ATAMBUA-NTT|SUDUTPANDANG.ID –Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Timor Tengah Utara (TTU) sukses menggelar kegiatan Imipas Peduli, yang meliputi layanan Eazy Paspor dan Pengecekan Kesehatan Gratis.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhakti Imipas Ke-I dan bertujuan menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah diakses oleh masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste.
Siaran pers Kantor Imigrasi Atambua, Senin (10/11/2025), menyebutkan, kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi antara Pemkab TTU dan Kantor Imigrasi Atambua, yang ingin memastikan kemudahan akses layanan bagi masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antarlembaga negara demi kesejahteraan masyarakat perbatasan.
Pelayanan Eazy Paspor dan Pengecekan Kesehatan Gratis digelar pada Sabtu (8/11/2025), mulai pukul 06.00 hingga 19.30 WITA di Aula Kantor Bupati TTU.
Dalam kegiatan yang berlangsung lebih dari 13 jam ini, tercatat sebanyak 181 pemohon mengikuti layanan, terdiri atas 88 laki-laki dan 93 perempuan.
Antusiasme masyarakat yang tinggi menunjukkan bahwa layanan Eazy Paspor efektif dan tepat sasaran dalam memenuhi kebutuhan warga perbatasan. Hal ini juga mencerminkan dedikasi petugas dalam memberikan pelayanan optimal yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua, Putu Agus Eka Putra, turut mendampingi dan mengawasi seluruh rangkaian kegiatan. Ia memastikan setiap tahapan pelayanan berjalan sesuai standar, serta mendorong jajaran pegawai untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.
Kegiatan yang telah mendapatkan persetujuan dari Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi NTT ini disambut antusias masyarakat.
Layanan Eazy Paspor sendiri merupakan upaya strategis Kantor Imigrasi Atambua dalam menghadirkan pelayanan paspor non-elektronik bagi masyarakat yang belum mampu membayar tarif paspor elektronik.
Putu Agus Eka putra menegaskan bahwa program ini tidak hanya memberikan tarif lebih terjangkau, tetapi juga menjadi bukti nyata kehadiran negara di wilayah perbatasan untuk memastikan setiap warga memiliki kesempatan sama dalam mengakses dokumen perjalanan yang sah.
Apresiasi
Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, memberikan apresiasi tinggi atas pelaksanaan kegiatan ini. Menurutnya, kehadiran layanan di wilayah TTU sangat membantu masyarakat yang sebelumnya harus menempuh perjalanan jauh hingga 80 km menuju Kantor Imigrasi Atambua.
Program ini dinilai menghemat waktu dan biaya masyarakat, sekaligus berdampak positif terhadap perekonomian lokal. Bupati berharap kegiatan serupa dapat terus digelar sebagai respons nyata pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.
Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Imigrasi NTT, Arvin Gumilang, memberikan dukungan penuh atas langkah inovatif yang diambil Kantor Imigrasi Atambua. Ia menyebut Eazy Paspor sebagai contoh nyata transformasi pelayanan publik yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat di lapangan.
Sementara itu, Plt. Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman, juga mengapresiasi sinergi dan inovasi yang ditunjukkan oleh jajaran Imigrasi daerah perbatasan, menegaskan bahwa layanan ini sejalan dengan arah kebijakan Ditjen Imigrasi untuk menciptakan pelayanan yang humanis, adaptif, dan berkeadilan sosial.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mitigasi terhadap perlintasan ilegal tanpa dokumen perjalanan sah, khususnya menjelang liburan bulan Desember di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste.
Kepala Kantor Imigrasi Atambua menekankan pentingnya penguatan pengawasan dan pelayanan terpadu agar masyarakat memiliki dokumen perjalanan sah, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban daerah perbatasan.
Mengusung tema “Satu Langkah, Satu Semangat, Satu Pengabdian untuk Bangsa”, kegiatan Imipas Peduli menegaskan komitmen Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua untuk bekerja secara konkret, terukur, dan berorientasi pada hasil.
Melalui inovasi dan sinergi, layanan imigrasi di wilayah perbatasan diharapkan semakin merata, inklusif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus mencerminkan upaya bersama dalam mewujudkan pelayanan publik berkualitas.(One/01)









