JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Sosok selebgram Inka Andestha mendadak ramai diperbincangkan publik usai dikaitkan dengan isu keretakan rumah tangga pesepak bola Pratama Arhan dan Azizah Salsha. Berbagai spekulasi liar bermunculan di media sosial, bahkan menyeret dirinya sebagai sosok orang ketiga dalam hubungan pasangan tersebut.
Isu itu berkembang cepat setelah sejumlah akun media sosial membahas dugaan kedekatan Inka dengan Arhan. Tidak sedikit netizen yang kemudian membuat asumsi sendiri, mulai dari tuduhan perselingkuhan hingga isu transfer uang dan perjalanan luar negeri yang disebut-sebut melibatkan dirinya.
Merasa namanya semakin disudutkan, Inka akhirnya memberikan klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan tersebut, ia juga memperlihatkan sejumlah komentar bernada negatif yang menyerangnya di media sosial.
Inka mengaku kecewa karena menurutnya cerita yang berkembang sudah jauh melenceng dari kenyataan. Ia menilai banyak narasi yang sengaja dibentuk tanpa dasar yang jelas.
“Hi, bener-bener cerita rakyat tuh serem ya? Dibelok-belonkin terus. Maaf ya aku harus klarifikasi karena menurutku sudah terlalu mengarang cerita berlebihan dan semoga setelah klarifikasi ini semuanya paham,” tulis Inka yang dikutip dari Instagram @another. Inka pada Jumat, (29/5/2026).
Perempuan yang diketahui berteman dengan Azizah Salsha itu juga membantah tegas tudingan perselingkuhan yang ramai dibahas publik. Menurutnya, tidak pernah ada hubungan spesial seperti yang dituduhkan netizen selama ini.
“Pertama, nggak ada perselingkuhan. Kedua, keluarin bukti transfer kalau memang ada. Dan bisa akses dari mana lihat transferan?” tegasnya.
Selain membantah rumor tersebut, Inka turut menjelaskan bahwa dirinya memang sudah cukup lama sendiri. Ia mengaku sempat menjalani hubungan tanpa status dengan seseorang, namun bukan sosok yang kini ramai dikaitkan dengannya.
Fenomena ini membuat Inka menyoroti cepatnya opini di media sosial berkembang hingga dianggap sebagai kebenaran. Ia berharap masyarakat tidak mudah mempercayai isu tanpa bukti yang jelas.
“Mohon untuk tidak membuat atau menyebarkan cerita yang tidak benar seakan-akan itu fakta. Asumsi pribadi dan prasangka kalian bukan berarti kenyataan,” tulisnya.
Di akhir klarifikasinya, Inka juga mengingatkan publik agar lebih bijak saat membicarakan kehidupan pribadi seseorang di internet. Menurutnya, narasi negatif yang dibangun tanpa dasar dapat berdampak besar bagi pihak yang dituduh.
“Jadi tolong jangan merealisasikan keburukan yang ada di pikiran sendiri menjadi narasi tentang hidup orang lain,” tutup Inka.(04)










