Erick Apresiasi Komitmen Prabowo untuk Olahraga

Menpora Erick Thohir mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan olahraga sebagai kehormatan bangsa sekaligus sektor strategis untuk mendorong prestasi, pertumbuhan ekonomi, dan pengembangan industri olahraga nasional. (Foto: AGF/SP)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID —  Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas komitmennya dalam menjadikan olahraga sebagai salah satu pilar pembangunan nasional.

Menurut Erick, Presiden Prabowo memiliki visi yang kuat bahwa olahraga bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi tolok ukur kehormatan bangsa, instrumen pembangunan karakter, serta penggerak ekonomi nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Erick Thohir saat konferensi pers usai pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di Lobi Kemenpora, Jakarta, Jumat (10/7).

Dalam kesempatan itu, Erick menilai dukungan Presiden Prabowo terhadap sektor olahraga memberikan optimisme baru bagi pengembangan olahraga Indonesia, terutama dalam membangun sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden yang memahami manfaat olahraga sebagai kehormatan bangsa dan mengerti bahwa persiapan atlet harus dilakukan dalam jangka panjang,” ujar Erick.

Menurut Menpora, perhatian Presiden terhadap dunia olahraga tidak hanya terlihat dari dukungannya terhadap peningkatan prestasi atlet, tetapi juga dari komitmennya membangun sistem olahraga nasional yang lebih terarah, profesional, dan berkesinambungan.

Erick menjelaskan, Presiden Prabowo memahami bahwa prestasi olahraga tidak dapat dicapai melalui program instan. Sebaliknya, dibutuhkan pembinaan yang konsisten, berjenjang, dan didukung kebijakan pemerintah yang berorientasi pada hasil jangka panjang.

BACA JUGA  Terima Aduan Petani Sawit, Erick Thohir: Siapa Oknumnya? Laporkan ke Saya

Ia mencontohkan arahan Presiden dalam berbagai kesempatan yang menegaskan pentingnya keberlanjutan program pemusatan latihan nasional (pelatnas), sehingga atlet Indonesia memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai ajang internasional.

“Bapak Presiden sangat memahami pentingnya pelatnas jangka panjang. Beliau juga menyampaikan bahwa tidak ada lagi program olahraga yang bersifat jangka pendek. Semua harus dirancang secara berkelanjutan agar prestasi bisa terus meningkat,” kata Erick.

Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi fondasi penting bagi pembangunan olahraga nasional yang mampu bersaing di tingkat regional maupun dunia.

Selain pembinaan atlet, Erick juga menyoroti pemahaman Presiden Prabowo mengenai besarnya kontribusi olahraga terhadap perekonomian nasional.

Ia mengatakan, olahraga kini berkembang menjadi salah satu sektor industri yang mampu menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, hingga meningkatkan kunjungan wisata.

“Presiden sangat memahami dampak ekonomi dari olahraga. Karena itu olahraga tidak hanya dipandang dari sisi prestasi, tetapi juga sebagai sektor yang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional,” ujarnya.

Erick menambahkan, pengembangan industri olahraga dan sport tourism menjadi salah satu agenda strategis pemerintah dalam beberapa tahun ke depan.

BACA JUGA  Indonesia Jadi Tuan Rumah Asian Gym for Life 2026

Berbagai penyelenggaraan kejuaraan internasional di Indonesia diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkenalkan Indonesia kepada dunia.

Menurutnya, pengalaman Indonesia menjadi tuan rumah berbagai ajang olahraga internasional menunjukkan bahwa sektor olahraga memiliki efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi, mulai dari sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga industri kreatif.

Karena itu, pemerintah terus berupaya membangun ekosistem olahraga yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat.

Erick juga menegaskan bahwa setiap pencapaian atlet Indonesia di panggung internasional memiliki makna yang jauh lebih besar dibanding sekadar raihan medali.

Menurutnya, prestasi olahraga merupakan bagian dari national branding yang memperkuat citra Indonesia di mata dunia.

“Kalau bicara prestasi, itu adalah national branding. Yang mengibarkan bendera Merah Putih di podium internasional adalah para atlet. Mereka membawa nama baik Indonesia di hadapan dunia,” tegasnya.

Ia menilai keberhasilan atlet Indonesia menjadi inspirasi bagi generasi muda sekaligus memperkuat rasa bangga masyarakat terhadap bangsa sendiri.

Karena itu, pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas pembinaan olahraga melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, induk organisasi cabang olahraga, dunia usaha, dan sektor swasta.

BACA JUGA  Erick Thohir Laporkan Akademi Olahraga ke Prabowo

Menpora berharap seluruh pemangku kepentingan dapat mendukung visi Presiden Prabowo dalam membangun olahraga nasional sebagai sektor strategis yang memberikan manfaat luas bagi bangsa.

Menurut Erick, keberhasilan pembangunan olahraga tidak hanya diukur dari jumlah medali yang diraih, tetapi juga dari keberhasilan menciptakan ekosistem olahraga yang sehat, profesional, dan berkelanjutan.

Ia optimistis, dengan dukungan penuh Presiden Prabowo, Indonesia mampu meningkatkan daya saing olahraga nasional sekaligus memperkuat posisi sebagai salah satu kekuatan olahraga di kawasan Asia.

“Kami di Kemenpora akan terus menjalankan arahan Presiden untuk membangun olahraga secara berkelanjutan. Tujuannya bukan hanya mengejar prestasi, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, memperkuat industri olahraga, meningkatkan sport tourism, serta mengangkat kehormatan bangsa Indonesia melalui prestasi para atlet,” pungkas Erick. (09/AGF).