan di level dunia.

Dengan persiapan yang matang dan pengalaman bertanding yang dimiliki, Indonesia berharap Tharisa Dea Florentina, Nasya Aulia Zahra Wahana, dan Fereddy Sinaga mampu memberikan hasil terbaik sekaligus membawa pulang prestasi membanggakan bagi Merah Putih. (09/AGF).