JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Pasangan ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, berhasil melangkah ke partai final Daihatsu Indonesia Masters 2026 setelah menaklukkan rekan senegara mereka, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, pada laga semifinal yang berlangsung di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (24/1).
Raymond/Joaquin tampil solid dan menunjukkan mental bertanding yang matang dalam pertandingan tersebut. Meski sempat tertinggal jauh pada awal gim pertama, pasangan peringkat tujuh dunia itu mampu bangkit dan mengendalikan permainan hingga akhirnya meraih kemenangan dua gim langsung dengan skor 21-19, 21-14.
Pertandingan semifinal sesama wakil Indonesia ini berlangsung ketat sejak awal. Sabar/Reza langsung tampil agresif dan memanfaatkan momentum untuk unggul cepat 6-0 pada gim pertama.
Tekanan tersebut sempat membuat Raymond/Joaquin kesulitan mengembangkan permainan mereka.
Namun, perlahan Raymond/Joaquin mulai menemukan ritme permainan. Mereka memperbaiki pola serangan, memperkuat pertahanan, serta lebih disiplin dalam menjaga reli. Hasilnya, selisih poin berhasil dipangkas hingga kedua pasangan terlibat duel ketat di paruh gim pertama.
Memasuki poin-poin krusial, Raymond/Joaquin tampil lebih tenang dan efektif dalam memanfaatkan kesalahan lawan. Beberapa smes keras dan permainan net yang rapi membuat mereka mampu membalikkan keadaan dan menutup gim pertama dengan kemenangan tipis 21-19.
Momentum tersebut berlanjut pada gim kedua. Raymond/Joaquin tampil semakin percaya diri, sementara Sabar/Reza terlihat kesulitan keluar dari tekanan. Pasangan unggulan itu langsung unggul sejak awal gim kedua dan terus menjaga jarak poin hingga akhirnya mengunci kemenangan 21-14.
Usai pertandingan, Raymond Indra mengaku bersyukur dapat tampil tanpa kendala dan merasa bangga bisa melaju ke final di hadapan publik Istora. Ia menyebut atmosfer Istora memberikan motivasi tambahan untuk tampil maksimal.
“Puji Tuhan hari ini bisa bermain dengan lancar dan tanpa cedera. Rasanya tentu sangat senang, apalagi bisa bermain di Indonesia, terlebih di Istora. Dari dulu hanya melihat senior-senior bertanding di sini, sekarang bisa merasakannya langsung,” ujar Raymond.
Raymond pun berharap dapat menutup penampilannya di Daihatsu Indonesia Masters 2026 dengan hasil terbaik. Menurutnya, kesempatan tampil di final turnamen level Super 500 di kandang sendiri menjadi momen yang sangat berharga.
“Harapannya tentu bisa menjadi juara di Indonesia. Kami akan berusaha memberikan yang terbaik di final nanti,” tambahnya.
Sementara itu, Nikolaus Joaquin menilai permainan mereka secara keseluruhan berjalan sesuai dengan strategi yang telah disiapkan. Ia mengungkapkan bahwa sejak awal mereka memang menargetkan pola permainan agresif untuk menekan lawan.
“Secara keseluruhan sudah sesuai dengan rencana awal. Kami memang menerapkan pola menyerang sejak awal karena itu strategi kami,” kata Joaquin.
Meski demikian, Joaquin mengakui bahwa Sabar/Reza sempat memberikan kejutan pada awal gim pertama. Ketertinggalan 0-6 membuat mereka harus bekerja lebih keras untuk mengejar poin.
“Di awal gim pertama sempat tertinggal 0-6 karena cukup kaget dengan pola permainan mereka. Kami agak telat mengantisipasi, tetapi beruntung bisa langsung mengejar poin,” ujarnya.
Setelah berhasil keluar dari tekanan tersebut, Joaquin menilai permainan mereka berjalan lebih stabil hingga akhir pertandingan. Antisipasi terhadap pola permainan lawan juga semakin baik seiring berjalannya laga.
“Kami sudah mengantisipasi permainan mereka, dan puji Tuhan semuanya berjalan lancar dari gim pertama sampai gim kedua,” ucap Joaquin.
Di sisi lain, Moh Reza Pahlevi Isfahani mengakui bahwa performa dirinya dan Sabar Karyaman menurun setelah unggul jauh di awal gim pertama. Menurutnya, kondisi tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Raymond/Joaquin.
“Mungkin di pertandingan ini kami sempat unggul jauh di awal. Tapi di pertengahan hingga akhir gim pertama kami agak goyang, dan mereka jadi semakin percaya diri,” ujar Reza.
Ia menambahkan bahwa pada gim kedua, Raymond/Joaquin sudah tampil lebih yakin, sementara dirinya dan Sabar kesulitan mengembalikan momentum.
“Di gim kedua, mereka sudah lebih pede, sementara kami cukup kesulitan untuk mengembalikan keadaan,” katanya.
Sabar Karyaman Gutama pun mengakui peningkatan signifikan yang ditunjukkan Raymond/Joaquin dibandingkan pertemuan sebelumnya di Malaysia Open 2026. Pada turnamen tersebut, Sabar/Reza sempat mengalahkan Raymond/Joaquin dua gim langsung.
“Hari ini mereka bermain lebih percaya diri dibandingkan di Malaysia. Permainan mereka lebih rapi, baik dari segi serangan maupun pertahanan,” tutur Sabar.
Pada partai final, Raymond/Joaquin akan menghadapi pasangan Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin. Ganda Malaysia tersebut melaju ke final setelah menyingkirkan wakil Denmark, Daniel Lundgaard/Mads Vestergaard, dengan kemenangan dua gim langsung 21-9, 21-15.
Laga final ini diprediksi berlangsung sengit, sekaligus menjadi kesempatan bagi Raymond/Joaquin untuk mempersembahkan gelar juara di hadapan publik Istora Senayan. (09/AGF).









