Liga Jabar Istimewa PSSI Jawa Barat Sepak Bola Usia Dini Piala Presiden 2026 Pembinaan Atlet Muda

ilustrasi: Sudah 17 Kota dan Kabupaten di Jawa Barat menggelorakan Liga Jabar Istimewa 2026 (LJI). (Foto: ist).
ilustrasi: Sudah 17 Kota dan Kabupaten di Jawa Barat menggelorakan Liga Jabar Istimewa 2026 (LJI). (Foto: ist).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Liga Jabar Istimewa 2026 (LJI) semakin bergelora di berbagai daerah di Jawa Barat. Turnamen sepak bola usia dini yang digagas PSSI Provinsi Jawa Barat itu kini telah digelar di 17 kota dan kabupaten dengan melibatkan ribuan pemain muda dari berbagai Sekolah Sepak Bola (SSB).

Kompetisi yang menjadi bagian dari pembinaan sepak bola usia dini tersebut mendapat sambutan positif dari pemerintah daerah hingga unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Dukungan terlihat dari kehadiran para kepala daerah, wakil kepala daerah, aparat kepolisian, DPRD, hingga dinas terkait dalam pembukaan maupun penutupan turnamen di masing-masing wilayah.

Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal PSSI Provinsi Jawa Barat, Muhammad Jaelani Saputra mengatakan Liga Jabar Istimewa bukan sekadar kompetisi sepak bola usia dini, tetapi menjadi wadah pembinaan atlet muda sekaligus sarana pengembangan sepak bola daerah secara berkelanjutan.

Menurut pria yang akrab disapa Bang Jae itu, antusiasme masyarakat terhadap penyelenggaraan LJI 2026 terus meningkat dari pekan ke pekan. Hal tersebut terlihat dari tingginya partisipasi peserta dan dukungan orang tua yang mengantar anak-anak mereka mengikuti pertandingan.

“Dukungan pemerintah daerah dan masyarakat menjadi motivasi besar bagi para pemain yang bertanding. Semangat orang tua juga luar biasa karena turnamen ini memiliki jenjang yang jelas untuk pembinaan atlet usia dini,” ujar Bang Jae.

BACA JUGA  Kemenpora Lakukan 8 Langkah Strategis di Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Ia menjelaskan, para pemain muda yang tampil di Liga Jabar Istimewa memiliki peluang untuk melanjutkan karier ke level yang lebih tinggi, mulai dari tingkat regional, provinsi hingga nasional melalui ajang Piala Presiden usia dini.

“Impian mereka adalah bisa bermain di tingkat regional, provinsi bahkan nasional melalui Piala Presiden,” katanya.

PSSI Pusat sendiri telah menerbitkan agenda Piala Presiden untuk kategori usia 10 tahun dan 12 tahun yang dijadwalkan berlangsung pada 7 hingga 12 Juli 2026. Liga Jabar Istimewa menjadi salah satu jalur pembinaan dan seleksi pemain muda potensial menuju turnamen tersebut.

Bang Jae mengatakan penggunaan nama Liga Jabar Istimewa juga menjadi bagian dari identitas serta semangat baru sepak bola Jawa Barat yang ingin menghadirkan pembinaan lebih terstruktur dan kompetitif.

“Istimewanya adalah untuk menuju Piala Presiden, PSSI Jabar menggelar turnamen ini dengan title Liga Jabar Istimewa yang juga menjadi slogan Jawa Barat saat ini,” ujarnya.

Berdasarkan data PSSI Jawa Barat hingga pekan kedelapan penyelenggaraan, sebanyak 12.400 pemain muda tercatat telah mengikuti LJI 2026 di 17 kota dan kabupaten. Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah karena sejumlah daerah lain masih akan melaksanakan kompetisi serupa hingga Juni mendatang.

“Baru 17 kota dan kabupaten yang menyelenggarakan. Sampai Juni nanti daerah lainnya juga segera menggelar Liga Jabar Istimewa,” kata Bang Jae.

BACA JUGA  Penentuan Nasib Skuad Garuda

Selain fokus pada pembinaan atlet muda, Liga Jabar Istimewa juga memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat setempat. Kehadiran ribuan peserta, orang tua, dan suporter di lokasi pertandingan turut menggerakkan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Berbagai pedagang makanan, minuman, perlengkapan olahraga hingga pelaku usaha lokal merasakan peningkatan aktivitas ekonomi selama turnamen berlangsung. Kondisi tersebut membuat LJI tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial dan wisata olahraga keluarga.

“Liga ini juga menjadi wahana wisata olahraga bagi orang tua dan masyarakat. Dampak ekonominya terasa karena banyak UMKM tumbuh dan ikut meramaikan penyelenggaraan di daerah,” jelasnya.

Di sisi lain, PSSI Jawa Barat juga memanfaatkan penyelenggaraan Liga Jabar Istimewa sebagai sarana evaluasi pembinaan di tingkat Sekolah Sepak Bola. Salah satunya dengan mendeteksi keberadaan pelatih yang belum memiliki lisensi kepelatihan resmi.

Bang Jae menegaskan, pihaknya akan segera menggelar kursus lisensi kepelatihan untuk meningkatkan kualitas pelatih sepak bola usia dini di Jawa Barat.

“Masih ada beberapa pelatih SSB yang belum memiliki lisensi. Ini menjadi perhatian kami agar mereka segera mengikuti kursus kepelatihan yang akan diselenggarakan PSSI Jabar,” katanya.

Liga Jabar Istimewa 2026 pertama kali dibuka di Kota Cimahi dan terus berlanjut di berbagai daerah lain. Kota Depok menjadi daerah terbaru yang menyelenggarakan kompetisi tersebut.

BACA JUGA  PVMBG: Gempa Tektonik Lokal di Gunung Salak Ada Peningkatan

Sebelumnya, turnamen juga telah digelar di Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Bandung, Kota Banjar, Kabupaten Bekasi, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Majalengka, Kota Bekasi, Kabupaten Subang, Kota Cirebon, dan Kabupaten Cirebon.

Sementara itu, sejumlah daerah lain dijadwalkan segera menggelar Liga Jabar Istimewa 2026, di antaranya Kabupaten Kuningan dan Kota Bandung pada 14 Mei, Kabupaten Pangandaran pada 16 Mei, Kabupaten Bogor pada 23 Mei, Kota dan Kabupaten Sukabumi pada 23-24 Mei, Kabupaten Karawang pada 30 Mei, serta Kota Bogor pada 6 Juni 2026.

PSSI Jawa Barat optimistis Liga Jabar Istimewa akan menjadi fondasi penting dalam mencetak talenta-talenta muda potensial yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional di masa depan. (09/AGF).