JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Selebriti Tamara Tyasmara mengungkapkan bahwa dirinya masih berjuang menghadapi trauma mendalam setelah kehilangan putranya, Dante. Peristiwa tragis yang melibatkan mantan kekasihnya, Yudha Arfandi, meninggalkan luka yang hingga kini masih memengaruhi berbagai aspek kehidupannya, termasuk urusan asmara.
Meski berusaha bangkit dan menjalani aktivitas seperti biasa, Tamara mengaku belum memiliki keinginan untuk kembali menjalin hubungan dengan pria lain dalam waktu dekat. Menurutnya, proses pemulihan emosional yang dijalani saat ini masih membutuhkan waktu.
“Kalau ditanya apakah sudah membuka hati atau belum, jujur saat ini belum ya. Tidak gampang untuk itu. Trauma sekali, aku merasa seperti masih berada di bawah bayang-bayang kejadian kemarin,” ujar Tamara Tyasmara belum lama ini.
Pengalaman pahit yang dialaminya membuat Tamara mengambil banyak pelajaran berharga. Ia menegaskan bahwa jika suatu saat kembali memiliki pasangan, dirinya akan lebih berhati-hati dan tidak lagi mengambil keputusan sendiri tanpa mempertimbangkan pendapat orang-orang terdekat.
“Untuk ke depannya aku harus jauh lebih selektif lagi. Sekarang kalau aku punya pacar baru, aku akan langsung mengenalkannya kepada keluarga dan sahabat-sahabat dekatku,” ucapnya.
Perempuan yang dikenal sebagai aktris dan model tersebut kini menjadikan keluarga serta sahabat sebagai bagian penting dalam menilai sosok yang akan hadir dalam kehidupannya. Ia mengaku tak ingin mengulangi kesalahan yang sama dengan mengabaikan masukan dari orang-orang yang peduli kepadanya.
“Aku ingin mendengar bagaimana penilaian orang lain tentang dia. Kalau dulu kan aku cenderung menutup kuping dari masukan orang lain, kalau sekarang aku ingin lebih mendengarkan pendapat mereka,” katanya.
Selain itu, Tamara memilih untuk fokus memulihkan kondisi mental dan emosionalnya terlebih dahulu. Ia berusaha menerima kenyataan yang telah terjadi sambil melanjutkan hidup dengan lebih tenang dan hati-hati.
“Hidup kan harus tetap berjalan, masa lalu mau tidak mau harus dilewati. Jadi ya sudah, dijalani saja apa adanya,” tuturnya.
Kini, Tamara berupaya menata kembali kehidupannya secara perlahan. Baginya, proses penyembuhan menjadi prioritas utama sebelum memikirkan kemungkinan membuka lembaran baru dalam urusan percintaan.(04)










