SDN Jambean 02 Pati dan MI NU Baitul Mukminin Juara MLSC Kudus

SDN Jambean 02 Pati sukses mencetak sejarah dengan menumbangkan juara bertahan SDUT Bumi Kartini Jepara, sementara MI NU Baitul Mukminin tampil dominan untuk merebut gelar KU 10. (Foto: ist/sp)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Atmosfer persaingan sengit mewarnai partai final MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Kudus Seri 2 2025–2026 yang berlangsung di Supersoccer Arena, Rendeng, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (24/5). Turnamen sepak bola putri usia dini tersebut melahirkan dua juara baru, yakni SDN Jambean 02 Pati pada kategori usia 12 (KU 12) dan MI NU Baitul Mukminin di kategori usia 10 (KU 10).

SDN Jambean 02 Pati mencatat sejarah dengan meraih gelar juara perdana setelah menundukkan SDUT Bumi Kartini Jepara melalui drama adu penalti dengan skor 6-5, usai bermain imbang 1-1 pada waktu normal. Sementara itu, MI NU Baitul Mukminin tampil dominan dengan mengalahkan MI NU Pendidikan Islam 4-1 di final KU 10.

Penyelenggaraan MLSC Kudus Seri 2 2025–2026 kembali menunjukkan perkembangan positif sepak bola putri usia dini di wilayah Jawa Tengah. Sebanyak 1.391 siswi dari 89 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) asal Kudus, Demak, Pati, Rembang, dan Jepara ikut ambil bagian dalam turnamen yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife tersebut.

Turnamen ini menjadi bagian dari upaya pembinaan berkelanjutan sepak bola putri sejak pertama kali digelar pada 2023. Kudus pun dinilai berhasil menjadi salah satu pusat pengembangan talenta muda sepak bola putri Indonesia.

SDN Jambean 02 Pati sukses mencetak sejarah dengan menumbangkan juara bertahan SDUT Bumi Kartini Jepara, sementara MI NU Baitul Mukminin tampil dominan untuk merebut gelar KU 10. (Foto: ist/sp)

Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann, menilai pembinaan atlet usia dini tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan teknis di lapangan. Menurutnya, konsistensi latihan dan rasa cinta terhadap sepak bola menjadi faktor penting dalam perkembangan pemain muda.

BACA JUGA  Marc Marquez Kuasai Latihan GP San Marino, Tinggalkan Rival di Misano

“Prestasi memang penting, tetapi yang tidak kalah penting adalah konsistensi latihan. Ketika kemampuan mereka meningkat, mereka akan semakin menikmati sepak bola. Dari situ bakat mereka akan berkembang,” ujar Timo.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus, H. Shony Wardana, juga mengapresiasi penyelenggaraan MLSC yang dinilai mampu membuka ruang prestasi bagi siswi MI dan SD di bidang olahraga.

“Kami berterima kasih kepada Bakti Olahraga Djarum Foundation karena memberikan kesempatan kepada siswi madrasah untuk mengikuti turnamen ini. Semoga mereka dapat terus mengembangkan bakat di sepak bola putri,” kata Shony.

Perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation, Satia Chandra Wiguna, menyebut MLSC Kudus Seri 2 menjadi bukti konsistensi pihak penyelenggara dalam memperkuat fondasi sepak bola putri di level akar rumput.

“Kami bangga melihat semangat juang para peserta. Lahirnya juara-juara baru menunjukkan pembinaan dan latihan yang dilakukan peserta berjalan dengan baik,” ujar Chandra.

Pada partai final KU 12, pertandingan berlangsung panas sejak menit awal. SDUT Bumi Kartini Jepara yang berstatus juara bertahan tampil agresif dan berhasil membuka keunggulan melalui gol Rere Zenita Farza pada menit ke-12.

Gol tersebut lahir setelah Rere lolos dari kawalan pemain belakang lawan sebelum melepaskan tendangan kaki kiri yang gagal diantisipasi penjaga gawang SDN Jambean 02 Pati. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, SDN Jambean 02 Pati meningkatkan intensitas serangan. Tim asal Pati itu terus menekan demi mencari gol penyeimbang. Upaya keras mereka akhirnya membuahkan hasil melalui sepakan keras Dara Clarista Putri Valencia yang gagal dibendung penjaga gawang lawan.

