Listrik Padam, Distribusi Air PDAM Kediri Terganggu

Listrik Padam, Distribusi Air PDAM Kediri Terganggu
Petugas PDAM saat pemindahan jalur yang padam ke jalur alternatif lain. (Foto: Istimewa)

KEDIRI, SUDUTPANDANG.ID — Distribusi air bersih kepada pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kediri mengalami gangguan setelah terjadi pemadaman listrik yang dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Akibat terhentinya pasokan listrik, sejumlah fasilitas vital PDAM, termasuk pompa distribusi dan menara penampungan air, tidak dapat beroperasi secara normal sehingga berdampak pada layanan air bersih di beberapa wilayah.

Gangguan distribusi air tersebut mulai dirasakan pelanggan sejak Rabu (10/6/2026). Sejumlah kawasan di Kota Kediri mengalami penurunan debit hingga terhentinya pasokan air bersih akibat tidak berfungsinya sistem distribusi yang bergantung pada suplai listrik.

Kepala Bagian Teknik PDAM Kota Kediri, Joko Widodo, mengatakan pihaknya menyayangkan pemadaman listrik yang dilakukan tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu dari PLN.

Menurutnya, ketiadaan informasi tersebut membuat PDAM tidak memiliki waktu yang cukup untuk menyiapkan langkah antisipasi guna menjaga kontinuitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kami mohon maaf kepada masyarakat atas terganggunya distribusi air. Kendala ini bukan disebabkan oleh kerusakan jaringan PDAM, melainkan karena PLN melakukan pemadaman listrik tanpa pemberitahuan kepada kami. Saat ini kami masih berupaya mengoperasikan genset agar pompa air bisa kembali berjalan,” kata Joko, Kamis (11/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa operasional sistem penyediaan air bersih sangat bergantung pada ketersediaan pasokan listrik. Ketika aliran listrik terhenti, pompa utama yang berfungsi mendistribusikan air dari instalasi pengolahan ke pelanggan tidak dapat beroperasi secara optimal.

BACA JUGA  Dandim 0819 Pasuruan Hadiri HUT PEPABRI ke-66 Tahun 2025

Tidak hanya pompa distribusi, fasilitas penunjang lain seperti torn atau menara penampungan air juga ikut terdampak.

Akibatnya, cadangan air yang biasanya digunakan untuk menjaga stabilitas pasokan ke pelanggan tidak dapat terisi maupun didistribusikan sebagaimana mestinya.

“Pada sore hingga malam hari kemarin, torn atau menara penampung air juga tidak beroperasi karena listrik padam,” ujarnya.

Menurut Joko, pemadaman listrik tanpa pemberitahuan bukan kali pertama terjadi.

Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, PDAM juga menghadapi kondisi serupa yang berdampak pada pelayanan kepada pelanggan.

Untuk meminimalkan dampak gangguan, PDAM Kota Kediri langsung mengambil sejumlah langkah darurat.

Di antaranya dengan mengoperasikan generator set (genset), melakukan pengalihan jalur distribusi air, serta mengoptimalkan sistem pelayanan yang masih dapat berjalan.

Namun demikian, penggunaan genset memiliki keterbatasan kapasitas sehingga tidak sepenuhnya mampu menggantikan kebutuhan listrik untuk seluruh fasilitas produksi dan distribusi air bersih.

Joko mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyampaikan keluhan kepada PLN sejak awal terjadinya pemadaman.

Hingga saat ini, PDAM mengaku belum menerima penjelasan rinci terkait penyebab pemadaman maupun informasi mengenai rencana penghentian pasokan listrik tersebut.

“PLN sudah kami komplain sejak kemarin, tetapi belum ada tanggapan yang jelas. Seharusnya ada pemberitahuan lebih dahulu sehingga kami bisa menyiapkan genset dan pelayanan kepada pelanggan tidak sampai terganggu,” katanya.

BACA JUGA  Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Bupati Subandi : Mari Hidup Rukun dan Jaga Kelestarian Alam

Akibat gangguan tersebut, sejumlah wilayah pelanggan mengalami dampak cukup signifikan.

Di antaranya Kelurahan Tamanan dan Kelurahan Ngampel yang dilaporkan mengalami penurunan bahkan penghentian sementara aliran air ke rumah-rumah warga.

Kondisi tersebut memicu keluhan masyarakat karena pasokan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang digunakan untuk berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari memasak, mencuci, mandi hingga kebutuhan sanitasi rumah tangga.

Salah seorang warga Kelurahan Tamanan, Chandra, mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat terhentinya pasokan air secara mendadak.

Menurutnya, masyarakat tidak memperoleh informasi sebelumnya mengenai gangguan yang terjadi sehingga banyak warga tidak sempat menyiapkan cadangan air.

“Listrik mati tanpa pemberitahuan. Belum lagi air PDAM ikut mati mendadak saat kami butuhkan. Kami kesulitan untuk memasak, mencuci, dan mandi. Apalagi sekarang musim kemarau dan tidak ada cadangan air di rumah. Kami berharap gangguan ini segera ditangani dan ke depan ada pemberitahuan lebih awal jika terjadi kendala,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah pelanggan lain yang berharap adanya koordinasi lebih baik antara penyedia layanan listrik dan penyedia layanan air minum.

Menurut mereka, komunikasi yang efektif sangat penting agar masyarakat dapat melakukan persiapan ketika terjadi gangguan layanan publik.

PDAM Kota Kediri saat ini terus melakukan berbagai upaya pemulihan untuk mempercepat normalisasi distribusi air bersih.

BACA JUGA  Pemkab Asahan Raih Opini Kualitas Tinggi Tanpa Maladministrasi dari Ombudsman RI

Tim teknis diterjunkan untuk melakukan pemantauan lapangan, memastikan operasional genset berjalan optimal, serta mengatur distribusi air ke wilayah-wilayah yang terdampak paling parah.

Selain itu, PDAM juga berupaya menjaga kestabilan tekanan air di jaringan distribusi agar proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat setelah pasokan listrik kembali normal.

Pihak PDAM berharap kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Menurut Joko, pemberitahuan dini dari PLN sangat penting agar perusahaan dapat melakukan langkah mitigasi sebelum pemadaman dilakukan.

Dengan adanya koordinasi yang lebih baik antara PLN dan PDAM, gangguan terhadap pelayanan publik dapat diminimalkan.

Hal ini penting mengingat layanan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus tetap terjaga meskipun terjadi kendala pada sektor pendukung lainnya.

PDAM Kota Kediri memastikan akan terus berupaya memulihkan layanan secara maksimal hingga distribusi air kembali normal dan seluruh pelanggan dapat memperoleh pasokan air bersih seperti biasa. (CN/09)