Revitalisasi Pasar Tradisional Pasuruan Menuju Mandiri dan Profesional

Pemkab Pasuruan dalam kunjungan ke Jakarta untuk mempelajari inovasi pengelolaan pasar (Foto Istimewa)

PASURUAN – JATIM | SUDUTPANDANG.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan mulai mengambil langkah strategis dalam merombak sistem pengelolaan pasar tradisional menuju model yang lebih mandiri, modern, dan profesional. Upaya ini ditandai dengan kunjungan kerja ke Jakarta guna mempelajari skema bisnis yang telah sukses diterapkan oleh perusahaan daerah berskala nasional.

Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, dalam mendorong transformasi sektor perdagangan daerah. Fokus utama pembenahan diarahkan pada optimalisasi fungsi pasar, tidak hanya sebagai pusat transaksi jual beli, tetapi juga sebagai ruang publik produktif yang mampu menghasilkan pendapatan tambahan bagi daerah.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan Pemkab Pasuruan mempelajari inovasi pengelolaan pasar yang dinilai berhasil di Jakarta, khususnya dalam pemanfaatan ruang-ruang yang sebelumnya tidak tergarap. Salah satu konsep yang menjadi perhatian adalah pemanfaatan area atap (rooftop) pasar menjadi fasilitas olahraga komersial.

BACA JUGA  Kodam Jaya Berbagi Takjil Gratis, Disambut Antusias Masyarakat

“Ini menjadi inspirasi besar bagi kami. Ternyata pasar bisa dikembangkan menjadi tempat olahraga seperti bulu tangkis, futsal, bahkan padel yang disewakan. Ini membuka peluang baru untuk peningkatan pendapatan,” ujar Rusdi Sutejo, Rabu (15/4).

Saat ini, pengelolaan pasar di Kabupaten Pasuruan masih berada di bawah naungan Dinas Koperasi dan Perdagangan (Diskoperindag) dan sangat bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ketergantungan ini dinilai menjadi salah satu kendala dalam percepatan pembangunan dan perbaikan fasilitas pasar, mengingat proses birokrasi anggaran yang memerlukan waktu cukup panjang.

Melalui studi banding ini, Pemkab Pasuruan berupaya menggali konsep core business pengelolaan pasar yang lebih fleksibel dan berorientasi pada kemandirian finansial. Ke depan, pasar diharapkan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pembiayaan dari pemerintah daerah.

BACA JUGA  Christian Gunawan Akhirnya Mendarat di West Bandits

“Kami ingin pasar di Pasuruan bisa mandiri. Oleh karena itu, kami belajar tentang fleksibilitas pengelolaan keuangan agar bisa diterapkan di daerah,” tambahnya.

Selain fokus pada pengelolaan pasar, kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk mempromosikan potensi unggulan Kabupaten Pasuruan, khususnya di sektor pertanian dan peternakan. Pasuruan dikenal sebagai salah satu penghasil susu segar terbesar kedua di Jawa Timur, selain juga memiliki produksi sayuran dan telur yang melimpah.

Pemkab Pasuruan melihat peluang besar untuk menjalin kerja sama pemasaran dengan pasar-pasar di Jakarta guna memperluas distribusi produk lokal. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan nilai jual komoditas sekaligus kesejahteraan petani dan peternak di daerah.

“Ada beberapa sektor pertanian yang berpotensi menjadi andalan kerja sama dengan Jakarta, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

BACA JUGA  Kemenag: Jamaah Haji Jangan Masukkan Air Zamzam ke Koper Bagasi

Dengan langkah awal ini, Pemkab Pasuruan optimistis dapat menghadirkan wajah baru pasar tradisional yang tidak hanya modern dan tertata, tetapi juga berdaya saing serta berkontribusi nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).(ACZ)