Kendaraan Membludak saat Libur Lebaran, Lalu Lintas di Bandung, Nagreg dan Cianjur Tersendat

Avatar photo
Kendaraan Membludak saat Libur Lebaran, Lalu Lintas di Bandung, Nagreg dan Cianjur Tersendat
Kondisi lalu lintas di Nagreg pada Minggu (22/3/2026).(Foto::Den/Sudutpandang.id)

BANDUNG, SUDUTPANDANG.ID – Kepadatan lalu lintas terjadi di sejumlah wilayah Jawa Barat pada libur hari kedua Idulfitri 1447 Hijriah, Minggu (22/3/2026). Arus wisata dan pergerakan pemudik menyebabkan peningkatan volume kendaraan di Kota Bandung hingga jalur Nagreg pada liburan Lebaran.

Di Kota Bandung, kepadatan terpantau di sejumlah ruas jalan, terutama Jalan Ir. H. Juanda (Dago) yang menjadi jalur menuju kawasan wisata Lembang.

Arus kendaraan didominasi wisatawan dari luar kota, termasuk wilayah Jabodetabek, serta masyarakat lokal yang memanfaatkan libur Lebaran.

Kemacetan terjadi di titik-titik pusat kuliner dan kawasan oleh-oleh di sepanjang Dago. Antrean kendaraan juga terlihat di simpang Terminal Dago menuju arah Lembang.

BACA JUGA  Festival Lima Gunung di Magelang Ditutup Dengan Kirab Seniman

Petugas kepolisian disiagakan untuk mengatur lalu lintas agar tetap lancar.

Sementara itu, kondisi lalu lintas di jalur Nagreg, Kabupaten Bandung, juga mengalami kepadatan.

Hingga malam hari, antrean kendaraan mengular dari kawasan Cikaledong hingga Cagak Nagreg ke arah Garut dan Tasikmalaya.

107.454 Kendaraan

Data Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung mencatat sebanyak 107.454 kendaraan melintas menuju arah timur (Garut dan Tasikmalaya) hingga pukul 18.00 WIB.

Adapun dari arah sebaliknya menuju Bandung tercatat sebanyak 80.192 kendaraan.

Kepala Bidang Pengembangan Transportasi Dishub Kabupaten Bandung, Eric Alam Prabowo, menyebut kepadatan dipicu pertemuan arus mudik lokal, arus wisata, serta mulai meningkatnya arus balik.

“Kepadatan terjadi karena arus mudik lokal masih berlangsung dan bercampur dengan arus wisata. Selain itu, arus balik dari arah timur ke barat juga mulai meningkat,” ujarnya.

BACA JUGA  Polemik Seputar Seragam PNS di 3 Kementerian yang Disebut Mirip Militer

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati selama perjalanan, terutama di jalur-jalur rawan kepadatan dan memiliki kontur jalan yang menantang, seperti di kawasan Nagreg.

Cianjur

Berbeda dengan Bandung dan Nagreg, di wilayah Cianjur dilakukan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan.

Polres Cianjur memberlakukan sistem satu arah (one way) dari arah Bandung Barat menuju Cianjur setelah antrean kendaraan sempat mencapai sekitar 8 kilometer.

Rekayasa lalu lintas tersebut diterapkan guna memperlancar arus kendaraan yang menuju kawasan wisata maupun jalur penghubung antardaerah.(tim)