PP MPI Kukuhkan Pengprov NTT, Buka Peluang Lebih Luas Jaring Atlet Timnas

Ketua Umum PP MPI Marsekal Muda TNI Purwoko Aji Prabowo.

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Pengurus Pusat Modern Pentathlon Indonesia (PP MPI) akan melantik dan mengukuhkan Pengurus Provinsi (Pengprov) Modern Pentathlon Indonesia Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis, 6 Desember 2025.

Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya PP MPI memperluas jaringan pembinaan atlet modern pentathlon ke seluruh wilayah Indonesia sekaligus memperkuat persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Sekretaris Jenderal PP MPI Marsekal Pertama TNI Ridwan Gultom menjelaskan, prosesi pelantikan akan dipimpin langsung oleh Ketua Umum PP MPI, Marsekal Muda TNI Purwoko Aji Prabowo.

Menurut Ridwan, kegiatan tersebut memiliki makna strategis dalam memperkuat pembinaan olahraga modern pentathlon di kawasan timur Indonesia.

“Pelantikan dan pengukuhan Pengprov NTT tidak hanya soal struktur organisasi, tetapi juga menjadi langkah untuk memperluas jaringan modern pentathlon di seluruh Tanah Air,” ujar Ridwan di Jakarta, Selasa (4/11/2025).

Ridwan menegaskan, pembentukan kepengurusan di daerah merupakan bagian penting dari strategi jangka panjang PP MPI dalam menjaring bibit-bibit atlet potensial dari berbagai provinsi.

Atlet putra modern pentathlon.

Melalui kepengurusan aktif di daerah, diharapkan muncul lebih banyak atlet yang dapat dibina dan berkompetisi hingga tingkat nasional maupun internasional.

BACA JUGA  Alor NTT Diguncang Gempa

“Kami ingin membuka seluas-luasnya kesempatan bagi atlet daerah untuk dibina menjadi atlet nasional. Setiap daerah yang sudah memiliki kepengurusan diharapkan mampu menggelar kejuaraan secara rutin agar dapat melahirkan bibit atlet yang handal,” jelas Ridwan.

Menurutnya, pembinaan atlet modern pentathlon harus dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan, mulai dari tingkat daerah. Hal ini penting agar Indonesia memiliki regenerasi atlet yang siap bersaing di level dunia.

Selain pelantikan, serangkaian kegiatan pendukung juga akan digelar di NTT, termasuk kejuaraan daerah serta pelatihan bagi juri dan wasit.

Program ini, kata Ridwan, merupakan bentuk komitmen PP MPI dalam membangun sistem kompetisi yang mandiri di daerah.

“Kami juga akan mengadakan pelatihan juri dan wasit agar NTT memiliki perangkat pertandingan sendiri. Dengan begitu, mereka tidak perlu terus bergantung kepada juri dari pusat,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PP MPI Marsekal Muda TNI Purwoko Aji Prabowo juga dijadwalkan meninjau langsung venue cabang olahraga modern pentathlon di NTT.

BACA JUGA  BNPB: Gempa NTT Sebabkan 95 Bangunan Rusak

Peninjauan tersebut menjadi bagian dari persiapan NTT sebagai tuan rumah bersama Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk penyelenggaraan PON 2028.

Ridwan menjelaskan, modern pentathlon akan menjadi salah satu cabang olahraga unggulan yang digelar di wilayah NTT.

Karena itu, kesiapan infrastruktur dan perangkat pertandingan menjadi perhatian utama PP MPI.

“Ketua umum akan meninjau langsung venue dan kesiapan NTT sebagai tuan rumah PON bersama NTB. Kami ingin memastikan fasilitas dan perangkat pertandingan benar-benar siap,” tuturnya.

Ia berharap seluruh agenda pelantikan, kejuaraan, dan pelatihan yang digelar di NTT dapat berjalan dengan lancar serta memberikan hasil positif bagi pengembangan olahraga modern pentathlon di Indonesia.

“Semoga semua agenda berjalan lancar dan aman serta menghasilkan tujuan yang kita harapkan bersama. Modern pentathlon harus dikenal lebih luas dan mampu melahirkan prestasi internasional yang membanggakan bangsa,” ujar Ridwan.

Modern pentathlon merupakan cabang olahraga multievent yang menggabungkan lima disiplin, yakni renang, anggar, berkuda, menembak, dan lari.

Di bawah kepemimpinan Marsekal Muda TNI Purwoko Aji Prabowo, PP MPI terus berupaya membangun ekosistem olahraga ini agar mampu bersaing dengan negara-negara lain di kawasan Asia.

BACA JUGA  Inilah Pemenang Lelang Proyek Pengembangan Bandara Komodo

Ridwan menegaskan, pembentukan pengurus provinsi seperti di NTT menjadi bagian dari strategi desentralisasi pembinaan olahraga.

PP MPI ingin memastikan bahwa setiap wilayah memiliki peran aktif dalam melahirkan atlet potensial yang bisa memperkuat Tim Nasional Modern Pentathlon Indonesia.

“Kami yakin dengan kolaborasi antara pusat dan daerah, prestasi modern pentathlon Indonesia bisa meningkat pesat. Pembinaan harus dimulai dari akar rumput,” katanya.

Dengan semangat tersebut, pelantikan Pengprov MPI NTT diharapkan menjadi momentum penting dalam perjalanan modern pentathlon Indonesia menuju prestasi yang lebih tinggi, baik di level nasional maupun internasional.