JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Petinju muda berbakat asal Puerto Riko, Xander Zayas berhasil mencuri perhatian dunia tinju setelah menjadi juara dunia termuda kelas welter super WBO pada usia 22 tahun. Prestasi ini ia raih setelah mengalahkan petinju asal Meksiko, Jorge Garcia Perez, di Madison Square Garden, New York.
Pada laga tersebut, Zayas menang angka mutlak dengan skor 116-112, 118-110, dan 119-109. Kemenangan ini memperpanjang rekor tak terkalahkan miliknya menjadi 22 kemenangan tanpa kalah di dunia tinju profesional.
“Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Melihat pendukung Puerto Riko di sini sungguh luar biasa,” ujar Xander Zayas setelah pertarungan.
- Nama Lengkap: Xander Yarob Zayas Castro.
- Kelahiran: 5 September 2002, Puerto Riko.
- Usia: 22 tahun.
- Agama: Katolik.
- Kelas Tinju: Welter Super (Super Welterweight).
- Rekor Profesional: 22-0 (Tak Terkalahkan).
Xander Zayas memulai karier tinjunya pada usia 16 tahun dan menandatangani kontrak dengan promotor besar Top Rank di usia 17 tahun. Ia terkenal dengan gaya bertarung agresif, kombinasi pukulan cepat, dan kekuatan jab yang mematikan.
Pada pertarungan perebutan gelar dunia melawan Jorge Garcia Perez, jab cepat Zayas menjadi kunci kemenangan. Meski lawannya sempat menekan di ronde keenam, Zayas berhasil mendominasi hingga akhir laga.
Di luar ring, Zayas dikenal sebagai sosok yang dekat dengan keluarga dan religius. Ia menganut agama Katolik dan kerap menyebut bahwa iman membantunya tetap fokus dan termotivasi dalam kariernya.
Zayas tinggal bersama ibunya, ayah tirinya, dan saudara perempuannya di Plantation, Florida, Amerika Serikat. Saat pertama pindah ke AS, ia tidak bisa berbahasa Inggris, tetapi hanya membutuhkan empat bulan untuk mempelajarinya berkat dukungan keluarganya.
Semasa remaja, ia menempuh pendidikan homeschooling agar bisa fokus berlatih tinju, dan ibunya mensyaratkan ia tetap lulus SMA sebelum menjadi petinju profesional. Ia juga pernah menyatakan minat untuk melanjutkan studi hukum pidana di masa depan.
Selain tinju, Xander Zayas adalah penggemar game dan kerap menghabiskan waktu luangnya bermain bersama teman-temannya.
Zayas kerap dibandingkan dengan legenda tinju Puerto Riko seperti Miguel Cotto dan Wilfred Benitez, namun ia menegaskan ingin dikenal sebagai dirinya sendiri.
“Saya ingin orang-orang mengakui usaha saya dan melihat siapa sebenarnya Xander Zayas,” ungkapnya.
Dengan prestasi gemilang di usia muda dan rekor tak terkalahkan, Xander Zayas digadang-gadang akan menjadi salah satu petinju terbaik dunia di masa depan.(04)










