JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Langkah Timnas Basket U18 Putra Indonesia untuk menembus FIBA U18 Asia Cup 2026 harus terhenti di babak semifinal FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026.
Menghadapi tuan rumah Thailand di Chan Ka Pho Gymnasium, Sabtu malam (13/6/2026), skuad Merah Putih dipaksa mengakui keunggulan lawan dengan skor 50-68.
Kekalahan tersebut menjadi hasil negatif pertama Indonesia sepanjang turnamen.
Sebelumnya, Timnas Basket U18 Putra tampil impresif dengan meraih dua kemenangan beruntun, yakni mengalahkan Laos dengan skor telak 89-35 dan menundukkan Malaysia 65-55 pada fase grup.
Namun, hasil semifinal menjadi penentu perjalanan Indonesia menuju putaran final FIBA U18 Asia Cup 2026.
Kekalahan dari Thailand membuat Indonesia gagal mengamankan tiket ke kejuaraan Asia yang akan berlangsung di Ahmedabad, India, pada 13-23 Agustus 2026.
Manajer Timnas Basket U18 Putra, Cokorda Raka Satrya Wibawa, menjelaskan bahwa hanya dua tim finalis dari ajang kualifikasi zona Asia Tenggara atau SEABA yang berhak melaju ke FIBA U18 Asia Cup 2026.
“Benar, kami tidak lolos ke FIBA U18 Asia Cup karena yang qualified cuma dua tim,” ujar Cokorda Raka.
Meski gagal mencapai target utama, perjuangan para pemain muda Indonesia mendapat apresiasi karena tetap menunjukkan semangat juang tinggi sepanjang pertandingan melawan Thailand.
Sejak tip-off dimulai, Indonesia sebenarnya mampu memberikan perlawanan sengit kepada tim tuan rumah.
Para pemain tampil percaya diri dan tidak terpengaruh oleh tekanan ribuan pendukung Thailand yang memenuhi arena pertandingan.
Kuarter pertama berlangsung ketat dengan kedua tim saling berbalas poin.
Indonesia mampu mengimbangi permainan cepat Thailand dan hanya tertinggal tipis 14-15 saat kuarter pertama berakhir.
Memasuki kuarter kedua, situasi mulai berubah. Produktivitas poin Indonesia mengalami penurunan sehingga kesulitan menembus pertahanan rapat yang diterapkan Thailand.
Sementara itu, tim tuan rumah tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang.
Indonesia hanya mampu menambah delapan poin sepanjang kuarter kedua, sedangkan Thailand berhasil mencetak 17 poin.
Kondisi tersebut membuat Thailand memperlebar keunggulan menjadi 32-22 saat turun minum.
Tertinggal 10 poin, Timnas Basket U18 Putra mencoba bangkit pada kuarter ketiga.
Upaya mengejar ketertinggalan terus dilakukan melalui permainan agresif dan peningkatan intensitas serangan.
Meski demikian, Thailand tetap mampu menjaga konsistensi permainan.
Indonesia mencetak 11 poin pada kuarter ketiga, sementara Thailand menambah 18 poin sehingga selisih angka kembali melebar.
Memasuki kuarter keempat, para pemain Indonesia tidak menyerah. Mereka terus berusaha menekan pertahanan Thailand demi memangkas ketertinggalan dan membuka peluang membalikkan keadaan.
Perjuangan tersebut menghasilkan tambahan 17 poin bagi Indonesia. Namun Thailand juga tetap produktif dengan mencetak 18 poin.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor akhir menunjukkan kemenangan Thailand 68-50.
Usai pertandingan, para pemain Indonesia tampak kecewa dan tertunduk. Kekalahan tersebut mengakhiri harapan mereka untuk tampil di FIBA U18 Asia Cup 2026.
Sebaliknya, para pemain Thailand merayakan kemenangan dengan penuh sukacita.
Mereka melakukan selebrasi bersama suporter dan membentangkan bendera nasional mengelilingi lapangan sebagai simbol keberhasilan melaju ke partai final sekaligus mengamankan tiket ke kejuaraan Asia.
Pelatih Timnas Basket U18 Putra Indonesia, Ismael, mengakui bahwa anak asuhnya tidak tampil dalam performa terbaik saat menghadapi Thailand.
“Sangat di bawah perform mereka. Mereka kurang lepas dalam bermain,” kata Ismael usai pertandingan.
Menurutnya, salah satu faktor yang memengaruhi hasil pertandingan adalah rendahnya akurasi tembakan jarak jauh Indonesia.
Selain itu, Thailand memiliki keunggulan fisik dan ukuran tubuh yang lebih besar sehingga menyulitkan para pemain Indonesia dalam duel-duel di lapangan.
“Field goal kita dari tiga poin tidak bagus. Di dalam physicality lawan dan size mereka jauh lebih besar. Ini juga menyulitkan kita,” ujarnya.
Meski demikian, Ismael melihat turnamen ini sebagai bagian penting dari proses pembangunan tim nasional usia muda.
Ia menjelaskan bahwa staf pelatih tengah menerapkan konsep dan sistem permainan yang digunakan di tim nasional senior ke dalam program pembinaan kelompok usia U18.
“Menurut saya pribadi, kami staf pelatih membawa semua konsep dan sistem timnas senior kepada program ini. Dengan hal tersebut kami butuh waktu lebih untuk mengembangkan tim,” jelasnya.
Kendati gagal melaju ke final, perjalanan Indonesia di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026 belum berakhir.
Timnas Basket U18 Putra masih memiliki satu pertandingan tersisa untuk memperebutkan posisi ketiga.
Pada laga perebutan peringkat ketiga yang berlangsung Minggu (14/6/2026), Indonesia akan kembali berhadapan dengan Malaysia.
Pertandingan dijadwalkan berlangsung pukul 15.30 WIB dan menjadi kesempatan terakhir bagi skuad Merah Putih untuk menutup turnamen dengan hasil positif.
Ismael menegaskan timnya harus segera melupakan kekecewaan dan bangkit menghadapi laga berikutnya.
“Tidak ada kata lain, kita harus bangkit setelah kekalahan ini. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan peringkat ketiga di turnamen ini,” tegas Ismael.
Pertandingan melawan Malaysia menjadi momentum bagi Indonesia untuk menunjukkan karakter dan mental bertanding.
Meski gagal mengamankan tiket ke FIBA U18 Asia Cup 2026, kemenangan pada laga terakhir akan menjadi modal penting bagi pembinaan generasi muda basket Indonesia menuju kompetisi internasional berikutnya. (09/AGF).










