PROBOLINGGO, SUDUTPANDANG.ID — Kodim 0820/Probolinggo menunjukkan dukungannya terhadap penguatan literasi keuangan generasi muda melalui keikutsertaan dalam kegiatan Gerakan Menabung Anak Sekolah Kota Probolinggo (Gemaspro) Tahun 2026 yang digelar di Puri Manggala Bakti, Kantor Wali Kota Probolinggo, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan yang diinisiasi untuk menanamkan budaya menabung sejak usia dini tersebut dihadiri berbagai unsur pemerintah daerah, lembaga pendidikan, perbankan, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Kodim 0820/Probolinggo dalam kegiatan tersebut diwakili Danramil 0820-01/Kanigaran Kapten Arh Ari Bonanto mewakili Dandim 0820/Probolinggo Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono.
Dalam kesempatan itu, Kapten Arh Ari Bonanto menegaskan bahwa kebiasaan menabung memiliki peran strategis dalam membentuk karakter anak yang disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab.
Menurutnya, pendidikan keuangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengelola uang, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan karakter generasi masa depan.
Ia menjelaskan bahwa Gerakan Menabung Anak Sekolah bukan sekadar program pembukaan rekening bagi pelajar, melainkan sebuah investasi jangka panjang dalam membangun karakter dan pola pikir positif anak-anak sejak dini.
“Menabung mengajarkan disiplin, kemampuan membuat perencanaan, serta tanggung jawab dalam mengelola keuangan. Nilai-nilai tersebut sangat penting untuk membentuk generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar Ari Bonanto.
Menurutnya, kebiasaan menabung yang ditanamkan sejak usia sekolah akan memberikan dampak positif dalam kehidupan anak ketika memasuki usia produktif. Anak-anak akan terbiasa membuat perencanaan, memahami prioritas kebutuhan, dan lebih bijak dalam menggunakan sumber daya yang dimiliki.
Ari menambahkan, penguatan literasi keuangan merupakan bagian penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu berperan aktif dalam mendukung program-program edukasi keuangan bagi pelajar.
“Pemerintah telah menyiapkan berbagai program untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, anak-anak harus dibekali kemampuan mengelola keuangan dengan baik agar menjadi generasi yang produktif, mandiri, dan berdaya saing,” katanya.
Ia juga menilai keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kualitas masyarakat dalam mengelola sumber daya yang dimiliki. Literasi keuangan yang baik akan membantu menciptakan generasi yang lebih siap menghadapi perubahan dan tantangan ekonomi di masa mendatang.
Sementara itu, Wali Kota Probolinggo Aminuddin mengungkapkan bahwa kondisi perekonomian Kota Probolinggo saat ini menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Berdasarkan data triwulan pertama tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Kota Probolinggo mencapai 6,81 persen.
Capaian tersebut dinilai lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional maupun Provinsi Jawa Timur. Menurut Aminuddin, tren positif tersebut harus diimbangi dengan peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara lebih luas.
“Pertumbuhan ekonomi yang baik harus diikuti dengan peningkatan kesadaran masyarakat dalam mengelola keuangan. Jangan sampai ekonomi tumbuh, tetapi masyarakat belum memiliki kebiasaan menabung dan mengatur keuangan secara sehat,” ujar Aminuddin.
Ia menjelaskan bahwa berbagai program pemerintah yang saat ini berjalan, termasuk program makan bergizi gratis bagi pelajar, dapat menjadi momentum untuk membangun budaya menabung di lingkungan keluarga.
Menurutnya, adanya program tersebut memungkinkan sebagian uang saku yang sebelumnya digunakan untuk kebutuhan konsumsi harian dapat dialihkan ke tabungan. Dengan demikian, anak-anak dapat mulai belajar menyisihkan sebagian uangnya untuk kebutuhan masa depan.
“Jika dilakukan secara konsisten, menabung sedikit demi sedikit akan menjadi bekal yang sangat berharga bagi masa depan anak-anak kita,” katanya.
Aminuddin mengaku memiliki pengalaman pribadi mengenai manfaat kebiasaan menabung sejak usia muda. Menurutnya, budaya menabung telah membentuk pola pikir yang lebih disiplin dalam mengelola keuangan, berhemat, serta merencanakan masa depan secara lebih baik.
Karena itu, ia mengajak seluruh guru, tenaga pendidik, serta orang tua untuk menjadi teladan dalam membangun budaya menabung di lingkungan sekolah maupun keluarga.
“Peran orang tua dan guru sangat penting. Anak-anak akan lebih mudah membangun kebiasaan positif apabila melihat contoh langsung dari lingkungan terdekatnya,” tuturnya.
Program Gemaspro 2026 menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Probolinggo dalam meningkatkan kesadaran finansial sejak usia dini. Melalui program ini, para pelajar diharapkan tidak hanya mengenal produk perbankan, tetapi juga memahami pentingnya perencanaan keuangan yang sehat dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi membangun generasi muda yang cerdas secara finansial, mampu mengelola keuangan dengan bijak, serta memiliki kesiapan menghadapi berbagai tantangan ekonomi di masa depan.
Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk Kodim 0820/Probolinggo, pemerintah daerah optimistis budaya menabung dapat semakin mengakar di kalangan pelajar. Upaya ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola keuangan secara bertanggung jawab sebagai modal menuju Indonesia Emas 2045. (ACZ/09)










