JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat terus memperkuat diplomasi olahraga sebagai sarana mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Kamboja. Upaya tersebut kembali ditunjukkan melalui pertemuan Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman dengan Wakil Panglima Militer Kamboja Jenderal Hing Bun Hieng di Ta Khmau, Kamboja, Senin (18/5/2026).
Pertemuan itu menjadi bagian dari langkah strategis KONI Pusat dalam membangun kerja sama olahraga internasional yang tidak hanya berdampak pada prestasi atlet, tetapi juga mempererat hubungan antarpemerintah dan masyarakat kedua negara.
Dalam pertemuan tersebut, Jenderal Hing Bun Hieng yang juga merupakan pimpinan tertinggi Decho Hun Sen Body Guard Headquarters (BHQ) atau Pasukan Pengamanan Perdana Menteri Kamboja menyambut hangat kedatangan Marciano Norman beserta rombongan.
Pembicaraan keduanya berlangsung akrab dan penuh suasana persahabatan. Selain membahas perkembangan kerja sama olahraga, keduanya juga menyinggung situasi hubungan Kamboja dan Thailand yang tengah menjadi perhatian kawasan.
Marciano Norman menyampaikan dukungan terhadap upaya perdamaian yang dilakukan pemerintah dan aparat keamanan Kamboja demi menjaga stabilitas kawasan Asia Tenggara.
“Saya mendukung penuh segala upaya yang dilakukan Jenderal dan jajarannya untuk mencari solusi terbaik,” ujar Marciano Norman.
Menurutnya, olahraga memiliki nilai universal yang mampu menyatukan berbagai pihak tanpa memandang latar belakang politik, budaya, maupun kepentingan negara. Karena itu, diplomasi olahraga dinilai menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun hubungan internasional yang harmonis.
Hubungan baik antara Indonesia dan Kamboja melalui olahraga, kata Marciano, sebenarnya telah terjalin cukup lama. Salah satu bentuk nyata kerja sama tersebut terlihat melalui pembinaan tim voli BHQ Kamboja yang mendapat dukungan langsung dari Indonesia.
Marciano mengungkapkan rasa bangganya atas keberhasilan tim voli BHQ yang mampu menorehkan prestasi setelah menjalani program latihan bersama pelatih dan pemain asal Indonesia.
“Saya berterima kasih atas kerja sama yang terus berlanjut. Saya ingat belasan tahun lalu kita bekerja sama antara Paspampres RI dan Paspam PM Kamboja, kini kita lanjutkan melalui kerja sama olahraga,” katanya.
Ia menambahkan, atlet-atlet BHQ sebelumnya pernah menjalani latihan voli di Indonesia dan berhasil meraih gelar juara di kompetisi voli utama Kamboja selama dua musim berturut-turut.
“Saya bangga atlet-atlet BHQ pernah ke Indonesia untuk berlatih voli dan hasilnya menjadi juara dua kali di Kamboja. Semoga tahun ini menjadi juara untuk ketiga kalinya,” ujar Marciano.
Kerja sama pembinaan olahraga tersebut bermula saat Marciano Norman bertemu Jenderal Hing Bun Hieng pada SEA Games 2023 di Kamboja. Pertemuan itu kemudian berkembang menjadi kolaborasi pembinaan olahraga, khususnya cabang bola voli.
Sejak saat itu, hubungan kedua pihak semakin erat. Dukungan masyarakat dan anggota BHQ terhadap Indonesia juga meningkat, termasuk ketika tim nasional sepak bola Indonesia meraih medali emas di SEA Games 2023.
Prestasi tim voli BHQ menjadi salah satu bukti keberhasilan kolaborasi olahraga Indonesia dan Kamboja. Dengan dukungan pelatih serta pemain Indonesia, tim tersebut berhasil menjadi juara umum Liga Voli Utama Kamboja atau Techo League musim 2023-2024.
Beberapa nama asal Indonesia yang memperkuat tim BHQ antara lain pelatih kepala Indra Wahyudi Harahap serta empat pemain Indonesia yakni Dio Zulkifri, Doni Haryono, Luvi Febrian Nugraha, dan I Gede Wira Yudha Putra.
Keberhasilan itu dinilai luar biasa karena pada musim sebelumnya tim voli BHQ bahkan gagal lolos ke babak playoff. Saat itu target yang dipasang manajemen hanya finis di posisi tiga besar.
Jenderal Hing Bun Hieng menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan Indonesia dalam pengembangan olahraga di Kamboja. Ia menegaskan hubungan persahabatan kedua negara telah terjalin lama dan semakin kuat melalui kolaborasi olahraga.
“Persahabatan Indonesia dan Kamboja sudah terjalin sejak lama,” ujar Hing Bun Hieng.
Dalam diskusi tersebut, pihak BHQ juga menargetkan tim voli mereka kembali meraih gelar juara untuk ketiga kalinya pada kompetisi musim 2026. Penentuan juara akan berlangsung pada putaran kedua liga yang digelar mulai 19 Juni hingga 5 Juli mendatang.
Karena itu, Hing Bun Hieng kembali meminta dukungan dari KONI Pusat agar pembinaan dan kerja sama olahraga kedua negara terus berjalan berkesinambungan.
Menanggapi hal tersebut, Marciano Norman memastikan KONI Pusat akan terus mendukung kerja sama bilateral Indonesia-Kamboja, baik di bidang olahraga maupun sektor lainnya.
“Kerja sama kita terus berlanjut, baik di bidang olahraga maupun bidang lain,” tegasnya.
Sementara itu, Atase Pertahanan Indonesia untuk Kamboja Kolonel TNI Agung Budi Asmara menilai kerja sama olahraga memiliki dampak strategis terhadap hubungan diplomatik kedua negara.
Menurutnya, posisi Jenderal Hing Bun Hieng yang sangat penting dalam pemerintahan Kamboja membuat hubungan bilateral melalui olahraga menjadi lebih efektif untuk membuka peluang kerja sama di berbagai sektor.
“Kerja sama olahraga ini merupakan terobosan untuk membuat hubungan bilateral dua negara semakin erat sehingga lebih mudah dalam membahas kerja sama mutualisme lainnya,” kata Agung.
Diplomasi olahraga yang dijalankan KONI Pusat juga dinilai sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam menjalankan politik luar negeri bebas aktif yang menekankan perdamaian, kerja sama, dan persahabatan antarnegara.
Melalui pendekatan olahraga, Indonesia tidak hanya membangun prestasi atlet, tetapi juga memperkuat posisi diplomasi di kawasan Asia Tenggara melalui hubungan yang harmonis dan produktif dengan negara sahabat seperti Kamboja. (09/AGF).










