“Dengan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, upaya membentuk generasi emas Sumut bukan sekadar cita-cita, melainkan langkah nyata menuju masa depan yang lebih cerdas dan berdaya saing.”
TOBA-SUMUT, SUDUTPANDANG.ID – PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL) membuktikan kepeduliannya terhadap pendidikan di Sumatera Utara (Sumut) melalui dukungan terhadap Olimpiade Sains Toba (OST) 2025, yang digelar di Desa Pangombusan, Kabupaten Toba, pada Sabtu (25/10/2025) lalu.
Dukungan terhadap Olimpiade Sains Toba 2025 ini menegaskan peran PT TPL dalam membentuk generasi emas Sumut melalui kolaborasi pendidikan dan industri.
Siaran pers PT TPL, Senin (27/10/2025) menyebutkan bahwa ajang ilmiah ini diinisiasi oleh Pusat Olimpiade Sains Indonesia (POSI) dan Yayasan Bona Pasogit Sejahtera (YBPS), serta diikuti 5.848 peserta dari 300 sekolah lintas kabupaten/kota.
Ribuan pelajar dari berbagai penjuru Sumut berbondong-bondong datang untuk berkompetisi di bidang sains, matematika, dan teknologi.
Industri Turut Menyentuh Dunia Pendidikan
Dukungan TPL terhadap OST menegaskan bahwa perusahaan industri kini tidak hanya berperan dalam kegiatan produksi, tetapi juga berkontribusi terhadap pembangunan sumber daya manusia.
Direktur PT TPL, Monang Simatupang, mengatakan, kegiatan seperti Olimpiade Sains Toba sejalan dengan visi perusahaan dalam menciptakan SDM unggul di wilayah operasionalnya.
“Kompetisi seperti ini harus menjadi budaya agar kita mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” ujar Monang.
Selain memberikan dukungan fasilitas, TPL juga berperan dalam peningkatan kapasitas guru, penyediaan sarana belajar, serta kerja sama strategis dengan YBPS yang mengelola sekolah di sekitar kawasan industri.
Ukur Kompetensi, Bangun Kepercayaan Diri
Direktur POSI, Fahruroji, menyebut OST 2025 sebagai barometer kualitas pendidikan di Sumut. Menurutnya, soal-soal olimpiade dirancang dengan tingkat kesulitan tinggi agar siswa terbiasa menghadapi kompetisi nasional.
“Kami ingin peserta terbiasa dengan tantangan akademik. Ini bukan sekadar lomba, tetapi pembelajaran untuk membangun kepercayaan diri siswa,” ujarnya.
Sebagian besar peserta berasal dari sekolah di daerah nonperkotaan. Mereka menunjukkan semangat tinggi untuk bersaing dengan pelajar dari kota besar seperti Medan dan Pematang Siantar.
Kegiatan ini juga mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumut, Ricardo Hutajulu, menilai OST 2025 menjadi ajang penting untuk memetakan potensi akademik siswa di berbagai wilayah.
“Kami ingin melihat sejauh mana kemampuan siswa Sumut dan menjadikannya dasar pembinaan lanjutan,” katanya.
Ricardo menambahkan, kegiatan ini sejalan dengan visi Toba Mantap 2029 dan Asta Cita Presiden Prabowo dalam membangun SDM berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
Pendidikan dan CSR
Ketua YBPS, Teaczhey Sinyal, mengatakan kolaborasi antara POSI, YBPS, dan TPL menjadi momentum penting dalam membentuk kultur akademik di kawasan industri.
“Kehadiran POSI membawa semangat baru bagi dunia pendidikan di sekitar Toba,” ujarnya.
Sebagai bentuk apresiasi, YBPS memberikan hadiah uang tunai Rp2 juta bagi masing-masing juara umum tingkat SD, SMP, dan SMA. Langkah ini menjadi bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) TPL dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan masyarakat sekitar.
Melalui OST 2025, sinergi antara pendidikan, industri, dan pemerintah daerah terlihat semakin kuat. Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun sumber daya manusia unggul di Sumut.
Dengan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, upaya membentuk generasi emas Sumut bukan sekadar cita-cita, melainkan langkah nyata menuju masa depan yang lebih cerdas dan berdaya saing.(Lentini/01)










