Marciano Norman Buka Kejurnas Wushu 2026

Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman resmi membuka Kejurnas Wushu Kungfu Indonesia dan Kejuaraan Alam Sutera Wushu Taolu Open Nasional 2026 di Tangerang. (Foto: ist/SP).

TANGERANG, SUDUTPANDANG.ID — Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman, resmi membuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Wushu Kungfu Indonesia dan Kejuaraan Alam Sutera Wushu Taolu Open Nasional 2026 di Mall Alam Sutera, Tangerang, Banten, Kamis (23/7/2026).

Ajang yang digelar Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) pada 22–26 Juli 2026 itu menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan atlet menuju prestasi internasional.

Dalam sambutannya, Marciano Norman menegaskan bahwa Kejurnas memiliki peran strategis sebagai bagian dari sistem pembinaan olahraga prestasi nasional.

Melalui kompetisi yang berlangsung secara berjenjang, bibit-bibit atlet potensial dari berbagai daerah dapat terpantau dan dipersiapkan untuk memperkuat tim nasional pada berbagai kejuaraan internasional.

Menurutnya, keberhasilan olahraga Indonesia tidak hanya ditentukan oleh latihan yang berkualitas, tetapi juga melalui kompetisi yang rutin dan berkesinambungan sehingga atlet memiliki pengalaman bertanding yang memadai.

“Kejuaraan Nasional merupakan bagian penting dari sistem pembinaan prestasi. Dari kompetisi seperti ini akan lahir atlet-atlet terbaik yang mampu mengharumkan nama Indonesia di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Marciano Norman.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto yang dinilai konsisten menyelenggarakan berbagai kejuaraan sebagai bagian dari pembinaan prestasi atlet wushu Indonesia.

BACA JUGA  Liga Jabar Istimewa PSSI Jawa Barat Sepak Bola Usia Dini Piala Presiden 2026 Pembinaan Atlet Muda
Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman resmi membuka Kejurnas Wushu Kungfu Indonesia dan Kejuaraan Alam Sutera Wushu Taolu Open Nasional 2026 di Tangerang. (Foto: ist/SP).

Menurut Marciano, komitmen PB WI menghadirkan kompetisi secara berkelanjutan menjadi modal penting untuk menjaga regenerasi atlet sekaligus mempertahankan tradisi prestasi Indonesia di cabang olahraga wushu.

“KONI Pusat memberikan apresiasi dan dukungan penuh kepada Pengurus Besar Wushu Indonesia yang terus berkomitmen menyelenggarakan kompetisi demi peningkatan pembinaan prestasi olahraga wushu,” katanya.

Marciano juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar bertanding dengan semangat tinggi, penuh percaya diri, serta menjunjung tinggi nilai sportivitas selama mengikuti kejuaraan.

Ia mengingatkan bahwa kemenangan maupun kekalahan merupakan bagian dari proses pembelajaran seorang atlet dalam meningkatkan kualitas diri.

“Seluruh peserta merupakan atlet masa depan Indonesia. Kalah dan menang adalah bagian dari proses pembelajaran. Yang terpenting adalah terus berlatih, meningkatkan kualitas, dan mempersiapkan diri untuk memberikan prestasi terbaik bagi bangsa dan negara,” ujarnya.

Selain mengejar prestasi, para atlet juga diharapkan mampu mempererat persatuan, persaudaraan, serta menjalin hubungan baik antarsesama insan olahraga dari berbagai daerah di Indonesia.

Kejurnas Wushu Kungfu Indonesia 2026 diikuti sekitar 700 atlet dari 13 provinsi yang akan bersaing pada berbagai nomor pertandingan.

Sementara itu, Kejuaraan Alam Sutera Wushu Taolu Open Nasional 2026 diikuti 43 klub dan sasana dari berbagai wilayah di Indonesia.

BACA JUGA  Srondeng Cetak Sejarah Emas Lead di Praha

Ketua Harian PB WI, Ngatino, mengatakan pembinaan atlet terus dilakukan sejak usia dini agar Indonesia memiliki regenerasi atlet yang mampu bersaing di level nasional maupun internasional.

Menurutnya, kompetisi seperti Kejurnas menjadi sarana evaluasi sekaligus tolok ukur hasil pembinaan yang telah dilakukan oleh pengurus provinsi, klub, maupun sasana di seluruh Indonesia.

“Pembinaan terus kami lakukan mulai dari usia dini. Harapannya melahirkan atlet-atlet berprestasi baru yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Kompetisi seperti ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi atlet usia dini dan dapat terus diselenggarakan secara rutin,” ujar Ngatino.

Ia menambahkan bahwa semakin sering atlet mengikuti kompetisi, maka kemampuan teknik, mental bertanding, dan pengalaman mereka akan semakin meningkat.

Ketua Panitia Pelaksana Kejurnas Wushu Kungfu Indonesia dan Kejuaraan Alam Sutera Wushu Taolu Open Nasional 2026, Herman Wijaya, mengungkapkan jumlah peserta pada tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.

Peningkatan tersebut menunjukkan semakin besarnya minat masyarakat terhadap olahraga wushu sekaligus menjadi indikator berkembangnya pembinaan di berbagai daerah.

“Kami berharap kompetisi ini menjadi tolok ukur sekaligus pengalaman bertanding bagi atlet-atlet usia dini sehingga mereka semakin termotivasi meraih prestasi yang lebih tinggi,” kata Herman.

BACA JUGA  KONI Laporkan Progres PON 2028 NTT-NTB ke Menpora

Selain menghadirkan pertandingan, pembukaan kejuaraan juga dimeriahkan kehadiran penyanyi sekaligus duta olahraga wushu, Krisdayanti.

Kehadiran figur publik tersebut diharapkan mampu memperluas promosi olahraga wushu kepada masyarakat sehingga semakin banyak generasi muda yang tertarik menekuni cabang olahraga tersebut.

PB WI berharap Kejurnas Wushu Kungfu Indonesia dan Kejuaraan Alam Sutera Wushu Taolu Open Nasional 2026 mampu melahirkan atlet-atlet berbakat dari berbagai daerah yang nantinya dipersiapkan memperkuat tim nasional Indonesia.

Melalui pembinaan yang terstruktur, kompetisi yang berkelanjutan, serta dukungan penuh dari KONI Pusat, Indonesia diharapkan mampu mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi wushu pada ajang internasional, termasuk SEA Games, Asian Games, hingga Kejuaraan Dunia Wushu di masa mendatang. (09/AGF).