Karapan Sapi Brujul Semarakan Gelaran Semipro 2026

Karapan Sapi Brujul Semarakan Gelaran Semipro 2026
Kegiatan mengawal dan mengamankan jalannya kerapian Sapeh Brujul di lapangan Karapan Sapi Brujul (Foto: Istimewa)

PROBOLINGGO-ATIM|SUDUTPANDANG.ID – Komandan Koramil (Danramil) 0820-02/Wonoasih Kapten Inf M. Yahudin turun langsung untuk mengawal dan mengamankan jalannya kerapian Sapeh Brujul di lapangan Karapan Sapi Brujul yang berlokasi di Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (14/7).

Danramil 0820-02/Wonoasih Kapten Inf M. Yahudin menyampaikan, bahwa karapan Sapi Brujul digelar oleh salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo dalam rangka untuk melestarikan budaya yang ada di Kota Probolinggo.

“Karapan Sapi Brujul ini menjadi salah satu even yang masuk dalam agenda kalender pariwisata daerah yakni dalam gelaran seminggu di Kota Probolinggo (Semipro),” kata Kapten Inf M. Yahudin.

BACA JUGA  Menyambut Tahun Politik SMSI Gelar Rapimnas 2023

Danramil menambahkan, kegiatan sebagai bagian dari promosi pariwisata Kota Probolinggo dan telah dimasukkan dalam kalender tahunan destinasi wisata kota.

Melalui event tahunan ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara ke Probolinggo.

Karapan Sapi Brujul bukan sekadar hiburan tetapi warisan budaya yang harus di jaga dan lestarikan, saya bangga melihat antusiasme masyarakat. Gaungkan event ini lebih luas agar wisatawan lokal hingga mancanegara datang ke Kota Probolinggo.

“Dengan begitu budaya kita bisa mendunia dan sekaligus menggerakkan ekonomi warga,” ujarnya.

Lebih lanjut perwira berpostur tinggi tegap ini menegaskan tradisi ini tidak hanya menjadi ajang hiburan rakyat tetapi juga sarana menjaga keberlangsungan budaya lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun di masyarakat Madura dan wilayah tapal kuda Jawa Timur.

BACA JUGA  Lepas Kenang Anggota yang MPP, Danramil Tiris: Persaudaraan Harus Tetap Terjalin 

“Melalui kegiatan budaya tersebut pemerintah daerah dan masyarakat berharap tradisi karapan sapi tetap dikenal generasi muda sekaligus mampu mendukung pengembangan sektor pariwisata budaya di Probolinggo dan sekitarnya,” jelasnya.(ACZ)