SATRIA Anagram Challenge, Cara Kreatif Bu Mawar Tanamkan Nilai Integritas dan Pendidikan Antikorupsi di SMPN 4 Pasuruan

Pendidikan antikorupsi di SMPN 4 Pasuruan (Foto Istimewa)

PASURUAN – JATIM | SUDUTPANDANG.ID – Pendidikan antikorupsi dapat dilakukan melalui berbagai cara kreatif yang dekat dengan dunia murid. Salah satunya melalui permainan edukatif SATRIA Anagram Challenge: Susun Kata, Teguhkan Integritas, Lawan Korupsi! yang diinisiasi oleh Nurul Mawaridah, yang akrab disapa Bu Mawar, di SMP Negeri 4 Pasuruan.

Kegiatan ini mengajak murid mengenali nilai-nilai integritas melalui permainan anagram, yaitu menyusun huruf-huruf acak menjadi kata yang benar. Berbagai kata yang menjadi tantangan meliputi jujur, disiplin, tanggung jawab, mandiri, berani, adil, sederhana, peduli, kerja keras, transparan, dan integritas.

Melalui permainan ini, murid ditantang untuk berpikir cepat, teliti, dan cermat dalam menemukan jawaban. Suasana pembelajaran menjadi lebih interaktif karena murid tidak hanya diminta menghafal istilah, tetapi juga memahami makna setiap nilai dan menghubungkannya dengan pengalaman sehari-hari.

BACA JUGA  Kebakaran Rumah di Kayu Putih Pulogadung, Dua Anak Ditemukan Meninggal

Bu Mawar mengemas permainan tersebut sebagai salah satu alternatif pembelajaran Pendidikan Antikorupsi yang menyenangkan dan bermakna. Menurut pendekatan ini, penanaman karakter tidak cukup hanya melalui penyampaian teori, tetapi perlu disertai pengalaman belajar yang mendorong murid berpikir, berdiskusi, dan merefleksikan perilakunya.

Setelah berhasil menyusun kata, murid diajak mengidentifikasi contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Kejujuran, misalnya, diwujudkan dengan tidak menyontek saat ujian, mengakui kesalahan, dan berkata sesuai kenyataan. Kedisiplinan ditunjukkan melalui kebiasaan datang tepat waktu, menaati tata tertib, serta segera melaksanakan tanggung jawab tanpa harus selalu diingatkan.

Nilai tanggung jawab juga menjadi perhatian penting. Murid diharapkan mampu menyelesaikan tugas sesuai kesepakatan, menjaga kepercayaan, dan berani menerima konsekuensi dari tindakannya. Sementara itu, sikap mandiri, adil, peduli, dan kerja keras perlu dibiasakan dalam kegiatan pembelajaran maupun interaksi sosial di lingkungan sekolah.

BACA JUGA  Polres Pasuruan Berhasil Amankan Terduga Pelaku Pembunuhan di Purwosari

Melalui SATRIA Anagram Challenge, murid belajar bahwa integritas bukan sekadar kata yang mudah diucapkan. Integritas merupakan keselarasan antara nilai yang diyakini, perkataan, dan tindakan. Sikap tersebut perlu diwujudkan secara konsisten, termasuk ketika tidak ada orang lain yang mengawasi.

Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa perilaku antikorupsi dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Tidak menyontek, tidak mengambil sesuatu yang bukan haknya, bersikap jujur, menaati aturan, dan menggunakan waktu secara bertanggung jawab merupakan langkah nyata untuk membangun budaya integritas sejak dini.

Melalui pendekatan permainan edukatif, Bu Mawar berharap murid semakin antusias mempelajari nilai-nilai antikorupsi sekaligus memiliki komitmen untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, rumah, maupun masyarakat.

SATRIA Anagram Challenge menjadi salah satu upaya menghadirkan pendidikan antikorupsi yang kreatif, partisipatif, dan relevan dengan kehidupan murid. Harapannya, murid SMP Negeri 4 Pasuruan tumbuh menjadi generasi yang jujur, disiplin, berani membela kebenaran, dan bertanggung jawab dalam setiap tindakan.

BACA JUGA  PP Perbasi Panggil 20 Pemain Putri Jalani TC di Surabaya

Susun Kata, Teguhkan Integritas, Lawan Korupsi!

Jujur itu hebat, integritas sepanjang hayat!(ACZ)