JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Kejuaraan Panahan Satria Legawa Pro Championship 2026 resmi dimulai di Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP), Jakarta Timur, Jumat (21/8/2026).
Ajang tersebut diikuti sekitar 963 atlet dari dalam dan luar negeri serta menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan olahraga panahan Indonesia.
Kompetisi ini mendapat apresiasi dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat. Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman yang diwakili Wakil Ketua Umum I Mayjen TNI Purn Dr. Suwarno menilai kejuaraan panahan perlu terus digelar secara konsisten.
Menurut Suwarno, panahan merupakan salah satu cabang olahraga Olimpiade yang memiliki potensi besar untuk menyumbangkan prestasi bagi Indonesia.
Karena itu, pembinaan atlet harus dilakukan secara berkesinambungan agar Indonesia memiliki regenerasi atlet yang mampu bersaing di level internasional.

“Panahan ini merupakan cabang olahraga Olimpiade. Indonesia beberapa Olimpiade ikut terus cabang olahraga panahan, tapi yang menyumbang medali bukan dari panahan,” kata Suwarno saat membuka Satria Legawa Pro Championship 2026 di JIEPP.
Ia optimistis konsistensi pembinaan dan kompetisi dapat membuka peluang Indonesia meraih medali Olimpiade dari cabang panahan pada masa mendatang.
“Dengan ikut terus panahan di Olimpiade, kita yakin suatu saat akan dapat medali Olimpiade. Siapa yang dapat? Yang saat ini bertanding,” lanjutnya.
Suwarno menekankan pentingnya pembinaan atlet yang dilakukan secara berkelanjutan. Menurut dia, atlet tidak bisa dipersiapkan secara instan karena membutuhkan proses latihan dan kompetisi yang terukur.
“Pembinaan atlet harus berkesinambungan dan berkecukupan,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan Satria Legawa Pro Championship 2026 yang digelar oleh Satria Legawa, alumni Akademi Angkatan Udara (AAU) angkatan 2002.
“Olahraga panahan harus dilatih terus,” ujar Suwarno.
Satria Legawa Pro Championship 2026 mencatat partisipasi yang cukup besar. Sekitar 883 atlet dari 158 klub di Indonesia ambil bagian dalam kejuaraan tersebut.
Selain peserta dari berbagai daerah di Indonesia, kompetisi juga diikuti sekitar 80 atlet dari enam negara. Keenam negara tersebut adalah Malaysia, Kanada, Hong Kong, Prancis, Thailand, dan Singapura.
Kehadiran atlet mancanegara membuat kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang pembinaan atlet nasional, tetapi juga memberikan pengalaman bertanding melawan peserta dengan latar belakang kompetisi internasional.
Kompetisi yang berlangsung di JIEPP juga diharapkan dapat menjadi ruang bagi atlet muda untuk mengukur kemampuan sekaligus memperkaya pengalaman sebelum tampil di kejuaraan yang lebih tinggi.
Dengan jumlah peserta yang mencapai ratusan atlet, penyelenggaraan Satria Legawa Pro Championship 2026 menunjukkan besarnya minat terhadap olahraga panahan. Kompetisi secara rutin dinilai penting untuk menciptakan atmosfer pertandingan dan meningkatkan kualitas atlet.
Apresiasi terhadap penyelenggaraan Satria Legawa Pro Championship 2026 juga disampaikan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono.
Sambutan Kasau dalam pembukaan dibacakan Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Udara (Aster Kasau) Marsda TNI Dr. Palito Sitorus.
Kasau menilai penyelenggaraan kejuaraan tersebut menunjukkan perkembangan positif karena cakupan peserta semakin luas. Ia juga memberikan apresiasi kepada alumni AAU angkatan 2002 Satria Legawa yang berkontribusi dalam penyelenggaraan kompetisi.
“Kejuaraan ini telah berkembang dengan cakupan yang lebih luas,” ujar Kasau dalam sambutannya.
Kasau menilai olahraga panahan Indonesia memiliki potensi yang kuat dan perlu dikembangkan melalui kompetisi yang konsisten. Ia berharap Satria Legawa Championship dapat terus berkembang dan menjadi wadah untuk melahirkan atlet-atlet panahan berprestasi di tingkat internasional.
“Panahan Indonesia memiliki potensi yang kuat dan perlu dikembangkan melalui kompetisi yang konsisten. Berharap kejuaraan Satria Legawa Championship semakin berkembang dan melahirkan atlet-atlet panahan berprestasi di tingkat internasional,” pesannya.
Palito menambahkan, kompetisi seperti Satria Legawa Pro Championship menjadi tahapan penting dalam mempersiapkan atlet sejak dini. Menurut dia, pertandingan yang rutin dapat membantu atlet membangun mental, semangat, dan pengalaman bertanding.
“Ini merupakan suatu tahapan bagaimana memulai kegiatan dalam pertandingan-pertandingan yang harus dipersiapkan sejak dini. Kita harapkan supaya atlet kita ini mempunyai semangat, mempunyai prestasi yang bisa kita andalkan nanti di dunia panahan,” jelas Palito.
Pembukaan Satria Legawa Pro Championship 2026 ditandai dengan seremoni pelepasan panah ke arah balon yang telah disiapkan panitia.
Momen tersebut menjadi simbol dimulainya rangkaian pertandingan yang mempertemukan atlet panahan nasional dan internasional.
Turut hadir dalam seremoni pembukaan salah satu legenda panahan Indonesia, Nurfitriyana Saiman. Ia merupakan bagian dari trio Srikandi Panahan Indonesia yang meraih medali perak pada Olimpiade Seoul 1988.
Kehadiran Nurfitriyana memberikan nilai historis tersendiri bagi penyelenggaraan kompetisi. Prestasinya bersama tim panahan putri Indonesia menjadi salah satu tonggak penting perjalanan olahraga panahan Tanah Air di ajang Olimpiade.
Dengan dukungan federasi, pembinaan yang berkelanjutan, serta kompetisi yang semakin rutin dan terbuka bagi peserta internasional, Satria Legawa Pro Championship 2026 diharapkan dapat ikut memperkuat ekosistem panahan Indonesia.
Ajang tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi atlet-atlet muda untuk menunjukkan kemampuan dan membuka peluang regenerasi menuju panggung internasional, termasuk Olimpiade. (09/AGF).










