TMMD 128 Bekasi Tuntas 100 Persen

TMMD Reguler ke-128 di Kota Bekasi resmi ditutup dengan capaian 100 persen.
TMMD Reguler ke-128 di Kota Bekasi resmi ditutup dengan capaian 100 persen. Pembangunan jalan, drainase, rumah layak huni hingga fasilitas air bersih kini dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. (Foto: ist/sp)

BEKASI, SUDUTPANDANG.ID – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan Kodim 0507/Bekasi resmi ditutup pada Kamis (21/5/2026). Penutupan kegiatan dipimpin langsung oleh Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Danpusterad), Letjen TNI Mochamad Syafei Kasno, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Dalam amanatnya, Danpusterad menegaskan seluruh sasaran fisik maupun nonfisik TMMD 128 di wilayah Kota Bekasi telah rampung 100 persen.

Program yang berlangsung sejak 22 April hingga 21 Mei 2026 itu dinilai memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam peningkatan infrastruktur dan kesejahteraan warga.

Kegiatan penutupan berlangsung meriah dengan dihadiri unsur Forkopimda, Muspika, tokoh masyarakat, serta Gubernur Jawa Barat Dedy Mulyadi.

Momentum tersebut juga ditandai dengan penyerahan hasil pembangunan kepada Pemerintah Kota Bekasi sebagai bentuk sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Letjen TNI Mochamad Syafei Kasno menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan TMMD 128. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama percepatan pembangunan di daerah.

“Kolaborasi ini adalah bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Bekasi, prajurit TNI, masyarakat, dan media yang telah mendukung penuh program TMMD ini,” ujar Syafei Kasno.

BACA JUGA  Gani Muhamad Pimpin Rakor Pelaksanaan Proses APBD 2024

Ia menambahkan, TMMD bukan sekadar pembangunan fisik semata, tetapi juga memperkuat budaya gotong royong serta meningkatkan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Selama pelaksanaan TMMD 128, berbagai sasaran fisik berhasil diselesaikan. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah pembangunan infrastruktur jalan melalui pengecoran sepanjang 823,3 meter.

Jalan tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat serta mendukung aktivitas ekonomi warga.

Selain itu, pembangunan drainase sepanjang 913 meter juga berhasil diselesaikan. Saluran air tersebut dibangun untuk mengurangi potensi genangan dan banjir yang selama ini kerap terjadi di sejumlah titik permukiman warga.

Program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) juga menjadi bagian penting dalam TMMD 128.

Sebanyak 15 unit rumah warga direnovasi total agar menjadi lebih layak dan aman untuk ditempati.

Salah satu penerima manfaat adalah Nurlaila, warga Jatirangga, yang kini memiliki rumah dengan kondisi lebih nyaman setelah mendapat bantuan rehabilitasi dari program TMMD.

Tidak hanya itu, kebutuhan dasar masyarakat terhadap akses air bersih dan sanitasi juga menjadi perhatian.

Satgas TMMD membangun lima unit sumur bor dan lima unit fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) umum untuk menunjang kesehatan lingkungan masyarakat.

Pada sektor nonfisik, TMMD 128 turut fokus pada penanganan stunting. Sebanyak 200 paket sembako bergizi dibagikan kepada keluarga yang berisiko mengalami stunting sebagai upaya mendukung peningkatan gizi masyarakat.

BACA JUGA  Eks Walkot Bandung Dada Rosada usai Bebas: Akhirnya Punya Hak Sama dengan Warga

Program ketahanan pangan juga dijalankan melalui pengembangan lahan pangan mandiri sepanjang 500 meter.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal.

Selain itu, kegiatan penghijauan dan pembersihan fasilitas umum sosial dilakukan guna menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Warga bersama personel TNI terlihat aktif bergotong royong selama pelaksanaan program berlangsung.

Danpusterad mengungkapkan keberhasilan TMMD 128 tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Kota Bekasi yang mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,5 miliar melalui APBD.

Menurutnya, dukungan tersebut membuktikan adanya sinergi kuat antara pemerintah daerah dan TNI dalam membangun wilayah.

“Sinergi pusat dan daerah seperti ini harus terus dipertahankan. Dengan dukungan anggaran, tenaga, dan partisipasi masyarakat, pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar menjaga seluruh hasil pembangunan yang telah terealisasi.

Menurutnya, keberlanjutan pembangunan sangat bergantung pada kepedulian warga dalam merawat fasilitas yang telah dibangun bersama.

“Tanamkan rasa memiliki. Rawat infrastruktur ini agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Semangat gotong royong jangan berhenti sampai di sini,” tegasnya.

BACA JUGA  Jaga Silaturahmi dan Berbagi Informasi, Kowad Kodam XII/Tpr Laksanakan "Korps Call"

Program TMMD Reguler ke-128 sendiri dilaksanakan secara serentak di 46 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.

Program tersebut menjadi bagian dari komitmen TNI Angkatan Darat dalam membantu percepatan pembangunan daerah, terutama di wilayah yang membutuhkan peningkatan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat.

Keberhasilan TMMD 128 di Bekasi menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat mampu menghasilkan pembangunan yang berdampak langsung bagi warga.

Infrastruktur yang telah dibangun kini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus menjadi fondasi pembangunan berkelanjutan di Kota Bekasi.(Egi)