BANDUNG, SUDUTPANDANG.ID – Ketua DPRD Jawa Barat Bucky Wibawa Karya Guna memberikan dukungan penuh terhadap rencana pembentukan Dewan Kebudayaan Jawa Barat yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dukungan tersebut disampaikan dalam pertemuan silaturahmi dengan tim inti calon pengurus Dewan Kebudayaan Jabar, di ruang kerja Ketua DPRD Jabar, Selasa (14/10/2025).
Dalam kesempatan itu, Bucky menegaskan bahwa Dewan Kebudayaan Jawa Barat diharapkan menjadi wadah kolaborasi antara tokoh-tokoh budaya, akademisi, dan masyarakat adat, guna memperkuat pelestarian budaya Sunda dan berbagai kearifan lokal lainnya.
“Dewan Kebudayaan harus menjadi ruang inklusif yang mempersatukan semua elemen budaya. Selain menjaga warisan leluhur, lembaga ini juga harus menghadirkan terobosan kreatif untuk menjawab tantangan zaman,” ujar Bucky.
Ia menambahkan, DPRD Jawa Barat saat ini tengah memproses Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Kemajuan Kebudayaan, yang diharapkan menjadi dasar hukum kuat untuk mempercepat pembangunan kebudayaan di tingkat provinsi.
Bucky juga menyoroti pentingnya penanaman nilai-nilai budaya Sunda sejak jenjang pendidikan dasar. Menurutnya, nilai filosofis budaya lokal seperti gotong royong, sopan santun, dan tanggung jawab perlu diintegrasikan dalam sistem pendidikan agar generasi muda tidak tercerabut dari akar budayanya.
“Budaya Sunda memiliki filosofi luhur. Dewan Kebudayaan harus mampu menjembatani agar nilai-nilai itu kembali hidup di masyarakat, terutama melalui dunia pendidikan,” tegasnya.
Koordinator Panitia Calon Dewan Kebudayaan Jabar, Anton Charliyan, menyambut baik dukungan DPRD tersebut. Ia menyebut bahwa timnya telah menyiapkan berbagai langkah konkret untuk mewujudkan lembaga kebudayaan yang solid dan terbuka bagi semua kalangan.
“Kami ingin Dewan Kebudayaan Jabar menjadi payung bagi semua pelaku budaya, tanpa sekat atau kepentingan kelompok. Sinergi dengan DPRD dan pemerintah daerah akan terus kami bangun,” kata Anton.
Anton juga menjelaskan bahwa pihaknya telah menyusun modul pembelajaran berbasis nilai-nilai Sunda Panca Waluya Cageur, Bageur, Bener, Pinter, Singer, yang nantinya akan diterapkan di berbagai jenjang pendidikan. Modul ini diharapkan menjadi fondasi moral dan karakter bagi generasi muda Jawa Barat.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan. Selain Ketua DPRD dan tim inti calon pengurus, hadir pula sejumlah tokoh budaya Jawa Barat seperti:
Kang Oman Ki Pamanah Rasa, Kang Andre Preanger, Bunda Madrim, Bunda R. Sonya, Wa Deden Hidayat, Kang Ir. Ocha, Dr. Elis Suryani, Prof. Agus Garut, Bunda Wida dan Ida Agung Siliwangi dan istri
Mereka sepakat bahwa pembentukan Dewan Kebudayaan Jawa Barat akan menjadi momentum penting dalam menguatkan identitas dan karakter masyarakat Sunda di tengah arus globalisasi.
Dengan adanya dukungan legislatif dan partisipasi aktif para tokoh budaya, pembentukan Dewan Kebudayaan Jabar diharapkan menjadi tonggak baru dalam penguatan ekosistem kebudayaan daerah.
Langkah ini juga sejalan dengan visi Pemprov Jabar untuk menjadikan Jawa Barat sebagai provinsi dengan kemajuan budaya berkelanjutan, berbasis pada nilai-nilai lokal yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Kebudayaan adalah jati diri bangsa. Selama nilai-nilai itu hidup di masyarakat, Jawa Barat akan terus memiliki arah dan karakter yang kuat,” tutup Bucky.(PR/04)










