DEPOK, SUDUTPANDANG.ID – Empat Sekolah Sepak Bola (SSB) berhasil lolos mewakili Kota Depok pada ajang Liga Jabar Istimewa (LJI) 2026 untuk kategori usia 10 tahun. Keempat tim tersebut akan tampil pada Putaran Regional Puncak Raya yang mempertemukan tim-tim terbaik dari Kabupaten dan Kota Bogor, Sukabumi, serta Cianjur.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti berkembangnya pembinaan sepak bola usia dini di Kota Depok. Kompetisi Liga Jabar Istimewa Piala Wali Kota Depok 2026 juga mendapat sambutan besar dari masyarakat dan pemerintah daerah karena dinilai mampu menjadi wadah pembinaan atlet muda sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
Sekretaris Askot PSSI Kota Depok Syafrudin mengatakan empat tim yang lolos mewakili Kota Depok pada kategori usia 10 tahun merupakan tim terbaik hasil kompetisi yang berlangsung ketat selama turnamen.
Adapun juara pertama diraih SSB Ireta Godam Pancoran Mas, disusul SSB PSP Sawangan sebagai juara kedua. Kemudian posisi ketiga ditempati SSB Bedeng Tapos dan posisi keempat diraih SSB Perintis Sukmajaya.
“Empat tim SSB itu nantinya akan mewakili Kota Depok di Liga Jabar Istimewa untuk usia 10 tahun pada Putaran Regional Puncak Raya Kabupaten-Kota Bogor, Kabupaten-Kota Sukabumi dan Cianjur,” ujar Syafrudin kepada wartawan.
Ia menjelaskan kompetisi Liga Jabar Istimewa menjadi ajang penting dalam pembinaan sepak bola usia dini karena memberikan kesempatan bagi pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding di level regional hingga provinsi.
Sementara itu, untuk kategori usia 12 tahun, pertandingan masih berlangsung dan akan memasuki babak grand final pada Sabtu (16/5/2026) mendatang di Lapangan Hizbul Wathon, Kelurahan Beji, Kecamatan Beji.
Pemerintah Kota Depok memberikan perhatian besar terhadap pembinaan olahraga usia dini, khususnya sepak bola. Wali Kota Depok Supian Suri mengatakan penyelenggaraan Liga Jabar Istimewa merupakan bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang unggul melalui bidang olahraga.
Menurut dia, olahraga memiliki peran penting dalam membentuk karakter, disiplin, dan mental kompetitif generasi muda.
“Ini menjadi salah satu ikhtiar kita dalam membangun Kota Depok sesuai dengan visi daerah yang maju,” kata Supian Suri.
Ia menilai pembinaan atlet sejak usia dini sangat penting untuk mencetak pemain-pemain potensial yang nantinya mampu membawa nama baik Kota Depok di tingkat regional maupun nasional.
Karena itu, Supian mengapresiasi dukungan PSSI Jawa Barat yang terus mendorong perkembangan sepak bola usia muda di Kota Depok melalui penyelenggaraan Liga Jabar Istimewa.
Selain memberikan apresiasi kepada penyelenggara dan peserta, Supian juga mengajak para orang tua untuk terus mendukung anak-anak mereka dalam mengembangkan bakat di bidang olahraga.
“Kepada para orang tua, mohon terus memberikan dukungan kepada anak-anaknya untuk bermain sepak bola dan mengembangkan potensinya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PSSI Kota Depok Meiyadi Rakasiwi menyebut atmosfer penyelenggaraan Liga Jabar Istimewa Piala Wali Kota Depok 2026 berlangsung sangat meriah dan mendapat dukungan luas dari masyarakat.
Menurutnya, antusiasme peserta dan suporter menjadi bukti bahwa sepak bola usia dini memiliki tempat khusus di tengah masyarakat Kota Depok.
“Atmosfer Liga Jabar Istimewa Piala Wali Kota Depok 2026 sangat luar biasa. Total ada 1.317 pemain, official, dan panitia yang terlibat dalam turnamen ini,” kata Meiyadi.
Ia menambahkan turnamen tersebut tidak hanya berdampak pada pembinaan olahraga, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar lokasi pertandingan.
Aktivitas pertandingan yang digelar di Lapangan Sepak Bola Kukusan turut meningkatkan aktivitas pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di sekitar arena kompetisi.
Berbagai pedagang makanan, minuman, perlengkapan olahraga hingga pelaku usaha kecil lainnya merasakan dampak positif dari ramainya pertandingan selama turnamen berlangsung.
“Dengan dukungan Plt Sekretaris PSSI Jawa Barat Muhamad Jaelani Saputra serta Wali Kota Depok H Supian Suri kami ingin terus menghadirkan kompetisi positif agar lahir lebih banyak pemain muda berbakat dari Kota Depok,” jelasnya.
Meiyadi berharap Liga Jabar Istimewa dapat menjadi agenda rutin pembinaan sepak bola usia dini di Kota Depok. Menurut dia, kompetisi yang berjenjang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pemain muda dan memperluas kesempatan mereka tampil di level yang lebih tinggi.
Selain itu, keberadaan kompetisi usia dini juga diharapkan mampu memperkuat fondasi sepak bola Kota Depok agar mampu bersaing dengan daerah lain di Jawa Barat.
Liga Jabar Istimewa sendiri merupakan program pembinaan sepak bola usia muda yang digagas PSSI Jawa Barat untuk mencari dan mengembangkan talenta-talenta muda potensial dari berbagai daerah.
Kompetisi tersebut juga menjadi bagian dari jalur pembinaan menuju ajang tingkat provinsi hingga nasional, termasuk peluang tampil di berbagai turnamen elite usia dini.
Dengan lolosnya empat SSB Kota Depok ke putaran regional, harapan besar kini tertuju pada para pemain muda tersebut agar mampu menunjukkan performa terbaik dan membawa nama Kota Depok berprestasi di tingkat Jawa Barat. (09/AGF).






