Rapat koordinasi itu bertujuan menyamakan persepsi sekaligus menyepakati jadwal pelaksanaan TMMD Reguler Tahun 2026 yang direncanakan berlangsung di Desa Wonosari, Kabupaten Pasuruan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko, S.Sos., M.Si., mengatakan TMMD merupakan program lintas sektoral yang rutin dilaksanakan setiap tahun dengan melibatkan perangkat pemerintah daerah. Sejumlah pertemuan yang telah dilakukan sebelumnya, menurut dia, merupakan bagian dari proses perencanaan kegiatan fisik dan nonfisik, termasuk dalam hal penganggaran oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan.
Adapun rencana kegiatan fisik TMMD Reguler Tahun 2026 meliputi upacara pembukaan dan penutupan, program rumah tidak layak huni (RTLH), perbaikan jalan poros desa, perbaikan plengsengan, normalisasi saluran sungai, serta rehabilitasi ruang guru.
Sementara itu, kegiatan nonfisik mencakup pameran produk unggulan dan pelayanan usaha, sosialisasi wawasan kebangsaan, pengobatan gratis dan layanan keluarga berencana (KB), pembagian sembako bagi lanjut usia, pelatihan membatik, sosialisasi bahaya narkoba, bantuan bibit padi, layanan pustaka keliling, serta sosialisasi kebencanaan.
Dandim 0819/Pasuruan Letkol Inf Boga Bramiko mengatakan, meskipun masih terdapat sejumlah kendala administrasi di masing-masing bagian, hal tersebut tidak menjadi penghambat utama dalam pelaksanaan TMMD.
“Kami Kodim 0819/Pasuruan memohon dukungan dari seluruh pihak agar pelaksanaan TMMD dapat berjalan sukses. Kegiatan ini menjadi salah satu program strategis bagi Kabupaten Pasuruan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kepastian pelaksanaan kegiatan fisik dan nonfisik, termasuk kemungkinan pelaksanaan pra-TMMD, diharapkan dapat segera ditetapkan. Apabila masih terdapat kendala administrasi maupun teknis, menurut dia, hal tersebut perlu segera diselesaikan dan dilaporkan kepada pimpinan agar tidak menghambat pelaksanaan program.
(ACZ/08)