TMMD 128 Rampungkan TPT Desa Brabe untuk Cegah Longsor

Satgas TMMD Ke-128 bersama warga Desa Brabe sukses menuntaskan pembangunan Tanggul Penahan Tanah (TPT) di 12 titik menjelang penutupan program TMMD. (Foto: ist/sp)

PROBOLINGGO – JATIM | SUDUTPANDANG.ID – Program pembangunan Tanggul Penahan Tanah (TPT) dalam kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 di Desa Brabe, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, dipastikan selesai 100 persen menjelang penutupan TMMD pada Kamis (21/5/2026).

Pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat infrastruktur desa sekaligus mencegah potensi longsor di wilayah setempat.

Pengerjaan TPT dilakukan di Jalan Dusun Klagin RT 19 RW 07 Desa Brabe dengan total 12 titik pembangunan yang tersebar di sejumlah area rawan longsor.

Seluruh pengerjaan dilakukan secara gotong royong oleh personel Satgas TMMD Ke-128 bersama masyarakat desa.

Program TMMD yang dilaksanakan oleh TNI ini bertujuan meningkatkan kualitas infrastruktur pedesaan serta membantu mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah terpencil.

Selain pembangunan fisik, TMMD juga menjadi sarana mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.

Personel Satgas TMMD Ke-128, Serka Samsul Arifin dan Sertu Siswanto, terlihat turun langsung melakukan pengerjaan sekaligus pengecekan hasil pembangunan di lapangan.

Keduanya memastikan kualitas konstruksi tetap menjadi prioritas agar TPT dapat bertahan lama dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Serka Samsul Arifin mengatakan pembangunan TPT sangat penting karena lokasi tersebut memiliki potensi longsor yang cukup tinggi, terutama saat musim hujan.

BACA JUGA  Pangdam Brawijaya Pimpin Sidang Pantukhir Daerah, Pilih Calon Perwira TNI Terbaik Jatim

Kondisi jalan yang berada di area perbukitan dan dekat aliran air membuat badan jalan rawan terkikis apabila tidak diperkuat.

“Alhamdulillah progres pengerjaan sudah hampir selesai seluruhnya dan kami optimistis sebelum penutupan TMMD semua titik TPT rampung 100 persen,” ujar Samsul di lokasi kegiatan, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, keberadaan TPT tidak hanya berfungsi menahan tanah agar tidak longsor, tetapi juga memperkuat badan jalan yang selama ini menjadi akses utama masyarakat Desa Brabe.

Jalan tersebut digunakan warga untuk aktivitas sehari-hari, mulai dari transportasi hasil pertanian hingga akses menuju fasilitas pendidikan dan kesehatan.

Dengan selesainya pembangunan TPT, masyarakat diharapkan dapat merasakan manfaat langsung berupa akses jalan yang lebih aman dan nyaman. Infrastruktur yang lebih baik juga diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.

Sementara itu, Sertu Siswanto menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak lepas dari tingginya partisipasi masyarakat dalam membantu Satgas TMMD di lapangan.

Warga disebut aktif bergotong royong mulai dari pengangkutan material hingga proses pengerjaan konstruksi.

BACA JUGA  Polsek Porong Edukasi Ketahanan Pangan di Tingkat Desa

“Kebersamaan dan kerja sama masyarakat sangat membantu sehingga pekerjaan dapat berjalan lancar dan maksimal,” katanya.

Ia menilai semangat gotong royong yang ditunjukkan warga Desa Brabe menjadi salah satu kekuatan utama dalam menyukseskan seluruh program TMMD Ke-128.

Kehadiran masyarakat secara langsung di lokasi pekerjaan membuat proses pembangunan berjalan lebih cepat dari target yang ditetapkan.

Program TMMD sendiri merupakan bentuk sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan wilayah.

Melalui program tersebut, TNI tidak hanya menjalankan tugas menjaga pertahanan negara, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan sosial dan infrastruktur masyarakat.

Selain pembangunan TPT, TMMD Ke-128 di Kabupaten Probolinggo juga melaksanakan sejumlah kegiatan lain, baik fisik maupun nonfisik.

Kegiatan fisik meliputi pembangunan infrastruktur desa, sedangkan kegiatan nonfisik berupa penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat di berbagai bidang.

Pemerintah desa setempat menyambut positif selesainya pembangunan TPT tersebut. Infrastruktur yang lebih kuat dinilai sangat dibutuhkan masyarakat mengingat kondisi geografis Desa Brabe yang sebagian wilayahnya berada di area rawan longsor.

Keberadaan TPT juga diharapkan dapat meminimalkan risiko kerusakan jalan saat musim penghujan tiba.

BACA JUGA  Paslon Deny-Muda Satukan Hati Menangkan Pilkada Kabupaten Kediri

Selama ini, beberapa titik jalan kerap mengalami keretakan akibat pergerakan tanah dan derasnya aliran air hujan.

Warga Desa Brabe pun mengaku senang dengan pembangunan yang dilakukan melalui program TMMD.

Mereka berharap infrastruktur yang telah dibangun dapat dijaga bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Penutupan TMMD Ke-128 dijadwalkan berlangsung pada Kamis (21/5/2026). Seluruh sasaran fisik yang dikerjakan ditargetkan selesai tepat waktu sehingga dapat segera dimanfaatkan masyarakat.

Melalui pembangunan TPT di Desa Brabe, TMMD Ke-128 diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi keselamatan dan kenyamanan warga sekaligus memperkuat budaya gotong royong antara TNI dan masyarakat di Kabupaten Probolinggo. (ACZ)