Musim Kemarau, Petani Pantura Kabupaten Tangerang Panen Padi 6,2 Ton/Ha

Kegiatan Panen Padi di Kelompok tani Cibentek, Desa Tegal Kunir Kidul, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang (Foto Istimewa)

TANGERANG – SUDUT PANDANG – Pada musim kemarau panjang 2025-2026, para petani yang tergabung dalam kelompok tani Cibentek, Desa Tegal Kunir Kidul, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, panen padi sebanyak 6,2 ton per hektare (HA) menggunakan varietas Inpari 32.

Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid mengatakan kelompok tani Cibentek memiliki luas sawah mencapai 275 HA dan pada hamparan sawah itu dapat panen 1.705 ton gabah.

“Potensi ini dinilai menjadi modal penting bagi Kabupaten Tangerang dalam menjaga ketersediaan pangan, khususnya beras, bagi masyarakat,” kata Maesyal di Mauk dilansir Jumat (16/10/2026).

Maesyal mengatakan hal itu saat panen padi sawah sekaligus pemberian bantuan sarana pertanian di Desa Tegal Kunir Kidul, Kecamatan Mauk, yang juga merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-394 Kabupaten Tangerang Tahun 2026.

BACA JUGA  Bersama PT Mayora, Kodim Pasuruan Sinergi Memelihara Sumber Air

Maesyal menjelaskan pemanfaatan teknologi pertanian juga menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan efisiensi dan mempercepat proses panen bahwa penggunaan mesin pemanen padi atau “combine harvester” dapat memangkas waktu panen secara signifikan.

Namun jika panen secara manual untuk satu hektare lahan membutuhkan waktu dua hingga tiga hari, tetapi mengunakan mesin tersebut dapat rampung dalam waktu sekitar dua jam.

Ia bilang modernisasi pertanian perlu diikuti dengan pengelolaan lahan yang baik, pemenuhan kebutuhan air, penggunaan benih bermutu, dan pemupukan yang tepat. Setelah panen, petani juga didorong segera mempersiapkan lahan untuk musim tanam berikutnya.

“Kelompok tani dan petani setempat telah menyepakati penanaman kembali dengan batas waktu maksimal 14 hari setelah panen agar keberlanjutan produksi tetap terjaga,” ujar Maesyal yang biasa disapa Rudi.

BACA JUGA  Dinilai Penyebab Banjir, Warga Desak PT SMS Bongkar Siring

Rudi menjelaskan sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan pangan, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sedangkan pemerintah daerah menyerahkan bantuan sarana pertanian yang meliputi dua unit traktor tipe crawler, 25 unit pompa air berukuran empat inci, benih padi varietas Inpari 32 sebanyak 1,5 ton, pestisida nabati untuk luasan 500 hektare, serta alat pemotong rumput.

Meski demikian, bantuan tersebut harus dimanfaatkan secara optimal dan dipertanggungjawabkan oleh kelompok tani maupun penerima.

Ia mengharapkan seluruh pihak untuk terus memperkuat sinergi, menjaga lahan pertanian produktif, dan mengoptimalkan luas tambah tanam agar mampu mempertahankan kapasitas produksi pangan di tengah perkembangan kawasan permukiman dan industri. (WAR)