BACA JUGA  Jelang Arctic Open 2025: Rachel/Febi Waspadai Keng/Li

Gol tersebut mengubah kedudukan menjadi 1-1 dan membuat pertandingan semakin menegangkan. Hingga waktu normal berakhir, kedua tim gagal menambah gol sehingga laga harus ditentukan lewat adu penalti.

Drama adu penalti berlangsung ketat hingga penendang keenam. SDN Jambean 02 Pati akhirnya memastikan kemenangan setelah Preiska Naurah Zaparani sukses menjalankan tugasnya sebagai algojo terakhir.

Pelatih SDN Jambean 02 Pati, Muhammad Hidayat, mengaku bangga terhadap perjuangan anak asuhnya yang tampil penuh semangat sepanjang pertandingan final.

“Pertandingan berlangsung sangat seru. Anak-anak bermain dengan motivasi tinggi dan bekerja keras sejak awal hingga akhir laga,” ujar Hidayat.

Kapten tim SDN Jambean 02 Pati, Faiha Talloi Carena, juga mengaku tidak menyangka timnya mampu meraih gelar juara setelah melewati pertandingan yang menegangkan.

“Babak penalti sangat membuat deg-degan, tetapi kami bersyukur kerja keras selama latihan akhirnya terbayar dengan gelar juara,” kata Faiha.

Sementara itu, partai final KU 10 mempertemukan dua finalis anyar, yakni MI NU Baitul Mukminin melawan MI NU Pendidikan Islam. MI NU Baitul Mukminin tampil lebih efektif sejak awal pertandingan.

Nadya Alyssa Azzahra membuka keunggulan pada menit ketiga sebelum Khansa Marsa Irsyad menambah gol di menit kedelapan. Keunggulan makin lebar setelah tendangan bebas Izzatunnisyafa Zahida Azzahra gagal diantisipasi kiper lawan.

MI NU Pendidikan Islam sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol Nadhira Adiba Syakila. Namun, MI NU Baitul Mukminin memastikan kemenangan 4-1 melalui gol Arla Manda Guina pada babak kedua.

BACA JUGA  Laga Kompetitif, MLSC Seri 2 2025-2026 di Kudus dan Malang Lahirkan Pesepak Bola Putri Andal

Pelatih MI NU Baitul Mukminin, Ahmad Rizza Aftoni, mengaku bangga atas pencapaian timnya yang mampu melampaui target awal hanya menembus semifinal.

“Kemenangan ini di luar prediksi kami. Anak-anak bermain penuh semangat dan mendapat dukungan luar biasa dari orang tua,” ujarnya. (09/AGF).

Berikut daftar juara MilkLife Soccer Challenge Kudus Seri 2 2025–2026:

Kategori Usia 10

  • Juara: MI NU Baitul Mukminin
  • Runner-up: MI NU Pendidikan Islam
  • Semifinalis: SDN Gunungwungkal 01 dan SD 2 Demaan
  • Top Scorer: Charissa Setya Ayudiana (SDIT Al Islam Kudus) dan Nadhira Adiba Syakila (MI NU Pendidikan Islam) – 37 gol
  • Best Player: Khusna Marsa Irsyad (MI NU Baitul Mukminin)
  • Best Goalkeeper: Aulia Agustin (SDN Gunungwungkal 01)
  • Fair Play Team: MIM Al Tanbih Kudus

Kategori Usia 12

  • Juara: SDN Jambean 02 Pati
  • Runner-up: SDUT Bumi Kartini Jepara
  • Semifinalis: SDN 1 Rendeng dan SDIT Al Islam Kudus
  • Top Scorer: Rara Zenita Fatin (SDUT Bumi Kartini Jepara) – 42 gol
  • Best Player: Sabrina Dwi Ristiyana (SDN Jambean 02 Pati)
  • Best Goalkeeper: Queisha Sava Azzalfa (SDUT Bumi Kartini Jepara)
  • Fair Play Team: SDN 1 Panggang Jepara