Berita  

SPSL Perkuat Budaya HSSE di Ekosistem Pelabuhan

PT Pelindo Sinergi Lokaseva Tingkatkan Awareness HSSE untuk Perkuat Ekosistem Layanan Pendukung Pelabuhan. (Foto: ist/SP)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) terus memperkuat implementasi aspek Health, Safety, Security and Environment (HSSE) atau Keamanan, Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) di seluruh area operasional perusahaan sebagai bagian dari komitmen mendukung pengembangan ekosistem layanan pendukung pelabuhan yang sehat, aman, dan berkelanjutan.

Sebagai subholding BUMN kepelabuhanan yang bergerak di bidang layanan pendukung pelabuhan serta pengembangan kawasan terintegrasi, SPSL menilai budaya keselamatan kerja menjadi fondasi utama dalam menjaga keandalan operasional dan mendukung transformasi bisnis perusahaan di masa depan.

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Retno Soelistianti, mengatakan penguatan budaya HSSE menjadi bagian penting dari strategi perusahaan dalam memastikan seluruh aktivitas operasional berjalan sesuai standar keselamatan dan keberlanjutan.

“Seiring transformasi bisnis group perusahaan, kami terus memastikan agar anak-anak usaha operasional kami secara bertahap membangun aspek keselamatan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari setiap operasional dan pengembangan kawasan yang dijalankan,” ujar Retno, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, SPSL ingin menghadirkan layanan kepelabuhanan yang tidak hanya terintegrasi secara bisnis, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan berkelanjutan bagi seluruh pekerja maupun mitra usaha.

Retno menegaskan, implementasi HSSE bukan sekadar pemenuhan regulasi, tetapi menjadi budaya kerja yang harus diterapkan secara konsisten di seluruh lini operasional perusahaan.

BACA JUGA  Rumahnya Direhab, Ibu Rudi Sampaikan Terima Kasih Pada TNI

Untuk memperkuat budaya keselamatan tersebut, SPSL secara rutin menjalankan berbagai program peningkatan awareness atau kesadaran K3L di lingkungan kerja perusahaan.

Program tersebut meliputi pelaksanaan safety induction, drill and exercise, hingga safety forum yang dilakukan secara berkala di berbagai area operasional group perusahaan.

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman pekerja internal, tenaga eksternal, serta mitra kerja terhadap pentingnya penerapan keselamatan kerja dalam mendukung operasional perusahaan.

Melalui program tersebut, SPSL berharap seluruh pihak yang terlibat dalam operasional perusahaan dapat memiliki kesadaran kolektif dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan kondusif.

Selain program edukasi, perusahaan juga menjalankan langkah preventif melalui safety briefing, management walkthrough, dan safety patrol yang dilakukan secara rutin di area operasional.

Langkah tersebut bertujuan memastikan seluruh aktivitas operasional berjalan sesuai standar keselamatan kerja sekaligus mengidentifikasi potensi risiko sejak dini.

Retno menjelaskan, pengawasan berkala menjadi bagian penting dalam memastikan implementasi HSSE berjalan efektif dan berkelanjutan di seluruh unit usaha perusahaan.

“Guna memastikan seluruh inisiatif tersebut berjalan efektif, perusahaan secara rutin melakukan monitoring dan rapat evaluasi atas implementasi program Keselamatan dan Kesehatan Kerja setiap bulannya,” katanya.

Sejalan dengan perkembangan teknologi dan dinamika operasional di lapangan, SPSL juga terus melakukan berbagai inovasi dalam penerapan sistem keselamatan kerja.

BACA JUGA  Arsitek DKI Berperan Penting Mendesain Bangunan di Lahan Sempit

Salah satu langkah yang dilakukan adalah penerapan metode safety induction secara online guna meningkatkan efisiensi dan memudahkan pekerja maupun mitra kerja dalam memahami standar keselamatan sebelum memasuki area operasional.

Perusahaan juga mulai mengoptimalkan penggunaan closed circuit television (CCTV) untuk melakukan monitoring penerapan K3L secara lebih efektif dan efisien di lapangan.

Melalui pemanfaatan teknologi digital tersebut, perusahaan dapat melakukan pengawasan operasional secara real time sehingga potensi pelanggaran keselamatan dapat diminimalkan lebih cepat.

Tidak hanya itu, SPSL juga melakukan inovasi melalui pemberian Safety Induction Card kepada pengemudi yang memasuki area operasional di wilayah kerja Pontianak.

Program tersebut menjadi inisiatif perdana perusahaan sebagai pengingat bagi para pengemudi terhadap standar keselamatan kerja yang wajib dipatuhi selama berada di area operasional pelabuhan.

Menurut Retno, langkah-langkah tersebut menunjukkan komitmen perusahaan dalam membangun budaya HSSE yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan operasional modern.

Ia menambahkan, penguatan budaya keselamatan tidak hanya berdampak pada perlindungan pekerja, tetapi juga berpengaruh terhadap peningkatan produktivitas dan efisiensi operasional perusahaan secara keseluruhan.

Sebagai bagian dari Pelindo Group, SPSL memiliki peran penting dalam mendukung layanan pendukung pelabuhan nasional melalui berbagai sektor usaha, mulai dari pengelolaan kawasan, layanan alat, pengelolaan limbah, hingga logistik pendukung pelabuhan.

BACA JUGA  Desa Meranti Dikunjungi Tim Evaluasi Lomba LBS Sumut

Karena itu, implementasi HSSE dinilai menjadi faktor krusial dalam menjaga kelancaran rantai logistik dan mendukung pertumbuhan ekosistem kepelabuhanan nasional yang berdaya saing.

Ke depan, SPSL berkomitmen terus memperkuat implementasi HSSE melalui peningkatan standar operasional, penguatan budaya keselamatan, serta inovasi berkelanjutan di seluruh lini bisnis perusahaan.

Perusahaan juga menargetkan terciptanya ekosistem layanan pendukung pelabuhan yang semakin sehat, aman, modern, dan kompetitif di tengah tantangan industri logistik dan kepelabuhanan yang terus berkembang.

“Ke depan, SPSL akan terus memperkuat implementasi HSSE melalui peningkatan standar operasional, penguatan budaya K3L serta inovasi berkelanjutan di seluruh lini bisnis perusahaan guna menciptakan ekosistem layanan pendukung kepelabuhanan yang semakin sehat, aman, dan berdaya saing,” tutup Retno. (09/AGF).