Scaloni Akui Swiss Merepotkan Argentina

Scaloni Akui Swiss Merepotkan Argentina
Pelatih Timnas Argentina Lionel Scaloni mengakui Swiss memberikan perlawanan sengit pada laga perempat final. (Foto: Dok. ESPN)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Pelatih Timnas Argentina Lionel Scaloni mengakui anak asuhnya menghadapi perlawanan yang sangat berat saat menyingkirkan Swiss pada laga perempat final.

Meski berhasil menang 3-1 melalui babak perpanjangan waktu, Scaloni menilai performa Albiceleste masih jauh dari kata sempurna dan membutuhkan banyak perbaikan sebelum menghadapi Inggris di semifinal.

Bermain di Stadion Arrowhead, Kansas, Sabtu (11/7) waktu setempat atau Minggu (12/7) WIB, Argentina harus bekerja keras untuk mengamankan tiket ke empat besar setelah Swiss memberikan tekanan sepanjang pertandingan.

Laga berlangsung ketat sejak menit awal. Argentina sempat unggul lebih dahulu melalui gol Alexis Mac Allister, tetapi Swiss mampu bangkit dan menyamakan kedudukan lewat gol Dan Ndoye, sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.

Dalam waktu tambahan tersebut, Argentina akhirnya memastikan kemenangan berkat gol Julian Alvarez dan Lautaro Martinez yang membawa tim berjuluk Albiceleste menang 3-1 sekaligus melaju ke semifinal.

Usai pertandingan, Scaloni memberikan apresiasi kepada Swiss yang dinilainya tampil disiplin dan mampu menyulitkan permainan Argentina.

Menurutnya, kekuatan fisik yang dimiliki Swiss membuat timnya kesulitan mengembangkan permainan selama waktu normal.

“Kenyataannya kami kesulitan hari ini. Kami tahu mereka tim yang sangat mengandalkan fisik. Saya pikir mereka menempatkan kami dalam kesulitan,” kata Scaloni seperti dikutip dari laman FIFA, Minggu (12/7/2026).

BACA JUGA  Conor McGregor Ditangkap Polisi Irlandia

Pelatih berusia 48 tahun itu mengakui Argentina tidak mampu keluar dari tekanan lawan dalam beberapa fase pertandingan. Ia bahkan menyebut timnya cukup beruntung karena Swiss harus bermain dengan 10 orang setelah kehilangan Breel Embolo.

Penyerang Swiss tersebut menerima kartu kuning kedua pada menit ke-72 setelah dinilai melakukan aksi diving di kotak penalti. Kondisi itu membuat Argentina lebih leluasa menguasai jalannya pertandingan.

Meski unggul jumlah pemain, Scaloni menegaskan kemenangan timnya tidak diraih dengan mudah. Ia menganggap kartu merah yang diterima Swiss menjadi salah satu faktor yang mengubah jalannya pertandingan.

“Kami tidak mampu keluar dari situasi-situasi tertentu. Sebenarnya, hari ini keberuntungan berpihak pada kami karena lawan kehilangan satu pemain akibat kartu merah,” ujarnya.

Menurut Scaloni, setelah Swiss bermain dengan 10 pemain, Argentina mulai menemukan ritme permainan dan mampu meningkatkan intensitas serangan hingga akhirnya mencetak dua gol tambahan pada babak kedua perpanjangan waktu.

“Sejak saat itu, tim mulai melancarkan serangan. Kami harus realistis; ada hal-hal yang perlu diperbaiki, namun meraih kemenangan tentu selalu lebih baik,” tambahnya.

BACA JUGA  Empat Pemain Tersandung, PSSI Masih Tunggu Waktu Bicara

Evaluasi menjadi fokus utama Scaloni menjelang pertandingan semifinal. Ia menilai para pemainnya masih belum tampil sesuai standar yang diharapkan, terutama dalam membangun serangan dan mengatasi tekanan lawan yang bermain agresif.

Keberhasilan melangkah ke semifinal memang menjadi hasil positif, namun Scaloni menegaskan Argentina tidak boleh cepat puas jika ingin kembali meraih gelar juara.

Pada pertandingan melawan Swiss, Argentina masih diperkuat kapten tim Lionel Messi, yang kembali menjadi motor permainan di lini serang.

Kehadiran Messi memberikan ketenangan sekaligus kreativitas dalam membangun serangan, meski mendapat penjagaan ketat dari para pemain Swiss sepanjang laga.

Selain Messi, kontribusi Alexis Mac Allister, Julian Alvarez, dan Lautaro Martinez juga menjadi kunci kemenangan Albiceleste.

Ketiganya mampu memanfaatkan momentum ketika Swiss mulai kehilangan konsentrasi pada babak tambahan.

Sementara itu, Swiss tampil disiplin sepanjang pertandingan dan beberapa kali mampu merepotkan lini pertahanan Argentina melalui serangan balik cepat.

Meski akhirnya tersingkir, penampilan tim Eropa tersebut mendapat apresiasi karena mampu memberikan perlawanan sengit kepada salah satu favorit juara.

Selanjutnya, Argentina akan menghadapi tantangan yang lebih berat di babak semifinal saat bertemu Inggris.

Laga tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, pada Kamis (16/7/2026) pukul 02.00 WIB.

BACA JUGA  Fantastis! Ini Biaya Foto Main Catur Ronaldo vs Messi

Pertandingan diprediksi berlangsung sengit mengingat kedua tim sama-sama memiliki kualitas pemain kelas dunia dan menjadi kandidat kuat peraih gelar.

Scaloni berharap anak asuhnya dapat memanfaatkan waktu persiapan untuk memperbaiki sejumlah kelemahan yang terlihat saat menghadapi Swiss.

Ia menegaskan Argentina harus tampil lebih efektif, lebih tenang dalam menguasai bola, dan lebih solid di semua lini apabila ingin mengatasi kekuatan Inggris.

Kemenangan atas Swiss menjadi modal berharga bagi Argentina untuk melanjutkan langkah di turnamen.

Namun, hasil tersebut juga menjadi pengingat bahwa setiap pertandingan di fase gugur menghadirkan tantangan berbeda.

Dengan evaluasi yang tepat dan peningkatan performa, Messi dan kawan-kawan berharap mampu menjaga peluang melangkah ke partai final dan kembali bersaing memperebutkan gelar juara.(09/AGF)