Dikira Hilang, Perempuan di Bandung Disekap Selama Tiga Tahun

Avatar photo
Dikira Hilang, Perempuan di Bandung Disekap Selama Tiga Tahun
Ilustrasi

BANDUNG, SUDUTPANDANG.ID – Dikira hilang, seorang perempuan berinisial YTR (29), warga Kabupaten Bandung, Jawa Barat, ternyata diduga disekap pacarnya selama tiga tahun sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi luka serius.

Kasus dugaan penyekapan perempuan di Kabupaten Bandung ini menyita perhatian publik setelah keluarga mengungkap kondisi korban yang memprihatinkan saat pertemuan kembali.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Sudutpandang.id, diketahui perempuan korban dugaan penyekapan tersebut berasal dari Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Korban tidak dapat dihubungi keluarga selama kurang lebih tiga tahun, hingga akhirnya berhasil ditemukan kembali.

Identitas korban dikenali melalui tanda khusus berupa tato di bagian tangan, yang menjadi petunjuk utama bagi keluarga.

Saat pertama kali bertemu kembali, keluarga mengaku sempat kesulitan memastikan bahwa perempuan tersebut adalah YTR, lantaran kondisi fisiknya telah berubah drastis dibandingkan sebelum menghilang.

BACA JUGA  Luhut Minta WNI dari Luar Negeri Harus Tanggung Sendiri Biaya Karantina

Kakak korban, Afif, bersama istrinya Melani, menceritakan pengalaman tersebut dalam sebuah podcast.

Mereka menyebut momen pertemuan kembali dengan YTR sebagai situasi yang penuh emosi, antara rasa syukur dan kesedihan mendalam.

“Rasanya campur aduk, sakit tapi senang bisa ketemu juga. Shock, marah, kecewa semua jadi satu,” ujar Afif, dikutip Minggu (21/6/2026).

Ia menambahkan, sebelum menghilang, YTR dalam kondisi sehat dan tidak memiliki keluhan kesehatan serius.

Namun saat ditemukan, kondisi korban jauh berbeda dan membuat keluarga terpukul.

“Waktu dia pergi baik-baik saja, sehat, tidak ada masalah. Tapi saat ketemu kondisinya sudah sangat berbeda,” ungkapnya.

Tragedi Kemanusiaan 

Kasus dugaan penyekapan perempuan di Bandung ini juga mendapat perhatian dari anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya.

BACA JUGA  Mantan 'Sahabat Polisi' Pertanyakan Kasus Penyekapan Menyeret Nama Nindy Ayunda

Ia menyebut peristiwa tersebut sebagai tragedi kemanusiaan yang memilukan dan menimbulkan keprihatinan mendalam.

“Saya merasakan luka yang sangat dalam sekaligus kemarahan. Ini tragedi kemanusiaan yang sangat keji di Kabupaten Bandung,” ujarnya.

Atalia juga mengungkapkan bahwa korban mengalami kondisi serius, termasuk luka di bagian wajah, infeksi berat, hingga gangguan penglihatan akibat dugaan kekerasan yang dialami selama masa penyekapan.

Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menyatakan pihaknya terus berupaya mengungkap dan menangkap pelaku.

“Kepolisian sudah beberapa hari ini melakukan pengejaran terhadap tersangka,” kata Hendra.

BACA JUGA  Babinsa Koramil Rejoso-Pasuruan Dukung Operasi Ketupat Semeru 2025

Ia menjelaskan, pelaku diduga berpindah-pindah lokasi sehingga menyulitkan proses penangkapan. Beberapa upaya penggerebekan yang dilakukan aparat juga belum membuahkan hasil.

“Dari hasil pemetaan, tersangka berpindah-pindah dan saat akan ditangkap masih bisa meloloskan diri,” katanya. (red)