JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Seorang warga di wilayah Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara (Malut), di wilayah Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara (Malut), meninggal dunia akibat tersambar petir, demikian laporan yang diterima oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Dalam keterangan yang dikutip dari Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari di Jakarta, Ahad (21/6/2026) disebutkan BNPB menerima laporan terkait kejadian cuaca ekstrem Kabupaten Pulau Morotai, yang mengakibatkan seorang warga meninggal dunia akibat tersambar petir itu.
Berdasarkan laporan kronologis dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, kata dia, korban merupakan seorang nelayan setempat.
“Seorang warga Desa Bido, Kecamatan Morotai Timur, yang baru kembali dari aktivitas melaut diduga tersambar petir dan meninggal dunia akibat cuaca ekstrem yang melanda kawasan pesisir tersebut pada Kamis (18/6),” katanya.
Ia menjelaskan sesaat setelah peristiwa itu terjadi, jajaran petugas darurat di tingkat tapak bersama warga langsung melakukan evakuasi dan menyerahkan jenazah korban kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.
Sebagai bentuk kepedulian dan penanganan dampak pascabencana, kata dia, Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai saat itu juga telah mempersiapkan penyaluran santunan duka kepada keluarga korban yang ditinggalkan.
Berdasarkan hasil kaji cepat dan pemantauan visual di sekitar lokasi kejadian, BPBD memastikan tidak terdapat laporan mengenai kerusakan infrastruktur maupun kerugian materiil pada pemukiman warga akibat cuaca buruk tersebut.
Kendati demikian, katanya, fenomena cuaca ekstrem yang memicu petir dan angin kencang di wilayah kepulauan Malut ini tetap memerlukan perhatian khusus, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di sektor maritim.
Untuk itu, BNPB mengimbau pemerintah daerah, para nelayan, dan masyarakat di kawasan pesisir Pulau Morotai untuk selalu memantau prakiraan cuaca berkala dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta menunda aktivitas melaut jika kondisi awan konvektif atau cumulonimbus mulai menebal demi keselamatan, demikian Abdul Muhari.
Sementara itu dalam akun Instagram ternatearea yang dikutip disebutkan bahwa sesuai informasi yang dilansir tandaseru.com, dinyatakan seorang nelayan bernama Sofyan Awat (54), warga Desa Mira, Kecamatan Morotai Timur, Kabupaten Pulau Morotai, ditemukan meninggal dunia setelah diduga tersambar petir saat memancing di perairan antara Desa Bido dan Desa Yao, Kecamatan Morotai Utara, Jumat (19/6/2026). (Red/Ant/02)










