JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Tim Nasional Sambo Indonesia kembali mencatatkan prestasi di level internasional dengan meraih satu medali perak dan satu medali perunggu pada ajang Asian and Oceania Youth and Junior Sambo Championships 2026 yang berlangsung di Manila, Filipina, pada 25–28 Juni 2026.
Hasil tersebut menjadi bukti keberhasilan regenerasi atlet yang terus dilakukan Pengurus Pusat Persatuan Sambo Indonesia (PP Persambi) di tengah keterbatasan anggaran pembinaan.
Prestasi tersebut diraih melalui Timothy Otniel Adi Kritara asal Sumatera Selatan yang mempersembahkan medali perak pada nomor Junior Combat putra kelas 71 kilogram.
Sementara medali perunggu disumbangkan Rian Hendris Saputra dari DKI Jakarta yang turun pada kelas Combat putra 79 kilogram.
Keberhasilan kedua atlet tersebut mendapat apresiasi dari Sekretaris Jenderal PP Persambi, Arnold Silalahi.
Menurutnya, pencapaian itu menunjukkan bahwa atlet-atlet muda Indonesia mampu bersaing di tingkat Asia dan Oseania meskipun menghadapi berbagai keterbatasan, terutama dalam aspek pendanaan.
Arnold mengatakan, PP Persambi di bawah kepemimpinan Ketua Umum Krisna Bayu OLY tetap konsisten menjalankan program pembinaan prestasi sejak organisasi berdiri pada 16 Maret 2016.

Salah satu komitmen yang terus dijaga adalah memastikan atlet Indonesia tidak pernah absen mengikuti berbagai kejuaraan internasional yang masuk kalender resmi Asia maupun dunia.
“Penampilan Timothy dan Rian Hendris cukup membanggakan dan mampu menjaga marwah sambo Indonesia meski dengan keterbatasan dana. Mereka juga memiliki potensi untuk meraih prestasi yang lebih baik lagi pada kejuaraan internasional berikutnya,” ujar Arnold Silalahi, Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, hasil yang diraih di Manila menjadi indikator bahwa proses regenerasi atlet berjalan sesuai harapan.
Munculnya atlet-atlet muda berprestasi dinilai menjadi modal penting bagi Indonesia untuk terus meningkatkan daya saing di cabang olahraga sambo pada masa mendatang.
Arnold menilai keberhasilan Timothy dan Rian melanjutkan tradisi prestasi atlet Indonesia di kejuaraan Asia dan dunia.
Sebelumnya, atlet putri Indonesia Desi Syahfitri juga berhasil mempersembahkan medali pada Asian and Oceania Youth and Junior Sambo Championships 2019.
Tidak hanya itu, Desi kembali mencuri perhatian pada Kejuaraan Dunia Sambo 2025 di Uzbekistan.
Meski berangkat tanpa didampingi pelatih, ia mampu tampil impresif hingga membawa pulang medali perak bagi Indonesia.
PP Persambi menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa atlet sambo Indonesia memiliki kualitas untuk bersaing dengan negara-negara yang lebih mapan dalam pembinaan olahraga tersebut.
Selain mencetak prestasi di arena internasional, PP Persambi juga berhasil mendorong perkembangan cabang olahraga sambo di tingkat nasional maupun regional.
Salah satu pencapaian penting adalah keberhasilan menjadikan sambo sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan pada Asian Games Jakarta 2018.
Kehadiran sambo dalam pesta olahraga terbesar Asia itu menjadi tonggak penting bagi perkembangan olahraga bela diri tersebut di Indonesia.
Prestasi Indonesia juga berlanjut pada SEA Games Filipina 2019. Saat itu, Tim Nasional Sambo Indonesia berhasil menyumbangkan empat medali emas bagi kontingen Merah Putih.
Salah satu penyumbang emas adalah Desi Syahfitri yang tampil gemilang pada nomor yang diikutinya.
Keberhasilan tersebut semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara yang diperhitungkan dalam perkembangan olahraga sambo di kawasan Asia Tenggara.
Di tingkat nasional, perjuangan PP Persambi juga membuahkan hasil ketika cabang olahraga sambo resmi dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara 2024.
Masuknya sambo dalam PON menjadi momentum penting karena memberikan ruang bagi atlet-atlet daerah untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperluas pembinaan di berbagai provinsi.
Namun, perkembangan positif tersebut menghadapi tantangan setelah sambo belum masuk dalam daftar cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada PON XXIII Tahun 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dengan DKI Jakarta sebagai daerah penyangga.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius PP Persambi. Organisasi berharap prestasi yang terus diraih atlet Indonesia di berbagai kejuaraan internasional dapat menjadi pertimbangan bagi para pemangku kepentingan untuk kembali memasukkan sambo sebagai cabang olahraga resmi pada PON 2028.
Arnold menegaskan keberadaan sambo di ajang PON memiliki arti penting bagi keberlangsungan pembinaan atlet di seluruh Indonesia.
Tanpa adanya kompetisi nasional terbesar tersebut, motivasi atlet daerah dikhawatirkan akan menurun karena kehilangan target prestasi.
“Dengan komitmen pembinaan dan catatan prestasi yang telah diraih, PP Persambi sangat berharap sambo dapat kembali dipertandingkan pada PON 2028.
Dukungan KONI Pusat dan Kementerian Pemuda dan Olahraga sangat penting agar semangat para atlet yang berlatih setiap hari tetap terjaga dan mereka memiliki kesempatan membuktikan kemampuannya di ajang nasional,” ujar Arnold.
PP Persambi optimistis prestasi yang terus ditorehkan atlet Indonesia di tingkat internasional akan menjadi bukti bahwa sambo layak mendapat dukungan lebih besar, baik dari sisi pembinaan maupun kesempatan tampil pada berbagai ajang multievent nasional.
Dengan pembinaan yang berkelanjutan, Indonesia diyakini mampu mencetak lebih banyak atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama bangsa di pentas dunia. (09/AGF).










