JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menggelar nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 secara gratis tanpa biaya lisensi. Kebijakan tersebut diambil agar masyarakat dapat menikmati pesta sepak bola dunia secara lebih luas dan merata.
Direktur Pengembangan Usaha LPP TVRI, Retno Wulan Kartiko Purbojati, mengatakan UMKM hanya perlu melakukan pendaftaran resmi untuk memperoleh izin penyelenggaraan nobar. Pendaftaran dilakukan melalui satu pintu di laman resmi TVRI.
“UMKM itu kami berikan lisensi secara gratis, yang penting daftar terlebih dahulu,” ujar Retno usai konferensi pers di Kantor TVRI, Jakarta, Kamis.
Menurut Retno, kebijakan lisensi gratis tersebut berlaku khusus untuk kegiatan nobar nonkomersial. Artinya, penyelenggara tidak diperbolehkan menjual tiket masuk maupun melibatkan sponsor dalam acara yang digelar.
TVRI menilai skema tersebut menjadi solusi agar masyarakat dari berbagai lapisan tetap bisa menikmati pertandingan Piala Dunia 2026 tanpa harus datang langsung ke stadion atau berlangganan layanan tertentu.
Retno menjelaskan, warung makan, kedai kopi kecil, komunitas warga, hingga pelaku UMKM di daerah dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menghadirkan suasana kebersamaan selama turnamen berlangsung.
“Misalnya seperti warung-warung, kami ajak mari kita nonton bareng ataupun mengadakan nonton bareng. Kami berikan lisensi secara gratis,” katanya.
Selain UMKM, instansi pemerintahan juga mendapatkan fasilitas serupa. Pemerintah daerah maupun lembaga pemerintahan yang ingin menggelar acara nobar untuk masyarakat tidak akan dikenakan biaya lisensi selama kegiatan tersebut tidak bersifat komersial.
Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi TVRI dalam memperluas akses siaran Piala Dunia 2026 kepada publik. Sebagai televisi publik, TVRI ingin memastikan euforia kompetisi sepak bola terbesar di dunia itu dapat dinikmati masyarakat hingga ke daerah-daerah.
Meski demikian, TVRI tetap memberlakukan aturan lisensi berbayar untuk kegiatan nobar yang bersifat komersial. Kategori ini mencakup tempat hiburan, hotel, restoran besar, kafe, pusat perbelanjaan, hingga kegiatan yang melibatkan sponsor atau penjualan tiket.
“Misalnya tempat-tempat hiburan, tempat-tempat usaha, kafe, hotel, ataupun mungkin ada kegiatan di stadion yang akan mengundang ataupun bekerja sama dengan sponsor. Itu kami kategorikan sebagai komersial,” ujar Retno.
Untuk penyelenggara komersial, besaran biaya lisensi disesuaikan dengan kapasitas penonton dan kategori acara. TVRI menetapkan tarif berbeda agar skema lisensi dapat menjangkau berbagai jenis usaha.
Retno menyebutkan, untuk kategori kapasitas penonton satu hingga 50 orang, biaya lisensi ditetapkan sebesar Rp10 juta untuk seluruh 104 pertandingan Piala Dunia 2026.
Skema tersebut dinilai lebih fleksibel karena penyelenggara dapat menyesuaikan kebutuhan dengan skala kegiatan yang akan digelar. TVRI juga membuka kemungkinan adanya kategori tambahan untuk kapasitas penonton yang lebih besar.
Hingga saat ini, tercatat sekitar 200 penyelenggara nobar telah mengantongi lisensi resmi dari TVRI. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat mendekati laga pembuka Piala Dunia 2026.
Antusiasme masyarakat terhadap turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia itu menjadi faktor utama tingginya minat penyelenggara nobar. Tidak hanya di kota besar, permintaan izin juga mulai datang dari berbagai daerah.
TVRI mengingatkan masyarakat maupun pelaku usaha agar segera mengurus lisensi resmi sebelum menyelenggarakan kegiatan nobar. Langkah tersebut penting untuk memastikan acara berjalan sesuai ketentuan dan tidak melanggar hak siar.
Menurut Retno, pengurusan izin juga bertujuan untuk memberikan kepastian hukum kepada penyelenggara. Dengan lisensi resmi, penyelenggara dapat menggelar acara secara aman dan nyaman tanpa risiko pelanggaran.
TVRI menegaskan bahwa pengawasan terhadap penggunaan hak siar akan dilakukan selama turnamen berlangsung. Karena itu, masyarakat diimbau untuk mematuhi aturan yang telah ditetapkan.
Piala Dunia 2026 sendiri diprediksi menjadi salah satu ajang olahraga terbesar dengan jumlah pertandingan lebih banyak dibanding edisi sebelumnya. Turnamen tersebut akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dengan format baru yang melibatkan 48 negara peserta.
Momentum tersebut diperkirakan akan meningkatkan budaya nobar di Indonesia. Selain menjadi hiburan, kegiatan nobar juga dinilai mampu menggerakkan perekonomian UMKM melalui peningkatan kunjungan pelanggan selama pertandingan berlangsung.
Dengan kebijakan lisensi gratis bagi UMKM dan instansi nonkomersial, TVRI berharap masyarakat dapat menikmati atmosfer Piala Dunia 2026 secara lebih meriah, tertib, dan legal. (09/AGF)










